MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
MENGEJAR CINTA OM BULE


__ADS_3

Semalam Steven tidak tidur, masih terpaku melihat beberapa berkas penting peninggalan kakaknya, kasus yang belum terselesaikan.


Stev tidak percaya yang menyebabkan kakaknya kecelakaan bukan Vero, tapi orang lain. Kecelakaan sudah direncanakan, bahkan sudah diperhitungkan keadaanya.


Satu hal yang membuat Steve binggung, Bima juga terlihat dengan kecelakaan kakaknya puluhan tahun yang lalu, saat pertama kali sadar dari pingsan, Stev melihat Bima ada di sisinya, menemani Stev sampai pulih total.


Bima juga yang membangkitkan kembali semangat Steve untuk bertahan hidup, menjaga dan melindunginya sampai Steven bisa menjadi seorang pengacara.


"Rahasia apa yang tersembunyi sebenarnya? Om Bima menyembunyikan sesuatu dari Stev soal kematian kak Stevie." Steven memukul meja, meletakkan kepalanya di meja sambil terus berpikir.


Steven membongkar seluruh bukti kasus terakhir yang kakaknya ambil, klien terakhir kakaknya ternyata Bima, tuntunan soal penganiayaan anak, juga perebutan hak asuh.


Steven merasakan keanehan, langsung menghubungi Bagus, meminta identitas lelaki yang bermasalah dengan Bima, sehingga melakukan tuntutan.


Lama Steven menunggu sampai matahari terbit, matanya tidak bisa tidur. Melihat tumpukan buku yang baru Steven sadari keberadaannya.


"Rahasia apa yang Kak Bim sembunyikan? apa yang terjadi dengan kak Stevie? siapa orang dibalik kecelakaan kak Stevie?" Steven memiliki banyak pertanyaan di kepalanya, pertanyaan yang tidak memiliki jawaban.


Steven memutuskan untuk keluar perpustakaan, melihat seluruh barang di dalam kamarnya di bersihkan.


"Bik, di mana Windy?" Steven merapikan rambutnya.


"Nona sudah pergi, saya pikir tuan tidak ada di rumah."


Steven menghela nafasnya, langsung masuk ke dalam kamar Windy untuk menumpang mandi, sebelumnya mengambil baju di kamarnya.


Steven melihat map berwarna coklat, laporan kesehatan Windy yang dia lakukan untuk pemeriksaan rutin, Stev tersenyum melihat Windy yang menjaga kesehatannya.


Bau kamar Windy sangat khas bau lavender membuat Stev tenang, sampai tertidur pulas di dalam bathtub, Steven terbangun karena suara ponselnya yang berbunyi.


Bagus memberikan informasi soal lelaki yang Steven cari, lelaki yang sama yang ingin Saka awasi.


Steven cepat menyelesaikan mandinya, langsung mengganti baju bersiap untuk pergi menemui Saka membawa beberapa berkas milik Stevie.


Sepanjang perjalanan Steven masih terus berpikir, melihat ponselnya yang mendapatkan pesan dari Vero, menunjukkan mobil lecet karena dipukul Windy menggunakan tas.

__ADS_1


Steven langsung tertawa, mobil menjadi korban kemarahan Windy, dia bahkan mengumpat kasar Steven.


"Maaf ya cantik, niatnya ingin menyapa pagi ini, tapi Om terlalu lama di perpustakaan." Batin Steven sambil tersenyum.


Mobil Steven sampai di sebuah Apartemen, langsung melangkah masuk menuju apartemen Saka, langkah Steven terhenti mendengar pertengkaran di kamar Saka.


Pintu tidak tertutup dengan rapat, Steven melihat pertengkaran Saka dengan kekasihnya, sudah main tampar, Saka mendorong kuat, Steven menutup pintu pelan.


Nafas Steven tidak beraturan, Apartemen yang aneh banyak manusia aneh juga. Stev melihat sepasang kekasih menggunakan baju seksi membuat Stev mengaruk tengkuknya.


Perempuan pulang pagi dalam keadaan mabuk, Steven mengelus dada, pintu apartemen di depan kamar terbuka, seorang pria terlempar keluar karena bertengkar.


Steven langsung lari, ketakutan melihat kekerasan dalam rumah tangga, cepat melangkah menuju mobilnya, Bagus muncul menarik Steven.


"Kenapa Stev, katanya kumpul di rumah Saka?"


"Gila, sebentar lagi Saka akan di lempar dari atas apartemen. Dia bertengkar dengan pacarnya, terus banyak makhluk aneh di atas." Steven bergidik ngeri.


