MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
DENDAM ANAK TIRI


__ADS_3

HAI SEMUANYA, AUTHOR MENYAPA DENGAN NOVEL BARU.



Bantu tayangan sampai 600 gays, novel ini bakal rutin update bulan depan. Kalian bisa baca di Apk F I Z Z O di sana bacanya gratis.


INI CUPLIKAN CERITANYA


Gerald El membuka surat perintah dirinya harus kembali atas perintah pimpinan Mafia terbesar di negaranya, El langsung menyobek kertas dan memasukkan ke dalam kloset menyiramnya dengan air.


Pesawat terbang membawa El kembali setelah lima tahun meninggalkan negaranya, misi panjang yang akhirnya selesai.


Sesampainya di sebuah rumah mewah, El langsung melangkah masuk menemui pria yang selalu dia panggil Dad.


"Ini tugas kamu selanjutnya El, sudah saatnya kamu balas dendam." Senyuman menyeringai terlihat dari wajah pria paruh baya, tetapi masih memiliki tubuh yang kekar dan berotot.


El langsung mengambil sebuah tablet, melihat foto seorang wanita cantik. Dia wanita yang sempurna.


"Berapa besar kita rugi Dad?" El langsung duduk melihat detail masalah yang harus dia singkirkan.


"Tidak ada kerugian, ini hukuman untuk orang yang melepaskan diri dari geng kita."


Kepala El langsung mengangguk, akan segera menyelesaikan hanya dalam beberapa hari.


"El, kamu tidak ada pertanyaan soal wanita ini?"


Tatapan mata tajam El melihat ke arah foto, tanpa ada yang harus dijelaskan dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan.


Dad tertawa menggema, mengizinkan El segera memulai misinya. Dan harus kembali tanpa terluka.


El langsung melangkah pergi, dan segera menemui keluarga yang harus dia hukum untuk balas dendam.


Mobil El melaju dengan kecepatan tinggi, berhenti di sebuah pemakaman. Meletakan sebuah bunga di atas makam wanita.


Tanpa mengatakan sepatah katapun El langsung ingin melangkah pergi.


"Siapa kamu?" Seorang wanita cantik menyapa El yang meletakkan bunga.


Tatapan El sangat tajam juga terkejut, karena wanita yang harus dia hancurkan hidupnya tepat berada dihadapannya.


"Kamu mengenal Bunda?" Tatapan Syila fokus menatap El yang tidak merespon sama sekali.


Tanpa menjawab, El langsung melangkah pergi meninggalkan Syila yang kebingungan karena selama bertahun-tahun ini pertama kalinya ada yang mengunjungi makam Bundanya.

__ADS_1


"Hai, Bunda. Hanya hitungan hari, Syila akan menikah dengan pria pilihan Syila. Nanti kita akan berkunjung bersama-sama." Suara lembut Syila terdengar menceritakan calon suaminya.


Dari kejauhan El menatap penuh kebencian, calon suami yang Syila banggakan hanyalah seorang pebisnis ilegal yang berkerja di bawah Pimpinan Dad.


"Kebahagiaan kalian akan segera berubah menjadi air mata." El langsung meninggalkan pemakaman.


***


Suasana di kediaman keluarga Syila sedang ramai, persiapan pernikahan sudah 80% hanya tersisa menunggu hari H.


Senyuman Syila tidak pernah hilang dari wajahnya, dia sangat bahagia menyambut hari bahagianya.


"Sayang, aku kangen kamu." Senyuman Nata terlihat mencium hidung calon istrinya.


"Kenapa baru pulang sekarang? bisa tinggalkan sebentar saja pekerjaan demi pernikahan kita yang sudah di depan mata." Tangan Syila mencubit perut calon suaminya yang meringis kesakitan.


"Ampun my heart, sekarang aku sudah ada dihadapan tuan putri." Nata berlutut membuat Syila tertawa terbahak-bahak.


Dua keluarga terlihat sangat bahagia mendengar tawa Nata dan Syila yang saling melepaskan rindu, dan menghabiskan waktu bersama sebelum berganti status.


Canda tawa calon pengantin tidak luput dari pantauan El, dia bisa melihat semua kesibukan untuk persiapan pernikahan.


Tendangan kuat menghantam meja, El terlihat sangat emosi karena dirinya membutuhkan waktu lama untuk mengobati rasa sakitnya, tapi keluarga Syila dengan mudahnya melupakan dirinya.


