MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 PENANGKAPAN


__ADS_3

Seluruh media sedang disibukan oleh pemberitaan penangkapan Brit, baik media sosial maupun media berita surat kabar.


Brit mengamuk di depan media yang sedang meliput, dia bersumpah akan membunuh Steven dan Windy, tidak akan membiarkan keduanya hidup bahagia.


Teriakan, cacian Brit terdengar sampai ke segala penjuru. Berita soal Windy putrinya Brit kembali terseret, bahkan pernikahan masa lalu Bima diungkit kembali.


Steven berada di kursinya sedang berputar-putar, jika pemberitaan tidak segera dihentikan, pastinya pernikahan akan tertunda.


"Selamat pagi pak pengacara?" Saka masuk sambil tertawa melihat wajah Steve sedang tidak bersahabat.


"Aku sudah memperingatkan Stev, kamu tidak bisa mundur lagi."


"Tidak ada juga yang berencana mundur."


Steven dan Saka diam, saling tatap tidak ada yang mengeluarkan suaranya.


Ponsel Saka berbunyi menunjukkan kepada Stev, langsung menjawabnya meminta menghentikan pemberitaan soal rumah tangga Bima, juga soal Windy yang ada sangkut pautnya dengan Brit.


Saka juga meminta menghapus semua berita dari media massa, juga menyita surat kabar. Menghapus semua jejak keluarga Bramasta, sampai membuat saham perusahaan Sve turun drastis.


"Berapa banyak kamu kehilangan uang Stev?" Saka tertawa terbahak-bahak melihat Steven kehilangan uang demi menutupi semuanya.


Steven menghubungi Paman Sam soal perusahan, senyum Steven terlihat mengatakan jika saham akan segera naik kembali.


Kehadiran Vero di perusahaan memberikan sisi positif, Vero mempunyai bakat dalam bisnis, dia juga bisa menjatuhkan dan menjanjikan kepada para investor untuk berkerja sama.


Paman Sam lega Vero bisa mengatasi perusahaan yang bisa kehilangan banyak saham, Stev sudah menjamin juga mengetahui kelebihan adik lelakinya, sehingga Stev percaya Vero cocok di posisi direktur utama.


"Karena aku tidak bisa mundur, ditahan atau tidaknya Brit dia akan membuat pernikahan aku tertunda."


"Emhhh langsung hancurkan sampai ke akar, jangan nanggung lagi."


Saka langsung melangkah pergi, Ghina dan Glen yang mengurus masalah persidangan. Bagus dan Steven yang akan mengungkap semua kejahatan Brit.


Saka yang akan menangkap seluruh orang yang terlibat, hal yang paling Saka sukai bekerja dengan Stev dan Bagus tidak pernah menangkap pelaku yang digunakan sebagai umpan, tapi langsung menangkap pelaku utama, baru menangkap para bawahan yang tersebar.


Steven sudah ada di kantor polisi, melangkah bersama Bagus dan Ghina untuk melihat Brit yang sudah mendekam di penjara, dia akan segera dipindahkan ke tempat barunya, setelah persidangan barulah kehidupan baru Brit dimulai.


"Steven, semuanya belum berakhir. Kamu akan menyesal."


"Aku akan menyesal jika membiarkan anda berkeliaran."

__ADS_1


"Kamu tidak tahu siapa aku?"


"Sejak awal perjuangan menangkap Mikel, aku sudah membayangkan penangkapan kamu, tapi sayang ada masalah keluarga Windy dari kerajaan sehingga aku harus menunda. Kamu memancing amarah aku Brit, datang ke rumah menyakiti para penjaga juga pelayan yang tidak bersalah, jangan lupakan apa yang aku katakan hari itu, jika kau akan memberikan rumah penjara."


"Aku juga akan membuatkan kamu rumah Stev, rumah kuburan." Brit tertawa lucu melihat Steven.


Steven juga tersenyum, seseorang yang sedang terpuruk dalam masalah, harus mempertanggung jawabkan kesalahan, tapi masih bisa mengancam tanpa rasa takut.


Ghina mendekati Brit, menunjukkan banyaknya kasus yang akan memberatkan Brit di pengadilan. Kemarahan masyarakat ingin Brit dihukum mati.


"Aku tidak takut Steven dan kamu Ghina. Semua kesalahan ini tidak mengatasnamakan aku, jadi aku paling lama di penjara kurang dari 10 tahun."