Bagus langsung tertawa kuat, perbedaan Apartemen Steven dan Saka bisa dilihat dari penghuninya, pemiliknya saja manusia jadi-jadian, penyewa beraneka ragam, ada yang bekerja malam pulang pagi, setiap hari mandi air beralkohol, pakaian minim.


"Steve, jangan heran Saka menyukai sesuatu hal yang gila, kita butuh ketenangan, tapi Saka butuh ketegangan." Bagus menarik Steven untuk naik kembali.


"Sebenarnya ini apartemen atau rumah kos-kosan." Batin Steven.


Sebuah dompet terjatuh, Steven menendang keluar, seorang pria yang berdandan wanita tersenyum melihat Steven yang cuek, langsung mengambil dompetnya.


Sampai di depan apartemen Saka, tubuh Saka terlempar keluar kamar. Bagus langsung sembunyi di belakang Steven.


Suara teriakan kuat, membuka pintu membawa pedang. Saka langsung berlari kencang ke arah lift, Steven juga berlari bersama Bagus yang ketakutan, tangan Steven menekan tombol agar cepat tertutup.


"Gila kamu Saka, manusia darimana yang kamu bawa pulang." Bagus menggelengkan kepalanya.


"Biasanya dia manis, hanya bercinta sebentar setelah puas pergi, tapi aku ketahuan berhubungan dengan wanita lain, dia langsung murka, mengamuk seperti orang gila." Saka duduk sambil memeluk kaki Steven.


"Kamu seorang penjaga keamanan Saka, tapi masih bisa melakukan hal gila, tidur dengan banyak wanita."

__ADS_1


"Aku juga manusia, butuh kepuasan hasrat, bukan seperti kamu Stev, perempuan sudah tanpa sehelai benang juga tetap tidak kamu sentuh."


"Wanita pertama yang aku sentuh berstatus istri, bukan wanita yang digilir banyak orang."


Saka tertawa, melupakan kejadian yang baru saja menimpanya. Langsung masuk mobil Steven merapikan penampilannya.


Steven hanya bisa menggelengkan kepalanya, tiga tahun mengenal Saka, orangnya sangat profesional dalam pekerjaan, tapi keburukan Saka saat lepas tugas tidak bisa berhenti main perempuan.


Berbeda dengan Bagus, lelaki paling setia kepada satu wanita, walaupun di khianati masih setia menunggu kekasihnya menjanda.


"Stev, kenapa tiba-tiba kamu bertanya soal pria tua itu, tapi tadi malam kamu mematikan panggilan sepihak? cepat sekali berubah pikiran." Saka menatap Steven yang juga terlihat kaget.


"Orang yang ingin kamu awasi, lelaki yang sama dengan orang yang aku cari?" Steven melihat Saka, melajukan mobilnya ke tempat yang lebih tenang.


Bagus menceritakan penemuannya, sebelum membahas lebih jauh, Bagus mengatakan Renata sudah ditahan, akan dihukum berat, kemungkinan besar seumur hidupnya.


Masalah Renata ada sangkut pautnya dengan seorang pembisnis dari Negara ginseng, orang terkaya juga berkuasa.


Steven menarik nafas panjang, rasa penasarannya sangat besar, Stev menyetujui untuk pergi bersama, tapi meminta waktu beberapa hari, Steven harus menyelesaikan masalahnya dengan Windy.


Hati Stev tidak tenang meninggalkan Windy, Stev juga tahu Windy sedang marah, membujuk Windy terlebih dahulu, baru pergi untuk mencari tahu kecelakaan kakaknya, juga rahasia yang Bima sembunyikan.


"Stev kenapa tiba-tiba ingin mencari tahu soal kepergian kakak kamu? kamu harus ingat Stev, ada namanya rahasia yang tersembunyi demi kebaikan, tapi jika kamu memaksa ingin tahu, bersiaplah untuk terluka." Bagus mengumpul semua berkas yang akan diberikan kepada Stev.


"Bagus benar, bisa saja kebenaran bisa menghancurkan kamu." Saka melihat Steve yang sedang berpikir.


"Mungkin kebenaran ini meyakinkan, tapi setidaknya aku tidak penasaran."


***


BELUM REVISI MAAFKAN KESALAHAN TULISAN, AUTHOR KURANG SEHAT, KERJAAN DUNIA NYATA JUGA MENUMPUK.


UP AKAN SEDIKIT AKU KURANGI, TERUTAMA BIANKA DAN MAFIA KEJAM.


SUAMIKU MASIH ABG DAN MENGEJAR CINTA OM DUREN AKAN SERING TERLAMBAT, TAPI DIUSAHAKAN UP.

__ADS_1


MOHON PENGERTIANNYA, TERKADANG BADAN MEMBUTUHKAN ISTIRAHAT.


***


__ADS_2