MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
CERITA PERJALANAN CINTA KITA


__ADS_3

Media mulai berkumpul, menyorot pernikahan Reva dan Bima yang sudah sah. Rencana mengirimkan pengacau bisa dihentikan tapi bocornya berita tidak bisa dihentikan.


Banyak tamu yang datang lebih dulu, media juga telah berkumpul menjadi saksi pernikahan Reva dan Bima. Seorang desainer termuda dan berbakat akhirnya menikah dengan lelaki pujaan hatinya.


"Pasti akan ada masalah, Reva dan Bima tidak mengundang media tapi bisa bocor sampai ke luar negeri." gumam Viana sambil tersenyum sinis dan merasa lucu.


Pesta besar akan di adakan keesokan harinya, dugaan Bima tepat tidak ingin menjadikan satu acara pesta dan akat nikah, Reva risih dengan kehadiran media yang membuat simpang siur hubungannya dengan Bima.


Pertanyaan bodoh yang membuat Reva kesal soal status Bima, juga sudah membawa anaknya, Bima menahan Reva untuk tetap menanggapi dengan tersenyum.


Banyak media yang memojokkan Bima, tapi Bima masih tenang, dan menenangkan Reva untuk mendiamkan saja.


"Bima, sudah berapa lama mengenal Reva."


"Reva bagaimana perjalanan cinta kalian, mengapa kamu memilih menikahi seorang duda."


"Pertanyaan anda, memangnya saya harus menikah siapa, kakek kamu." Gumam Reva tapi mulutnya ditutup Bima.


Di ruangan khusus, Bima dan Reva juga keluarga besar berkumpul. Banyak media yang mengatakan seorang desainer cantik menikah duda tampan beranak satu. Walaupun status dan wajah Windy tidak diperlihatkan.


Banyak juga yang mengatakan jika Reva merebut suami orang, kegaduhan terus terjadi.


"Gila! ini perbuatan siapa?"


"Britania! dia menyebarkan statusnya dan Bima tadi malam, dan berita pernikahan kalian langsung menjadi sorotan." Bisma geleng-geleng, melihat kekacauan di luar hotel.


"Dia membawa Windy?" Bima tidak ingin Windy tersorot kamera. Apalagi dunia sampai tahu jika bukan anak kandungnya.


"Tenang saja Brit tidak akan berani menyentuh Windy, membawa namanya."

__ADS_1


"Reva! lakukan konferensi pers, jika mereka terus membuat berita gunakan kepolisian." Viana angkat bicara.


"Kita tidak punya waktu kak Vi."


"Lakukan siaran langsung dengan grup VCLO, biar mereka semua tahu kamu pemimpin VCLO dan bisa menghancurkan siapapun."


"Resiko kak Vi, jika respon masyarakat buruk, maka VCLO biar terkena getahnya."


"Berapa lama VCLO berdiri, apa sekarang waktunya kita berdebat. Ambil tindakan sekarang atau pesta besok kacau." Viana bicara sudah dengan nada tinggi, Rama langsung menghentikannya dan memeluk Vi.


Bima langsung memberikan perintah, menggunakan status Bima hanya akan menjadikan Reva Bulian, jadinya harus mengorbankan status Reva. Kekhawatiran Reva hanya satu soal saham yang akan turun drastis.


***


Seluruh persiapan untuk penyiaran sudah dipasang, acara awal setelah ijab qobul makan bersama keluarga jadinya mundur.


Bima menggenggam tangan Reva, perjalanan selama 5tahun belum cukup menjadi penguat mereka. Di hari bahagia juga terjadi masalah, tapi Bima yakin akan ada hikmahnya dibalik masalah yang terjadi.


"Kamu menantu kami, bapak percaya kamu imam yang baik untuk Reva." Bapak menepuk pundak Bima, sudah menjadi resiko menjadi orang yang memiliki nama.


"Bima, tidak semua orang suka dengan kebaikan kita, jadi jangan menyalakan diri kamu, ibu sama bapak bangga mempunyai menantu seperti kamu, bukan karena kekuasaan nak, tapi kebaikan hati kamu."


"Terimakasih Bu, Bima sangat beruntung mendapatkan keluarga kedua."


Reva melakukan siaran langsung dengan membawa nama VCLO yang di tonton sampai keluar negeri, semuanya menyaksikan ucapan tegas Reva, juga ancaman yang akan membawa penyiaran, wartawan yang berani mengatakan keburukan tentang dirinya dan suaminya akan berurusan dengan hukum.


