MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
JANGAN SALAH PAHAM


__ADS_3

Dua mobil mewah berada di sisi jembatan, dua wanita cantik sedang asik termenung dengan memejamkan mata.


"Apa yang sedang kamu pikirkan Va?" Jum membuka matanya dan melihat Reva yang masih terpejam dari seberang jalan.


"Mengenang masa lalu, jembatan ini menjadi saksi awal pertemuan aku dan kak Vi, menjadi awal aku mengejar cinta Om Duren." Reva menceritakan ke Jum perjalanannya selama 5tahun.


"Panjang ya Va, kita sambut kebahagiaan bersatunya kembali kak Vi dan Rama. Jum kapan ya dapat jodoh pengen dihalalkan juga." Jum membayangkan sebuah pernikahan.


"Doa saja kak, semoga Bima cepat melamar, tapi kalau bisa biarkan Reva dulu yang naik pelaminan, udah ngebet ini pengen enak-enak." Reva tertawa ngakak.


"Mulut kamu Reva kapan bisa direm, dan otak Omesh kamu mengerikan." Jum bergidik ngeri melihat Reva yang selalu bicara hubungan dewasa.


"Alah kak Jum munafik, nanti juga kalau sudah dicium, diremas, dihisap terus dimasuki bakal bilang ah ah." Reva tertawa memegang perutnya, dia sangat senang yang mengerjai si polos Jum.


Jum menutup telinganya jika Reva sudah kumat mesumnya, orang yang sudah menikah puluhan tahun, bakal kalah dengan Reva yang hobinya menonton film dewasa.


"Kak Jum, Reva pengen ngebayangin malam pertama dengan Om Duren, pasti nikmat banget bisa main sama pria dewasa udah pengalaman lagi. Arrrrrgggghhhhh" Reva teriak kencang sambil tertawa.


"Astaghfirullah Al azim! ampunilah dosa Jum yang mendengarkan hal tak lazim." Jum mengelus dadanya.


Sebuah mobil mewah lainnya ikut terparkir di belakang mobil Jum, dia keluar sambil tersenyum manis dihadapan Reva yang menatapnya dingin.


"Kalian berdua sedang bertengkar, Jum di sini kenapa Reva di seberang?" Viana menyebrangi jalan mendekati Reva yang menatapnya tajam.


"Kita sedang bercerita kak Vi, Reva menceritakan masa dia sekolah, terus alasannya dia mengejar cinta Bima, sampai alasan dia menjadi pemimpin VCLO dan lebih tragis lagi saat Reva mencari kak Vi." Jum bicara kuat karena Reva dan Vi berada di seberang jembatan.


Reva langsung menangis dan membuang pandangannya dari arah Vi, perjalanannya sangat melelahkan mencari Vi menjelajahi banyak Negara. Reva sampai menunda keinginan, untuk mengawasi Bima demi menemukan Viana, dan mempertahankan perusahaan.


"Kak Vi jahat, berkali-kali kita bertemu di pameran tapi kak Vi menghindari Reva, menjadi seorang desainer muda, berbakat, dan sebagai pembisnis Reva telan semuanya demi bisa muncul di TV, dari dalam sampai luar Negeri, dari lokal sampai internasional Reva lewati demi menemukan kak Vi, tapi apa balasan kak Vi terus bersembunyi dan menghindari Reva."


"Panjang banget ceramahnya, jadi sekarang sedang meluapkan emosi. Allah belum mengizinkan kita bertemu Va, kak Vi juga bangga sama kamu." Viana duduk di samping Reva sambil merangkulnya.

__ADS_1


"Masalahnya sampai saat ini Reva belum bisa menaklukkan hati Om Bima, bantuin! pokoknya tahun ini Reva harus menikah."


"Ngebet banget, biasannya laki-laki yang semangat tapi ini perempuan. Udah pengen enak-enak ya." Viana tertawa melihat Reva yang sudah nyegir.


"Kak Vi sudah 5tahun tidak naik ranjang, rasanya rindu berat. Apalagi Reva yang sudah 23tahun kak, udah karatan nanti tidak bisa dibuka lagi. Nantinya sia-sia! Reva dan Viana tertawa kuat, hanya Jum yang geleng-geleng kepala.