El tidak perduli soal urusan Nata dan Dad, hal yang paling penting saat ini menghacurkan keluarga Syila.


Sebuah panggilan masuk, El mendengarkan suara dari balik handphonenya. Setelah semua persiapan aman, El meminta bawahannya segera bersiap.


Pesta pernikahan tidak akan terjadi, karena penganti pria akan segera meregang nyawa untuk membayar keputusannya meninggalkan dunia hitam.


El langsung mengganti bajunya serba hitam, mengunakan kacamata dan topi sehingga tidak ada yang mengenali wajahnya.


Tatapan El masih fokus melihat layar, dia meyakini jika Nata bukan orang sembarang sehingga Dad ingin dia disingkirkan.


Mata Nata menatap tajam ke arah CCTV yang El awasi, tatapan mata Nata membuat El tertawa.


Nata mengetahui jika ada yang mengawasinya, meminta El keluar dan menemuinya secara jantan.


Mendapatkan tantangan secara langsung membuat El langsung menyetujuinya, melangkah keluar untuk melihat sosok lain dari Nata.


Di depan Syila dia pria yang ceria, baik tanpa Syila ketahui jika Nata memiliki bisnis yang bekerja di pasar gelap, bahkan melakukan transaksi ilegal untuk menimbun kekayaannya.


Suara langkah kaki terdengar, El hanya tertawa melihat Nata yang bisa menemukan keberadaannya.

__ADS_1


"Gerald El? kamu kembali pasti dengan tujuan tidak baik. Apa Dad yang mengirim kamu?" Nata berjalan mendekati El yang berdiri santai sambil menghisap rokok.


El tidak merespon apapun yang Nata ucapkan, karena baginya siapa yang membayar lebih tinggi maka El akan ada di sisi orang tersebut.


"Jangan pernah kamu sentuh calon istriku, jika tidak ingin mati mengenaskan." Sekuat tenaga Nata menenangkan dirinya, karena dia sangat mengenal siapa El.


"Jika kamu ingin hidup bahagia, seharusnya sejak dulu tidak pernah menyentuh dunia hitam. Jika kamu masuk, sulit keluar karena taruhannya nyawa." El menjatuhkan rokoknya, lalu menginjak-injak sampai hancur.


El meminta Nata menyelamatkan diri sendiri, karena saat ini tugas El membunuh Nata dan keluarganya.


"Jangan sentuh keluargaku!" sebuah pukulan ingin melayang, tapi El sudah menahan.


Tendangan kuat menghantam perut Nata sampai terpental mengeluarkan darah, El menginjak-injak Nata membabi buta.


"Ais, kamu bukan lawan yang menyenangkan. Lemah." Senyuman sinis El terlihat melangkah mundur.


Nata sudah mengeluarkan senjata, diarahkan kepada El. Gerakan El jauh lebih cepat, suara tembakan terdengar tepat di samping kepala Nata.


"Tembakan pertama meleset." Tangan El mengarahkan lagi senjatanya.


Tangan Nata gemetaran, senjatanya jatuh hanya bisa terdiam melihat El yang mirip iblis yang kejam.


"Membunuh kamu di sini terlalu mudah, dan tidak seru." Tendangan El menghantam wajah Nata sampai jatuh pingsan.


El langsung meminta bawahannya mengembalikan Nata pada keluarganya, karena El mempunyai rencana tersendiri untuk membunuh El.


Apa yang terjadi di masa kecil, akan El ulang kembali. Jika dulu dia menangis memeluk Bundanya yang meregang nyawa di depan matanya, sekarang giliran keluarga Syila yang akan menangis melihat calon menantu mereka meregang nyawa.


Pernikahan tidak akan pernah terlaksana sesuai harapan mereka, karena tawa akan segera berubah banjir air mata.


***


Syila mondar-mandir menunggu Nata yang mengatakan pergi sebentar, tapi sudah hampir lima jam tidak kembali.


Sudah larut malam, lelaki yang dicintainya belum memberikan kabar. Perasaan Syila sangat khawatir menunggu Nata.


"Kenapa belum pulang Nata?"


Seorang pelayan mendekati Syila, menyerahkan sebuah amplop putih lalu meninggalkan Syila yang masih gelisah.


"Apa ini?" Syila membuka amplop langsung berteriak histeris.


***

__ADS_1


__ADS_2