MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 PESTA PERNIKAHAN


__ADS_3

Mata Steven terbuka melihat dirinya yang tidur di lantai menatap ke atas ranjang sudah penuh oleh lima perempuan, Windy memeluk Winda erat.


"Astaga, kenapa mereka bisa ada di sini?" Steven memijit pelipisnya.


Kaki Vira langsung menendang, Steven langsung mundur membenarkan tidur Vira agar tidak jatuh.


Perlahan Steven melepaskan pelukan Winda, mengangkat tubuh Windy meletakkannya di atas sofa.


Stev membenarkan tidur empat wanita yang sama cantiknya, nakalnya, baiknya.


"Ay, kenapa mereka ada di sini?"


Stev meletakan telunjuk dibibir agar tidak menggangu tidur anak-anak yang kelelahan, Stev memeluk pinggang Windy menciumnya lama.


"Kamu mandi dulu sayang, nantinya make up di kamar sebelah."


Mandi di sana saja." Windy dan Steven melangkah keluar meninggalkan kamar.


"Ay duluan mandinya, Windy mencari Mami dulu memberitahu jika Vira dan twins tidur di kamar.


Suara tangisan Jum terdengar, Windy dan Steven langsung mendekati.


"Ada apa Mami?"


"Anak-anak hilang, CCTV sudah dicek semua mereka tidak tertangkap kamera pergi ke mana?" Reva duduk dengan wajah panik.


"Mencari Vira, Winda, Bella dan Billa Mam?"


"Siapa lagi Stev jika bukan mereka, empat anak nakal yang membuat jantungan."


Windy dan Steven saling pandang, tersenyum lucu melihat seluruh orang tidak bisa beristirahat karena mencari empat bocah.


"Mami mereka sedang tidur di kamar Windy, Steven mereka singkirkan sampai tidur di lantai." Stev tersenyum.


Jum, Reva dan Viana langsung berlari ke kamar Windy, melihat empat gadis cantik tidur mengorok sambil berpelukan.


"Astaghfirullah, sabar Reva sabar mungkin kamu terlalu nakal sampai memiliki putri mengalahkan kenakalan lelaki." Reva mengusap dadanya.


Steven dan Windy langsung pindah kamar, Windy mandi lebih dulu karena akan segera di make up.


Tata rias sudah masuk kamar melihat Windy yang terlihat segar karena baru sudah mandi dan beristirahat, Steven sedang mandi menyegarkan tubuhnya.


Selesai mandi kamar sudah ramai, karena ada Reva dan Viana. Jum juga sibuk mengomel karena Bisma yang bertemu mantan pacarnya.


"Stev, kamu nanti menggunakan baju pengantin soalnya masih lama."


"Iya bunda, Stev juga ingin bersantai sebentar." Stev duduk di ranjang, menghidupkan laptopnya.


"Mami Stev keluar dulu." Steven melangkah keluar menemui Saka yang memanggilnya.

__ADS_1


Keduanya mengobrol santai sambil melihat kesibukan di bawah karena pesta akan diadakan sangat meriah, tawa Steven dan Saka terdengar menjalankan rencana Saka yang membuat Stev merasa lucu.


"Permisi kak Stev, masih ingat kita?"


"Maaf, aku sedikit lupa."


"Sahabatnya Windy saat SMA, kamar Windy di mana soalnya ingin memberikan kado."


"Kamu lurus saja, nanti ada kamar yang paling berisik di sanalah kamarnya."


"Kamar malam pertama di mana? Indah ingin meletakkan kado di sana."


"Aku juga tidak tahu di mana kamarnya." Steven menatap Saka.


Indah langsung melangkah pergi, tatapan Saka tajam langsung ingin mengejar indah, tapi Steven melarangnya.


"Mungkin dia akan membuat masalah Stev."


"Masalahnya jika kamu meninggalkan aku, akan ada wanita lain yang datang. Dia hanya orang yang memancing kamu menjauh."


Saka tersenyum melihat sekeliling, Stev memberikan ponselnya mendapatkan peringatkan dari Wildan jika jangan sendirian.


"Siapa yang ingin menganggu pesta kalian?"


"Mungkin teman lama Windy, atau orang yang syirik."


Steven mengangkat kedua bahunya, karena Stev yakin keamanan sangat terjaga.


***


Tamu mulai berdatangan, suasana hotel ramai. Steven sudah turun lebih dulu bersama Bima menyambut tamu yang bukan orang sembarang.


Bima juga meminta Wildan, dan Tian bergabung untuk memperkenalkan menantu dan putra Bramasta yang akan menjalin hubungan baik dengan para pebisnis di beberapa negara.