"Tidak masalah, karena bagi aku bukan hukuman berapa lamanya, hal yang penting kamu masuk penjara, merasakan suasana baru, juga menderita. Satu tahun rasanya 10 tahun."


Tatapan mata Brit tajam, memastikan Steven akan mati.


"Stev di mana Saka bukannya dia sedang berada di mobil biru menuju ke hotel, mobil sudah di sabotase. Dia juga sama seperti kamu, pembuat masalah. Sebentar lagi, kasus polisi tampan mati kecelakaan akan tayang." Brit tertawa meninggalkan Stev.


Steven menatap Ghina, langsung menghubungi Saka tapi sudah tidak aktif lagi. Bagus langsung menghubungi timnya yang sudah menunggu Saka, mereka juga bingung Saka belum muncul, biasanya dia datang lebih dulu.


"Sial Saka belum datang."


***


Windy cekikikan melihat Saka yang mobilnya terguling, meledak seketika. Saka mengalami kecelakaan tidak jauh dari butik Windy.


"Sebaiknya kita ke rumah sakit?"


"Tidak perlu, aku tahu ini akan terjadi."


"Kamu sudah tahu, tapi masih membawa mobil. Saka Kamu tidak sayang nyawa?"


"Sayang, tapi ini bagian dari pekerjaan aku. Sudah menjadi tugas untuk mempertaruhkan nyawa."


"Seharusnya kamu menghindar Saka, Ghina pasti khawatir sekali."


"Brit licik, dia tidak akan mudah bisa membunuh Steven dan kamu, jadi kita orang terdekat yang akan terkena masalah. Aku sengaja menjadi umpan, Vero harus fokus di perusahaan, jika Ghina yang terluka, aku pasti hancur." Saka tersenyum menatap Windy.


Saka tersenyum melihat Jen yang ternyata bekerja dengan Windy, mengobati luka Saka yang banyak di bagian tangan.


"Saka, kamu mencintai seorang wanita?" Jen duduk di samping Windy.

__ADS_1


"Sekarang iya."


"Berhenti mempertaruhkan nyawa, ada hati yang lebih hancur dari apapun jika kamu terluka."


"Benar Saka, kamu harus mengubah cara pikir. Ada Ghina dan Paman Sam yang kamu cintai dan mencintai kamu."


Saka mengangguk kepalanya, mengambil ponselnya. Menghubungi Ghina yang sudah menangis di dalam mobil Steven, Saka mengatakan dirinya baik-baik saja, dia ada di butik Windy.


Steven menghela nafas, Bagus kebingungan menenangkan Ghina, menangis sesenggukan memanggil nama Saka.


Mobil Stev sampai, melihat butik tutup cepat. Suara high heels berlari terdengar, Ghina berlari memeluk Saka yang menahan sakit tubuhnya.


"Ghina, jangan menangis."


"Aku takut kehilangan kamu."


"Kemarin kamu mengusir aku?"


Suara Ghina menangis semakin kuat, melihat Saka yang banyak lukanya. Steven dan Bagus melihat keadaan Saka yang terluka, tapi masih bisa tertawa.


"Bodoh kamu Saka membiarkan mereka menyakiti kamu?" Bagus memukul kepala Saka.


"Diam, setelah ini kita akan menonton berita besar." Saka tersenyum.


Ghina memukuli Bagus dengan tas, karena memukul kepala Saka. Steven tersenyum merangkul pundak Saka mengucapkan terima kasih karena Saka baik-baik saja.


Keributan terjadi, Windy menahan Ghina untuk berhenti memukul Bagus.


"Stev, kemari." Saka meminta Stev duduk didekatnya.


Saka menceritakan soal orang yang mengurus kasus Brit, orang yang dikirim oleh Brit untuk membunuh Saka dari pihak kepolisian.


"Stev, aku khawatir kali ini lawan kita pihak hukum."


"Aku tidak takut." Steven mengarahkan pandangannya ke luar.


"Cinta memang memiliki kekuatan tersendiri, kamu berjuang untuk melindungi Windy, juga bisa hidup bersamanya. Aku berjuang, untuk membela kebenaran agar yang salah mendapatkan hukuman." Saka menepuk pundaknya.


"Terima kasih Saka, terima kasih." Steven mengacak rambut Saka.


***

__ADS_1


__ADS_2