"Tapi jika Om Bima tahu kamu taruhan, bagaimana reaksinya ya?" Jum memandangi Reva dan Viana tajam.


"Kamu taruhan Reva!" Viana langsung bangkit berdiri.


"Awalnya, tapi uangnya sudah Reva balikan. Soalnya Reva benar udah love love." Wajah manyun Reva membuat Viana dan Jum menghela nafas.


"Bantuin Reva ya! udah lima tahun, pokonya tahun ini Reva harus naik pelaminan."


"Oke kita bantuin, Karena kamu juga sudah menjaga Hubby!" Viana sangat mengenal Bima yang sebenarnya pasti juga suka Reva, hanya perlu membuatnya mengaku saja.


"Kak Vi, bantuin Reva urus perusahaan VCLO, Reva capek butuh ketenangan. Mulai besok Reva cuti dan akan mengembalikan semuanya ke kak Vi."


"Siapa suruh kabur- kaburam, kak Vi tidak tahu banyak musuh Reva, belum lagi mantan istri Om Bima.


***


Langkah kaki wanita cantik dan juga masih muda keluar dari VCLO, Reva masuk ke mobilnya dan melajukan kearah restoran berbintang untuk bertemu rekan kerjanya, dan membahas beberapa proyek kerja sama.


Reva masuk restoran dan menuju ruang yang sudah di booking, disana sudah ada beberapa orang yang menunggu Reva, Reva tersenyum dan menyapa sambil meminta maaf karena terlambat.


Setelah 1 jam membahas pekerjaan, dan juga makan siang, semuanya kembali ke kantor Masing-masing, hanya Reva yang masih sibuk menyusun beberapa laporan juga merapikan desain bajunya.


Saat keluar dari ruangannya, Reva melihat Bima masuk ke dalam ruangan lain, jiwa kepo Reva bangkit dia langsung melangkah mendekati pintu dan membuka sedikit tirai dan melihat Bima bersama seorang wanita cantik dan juga anak kecil berusia 10tahun.


"Bima! aku minta maaf soal masa lalu, tapi maukah kamu memberikan kesempatan kedua, kasihan putri kita dia butuh kamu juga aku. Kita kembali lagi dan memulai dari nol." Ucap Britania sambil menangis.

__ADS_1


Reva langsung membuka pintu terkejut dan melihat mereka langsung memasang wajah kaget dan meminta maaf, dia pikir ruangan teman-temannya dan langsung menutup kembali melangkah pergi.


Bima yang melihat Reva langsung menghela nafas tapi tetap tidak mengejarnya. Reva berlari keluar dengan berlinang air mata dan cepat membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor Ivan yang menjalankan cabang dari LOVER.


Reva berlari menggunakan kacamata hitam, dan langsung mengejutkan Ivan yang sedang bersama wanita lagi enak-enak, kekasih Ivan sama kagetnya melihat wanita mendobrak pintu.


"Ivan! om Bima mau rujuk sama mantan istrinya." Reva menangis histeris dan langsung berlari memeluk Ivan tanpa perduli dengan kekasih Ivan yang sudah cemberut.


"Udah diam, Lo menangis lelaki yang memang belum jadi milik Lo, berhentilah mengejar cinta Om Bima kalian berbeda jauh."


Ivan membiarkan Reva menangis di dadanya, sedangkan tangan Ivan menepuk punggung Reva yang masih menangis, satunya lagi menggenggam tangan kekasihnya yang matanya sudah berkaca-kaca menahan cemburu.


"Udah! kalian lanjut pacaran, gue mau cari kak Vi."


Reva melangkah keluar meninggalkan Ivan yang langsung berperang, dengan kekasihnya yang berakhir dengan kandas.


"Aisshhh... kemarin Septi menangis patah hati gue yang menderita, sekarang Reva gue diputusin, memang punya sahabat perempuan ribetnya masa Allah jadi jomblo abadi gue."


***


Bima mulai tidak konsentrasi, Brit bicara banyak hal mencoba mendekati lagi putrinya tapi Windy malah mengantuk, sedangkan pikiran Bima ada pada Reva.


"Reva! kamu jangan salah paham, saya tidak akan pernah kembali ke masalalu." Batin Bima dalam hati.


***


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA READER


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA

__ADS_1


***


__ADS_2