Steven sudah cukup terkenal sepak terjangnya di dunia hukum, dia pengacara yang sangat sulit memilih kasus, setiap kasus yang Stev selesai pastikan kasus berat.


Banyak perusahaan yang berharap suatu hari Steven menerima kerjasama, tapi tidak ada yang bisa mengubah pendirian Stev yang tidak tertarik membela orang yang berkuasa, karena Steven tidak ingin menerima suap.


Banyak kehebohan terjadi, kemunculan banyak putri petinggi menatap kagum terhadap Steven yang ramah, bicaranya juga sangat nyambung dalam segi apapun.


Semua orang berteriak menatap Windy yang berjalan menggunakan gaun cantik, menggunakan mahkota, rambutnya disanggul.


Steven tidak berkedip melihat istrinya yang cantiknya luar biasa, senyuman Steven terlihat melangkah menyambut tangan Windy yang langsung menggenggam tangan suaminya.


"Cantiknya ratuku." Stev berbisik ditelinga Windy yang membuatnya tersenyum malu.


Keduanya berjalan ke arah pelaminan, menatap orang yang tersenyum melihat keduanya yang sangat serasi.


Keluarga juga naik ke pelaminan menyambut tamu, pembicaraan hangat saat melihat raja dan ratu berjalan bersama.

__ADS_1


Windy tersenyum menatap kakak kandungnya yang memeluknya erat, Athala menahan air mata mendoakan Windy selalu bahagia.


Karena gelarnya Atha tidak bisa keluar masuk hotel dengan bebas, harus ada penjagaan ketat apalagi ada putra mahkota.


"Stev bahagiakan adikku, dia keluarga aku satu-satunya."


Wilo juga memeluk Windy sambil menangis karena baru bisa bertemu, kebahagiaan Windy menjadi kebahagiaan banyak orang yang mengetahui perjuangan Windy menanti Steven.


Pernikahan putri Bramasta disiarkan di seluruh media, bahkan status Windy adik raja Cana juga tersorot media. Kemewahan pernikahan Windy juga menjadi pernikahan termewah pada akhir tahun.


Status Steven juga sebagai adik dari pengusaha yang meninggal kecelakaan juga menarik perhatian, belum satu jam banyak sekali ucapan selamat menempuh hidup baru untuk Steven Alvaro dan Windy Bramasta.


Bima merangkul Reva melihat tawa putrinya terlihat sangat bahagia, bertemu dengan teman-temannya yang mengucapkan selamat.


Windy tahu banyaknya orang yang mengagumi suami bulenya, tapi Stev tetap cuek membuat Windy tidak khawatir.


"Selesai sudah tugas dan janji Mami Windy, cinta, waktu, kasih sayang sudah Mami berikan, kamu harus bahagia sayang." Reva tersenyum.


"Terima kasih sayang, tanpa kamu belum tentu aku berhasil menjaganya."


"Reva tahu, jadi harus ingat Reva wanita terbaik, menyesal tidak mengenal Reva."


"Istriku terbaik." Bima menghapus air mata Reva yang sangat menyayangi Windy.


"Awas saja Stev membuatnya menangis, Rev patahkan tulang belulangnya."


Bima memeluk istrinya yang sangat kehilangan, padahal Windy masih bersama mereka.


Steven merangkul pinggang Windy, mencium hidungnya saat sedang di potret. Teriak histeris Ravi terdengar meminta Windy melemparkan bunga.


"Bersiaplah, Windy akan melemparkan bunga. Semoga yang menerimanya segera menyusul."


"Amin." Teriak banyak orang.


Ravi, Erik, Tian, Saka, Ghina, Winda, Vira, Winda, Bella juga ikut berkumpul bersama banyak wanita dan pria lajang lainnya.


"Tolong anak di bawah umur segera menyingkir." Windy meminta Winda, Bella dan Vira menyingkir.


Windy dan Steven menggenggam bunga, berjalan bersama mendekati Ghina yang menolak untuk rebutan bunga.


"I Will you marry me." Steven dan Windy tersenyum memberikan bunga yang langsung diterima.


Saka berdiri di belakang Steven, berlutut menyiapkan cincin lamaran. Stev merangkul Windy menyingkir membiarkan Saka mengungkapkan rasa cintanya.


Steven tersenyum menatap Saka yang menjadi orang paling setia disisi-nya, walaupun tingkah, sikap Saka berbeda dengan dirinya, tapi Stev yakin pria sejati saat sudah menemukan pilihan hati dia akan setia.


"Windy, mari kita menua bersama." Steven membisikkan kata cinta ditelinga Windy yang membuatnya tersenyum bahagia.


***

__ADS_1


__ADS_2