"Perkenalkan saya Reva Pratiwi, pemimpin dari VCLO. Kami keluarga besar menyambut kehadiran kalian, tapi pantaskah jika kalian mempertanyakan status suami saya, kalian bongkar keburukan kami, mencari titik kelemahan kami hanya untuk sebuah pemberitaan."


"Saya bisa menuntut jika kalian yang berada di luar hotel ini terus memaksa untuk masuk, biaya persiapan pernikahan bukan seharga cabe, kalian bikin kekacauan bukan memberikan ucapan bahagia tapi membuat khawatir keluarga kami, berkali-kali selalu saya katakan. Jangan usik kenyamanan keluarga saya diluar pekerjaan kami."

__ADS_1


"Dan teruntuk mantan, kalian semua mempunyai masalalu. Sama aku dan Bima juga, tapi kami menganggap masalalu menjadi pelajaran untuk kami introspeksi diri, memperbaiki diri, dan saling menerima kekurangan."


Ucapan Reva terhenti saat Viana ikut hadir dalam penyiaran yang membuat banyak orang mendukung Reva, banyak orang bersorak dengan komentar yang mencapai jutaan. Viana tidak menyangka masih banyak orang yang mengenal dirinya.


"Reva Pratiwi, aku melihat sosok Reva seperti cerminan diriku. Kami diberikan kecantikan, kecerdasan, juga status yang baik. Tapi pernah tidak kalian melihat seorang Reva membawa mobil dengan Harag triliun, jangan trilliun milyaran saja, jam dengan harga fantastis, tas, baju, perhiasan. Semua yang dia gunakan karya tangannya tapi langsung menjadi luar biasa dipasaran. Reva wanita pekerja keras, jika orang menangis saat jatuh, Reva langsung bangkit untuk memanjat, menegur dirinya sendiri sampai dia berada diposisi nya."


"Kapan Reva menangis? saat orang lain tertidur, hebatnya dirinya." Viana mengelus kepala Reva.


"Ini kisah masalalu, tapi aku akan memberikan sedikit bocoran, aku pernah jatuh cinta dengan Bima. Tapi dia berjodoh dengan sahabatku, orang yang menyebarkan pemberitaan hari ini, tapi pernikahan mereka tidak bertahan lama. Setelah puluhan tahun dia bertemu Reva, bocah ingusan, cerewet, egois, keras kepala tapi dia yang membangun VCLO saat aku menghilang. Kalian tidak tahu perjalanan mereka berdua, dan ini aku kasih kalian buktinya awal perjalanan mereka."


Saat keributan Rama menyerahkan kado pernikahan, tapi bukan kepada Bima dan Reva melainkan Bisma. Tanpa berpikir panjang, Bisma langsung menayangkan kado pernikahan.


Sebuah tayangan foto saat Reva sekolah, saat Bima masih muda, pertemuan pertama Bima di cafe, saat Reva terus mengejar Bima, saat Bima mengawasi Reva dari kejauhan. Perjalanan penuh drama, Bima yang dingin, Reva yang Omesh. Semuanya terlihat penuh canda dan tawa, bukan hanya orang yang ada di dalam hotel tapi jutaan orang ikut menangis dan tertawa.


Reva menunduk malu karena dirinya yang terlihat agresif, semua orang yang tegang berakhir tawa yang membuat wajah Reva memerah. Bima hanya tersenyum melihat kekacauan yang dulu Reva buat. Video berakhir dengan foto yang dibingkai besar menunjukkan foto mereka berdua.


Kisah cinta Bima Reva terukir di dalam video, Rama menghubungi seluruh sahabat meminta foto Reva dan Bima baik sengaja ataupun tidak sengaja sampai menjadi sebuah karya indah yang akan menjadi kenangan untuk keduanya.


Siaran selesaaii....


"Videonya jelek!" teriak Reva kesal.


Reva dan Viana menyampaikan perpisahan, juga ucapan terimakasih atas doa untuk Reva dan Bima. Siaran langsung mati, wajah Reva langsung cemberut.


Viana hanya tertawa melihat Reva yang malu, video rencananya untuk kenang-kenangan ternyata berubah menjadi cerita pendek yang disaksikan ribuan bahkan jutaan orang.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA

__ADS_1


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***


__ADS_2