MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 RATU SINTA


__ADS_3

Keheningan terjadi, Steven fokus membaca laporan. Windy melihat wajah Raja Hanz, Ratu Mariam, neneknya, juga Ratu terdahulu ibundanya.


Windy menyentuh wajah ibundanya, mengatakan dalam hati jika dirinya baik-baik saja, dia hidup dengan baik menceritakan jika dia memiliki seorang Mami yang luar biasa, wanita hebat yang memeluknya hingga dewasa.


"Bunda, wajah kita mirip sekali. Kuasa Allah maha besar ya Bunda, Windy sudah pergi jauh, tapi wajah kita bagaikan jiplakan, mungkin sudah suratan Windy harus menghadapi semua ini, do'akan Windy agar bisa bertahan, hingga bahagia pada akhirnya." Windy mengusap air matanya.


Atha mendekati Windy, melihat Windy menyentuh Foto Ratu. Atha melihat foto ratu yang memang sangat mirip.


"Kamu rindu Ratu?"


"Tidak, Windy tidak bisa merindukannya, karena tidak mempunyai sedikitpun kenangan bersama. Windy terluka kak Atha mengetahui semua ini, ternyata aku bukan anaknya Papi dan Mami, jika Windy mendapatkan kesempatan, ingin lahir sebagai putri kandung Bima dan Reva, Windy ingin hanya menjadi putri mereka, sungguh tidak ingin terlibat dengan kerajaan." Windy menangis, Atha langsung memeluk Windy menangis bersama.


Atha berpikir hanya dirinya terluka, tapi ternyata Putri Anna juga terluka. Atha merasakan dadanya sesak, menangis meluapkan lukanya selama ini.


Steven terdiam melihat dua orang yang sedang berpelukan, Wilona meneteskan air matanya, egoisnya orang dewasa melukai hati Windy dan Atha.


"Win, kak Atha akan menjaga kamu. Kamu bisa hidup tenang bersama keluarga kamu." Atha menghapus air mata Windy.


"Terima kasih kak Atha, nanti Windy kenalkan dengan Papi dan Mami juga adik kembar Windy, satunya sangat dingin, pemarah, sedangkan yang kecil cerewet sekali." Windy mengusap air matanya.


"Iya, kak Atha ingin sekali melihat keluarga kamu."


"Siapa nama Ibunda Windy." Tangan Windy menyentuh foto yang berada di layar.


"Namanya sangat cantik, Ratu Sinta."


"Sinta, nama yang cantik, nanti anak kita perempuan namanya Sinta ya Om Steven." Windy tersenyum mendekati Steven yang menganggukkan kepalanya.


"Kalau cowok namanya setan." Saka tersenyum sambil membaca laporan terakhir.


"Ada hubungan apa kamu dan Om Stev?" Atha binggung melihat Windy sangat dekat, dia pikir Steven adiknya Ayah Windy, tapi ternyata kekasihnya.


"Mereka pacaran Atha, syarat menikah harus hafal jus." Vero tersenyum mengunyah buah-buahan.


"Ohhh hafalan jus." Atha menggaruk kepalanya.


"Win, bagaimana jika anak kalian laki-laki?"


"Emmhh siapa ya Om."

__ADS_1


"Terserah kamu Win, Om ikut semua yang kamu inginkan."


"Samuel panggilannya Sam." Windy tersenyum mencatat nama untuk anaknya.


"Jelek sekali, bagusan juga Wira artinya anak pemberani. Jangan diambil nanti anak aku namanya Wira." Vero tertawa membayangkan bayi laki-laki.


"Kalau cowok lebih bagus namanya berawalan huruf W, mengikuti kamu sayang." Steven mengusap rambut Windy.


"Siapa, Wira sudah diambil Vero? bagaimana kalau Wiliam?" Windy menatap Steven.


"Willian nama yang bagus, Wiliam dan Sinta." Steven memeluk Windy tersenyum.


"Jauh sekali pikiran kalian, masalah saja belum menemukan titik terang, bagaimana bisa mikirin anak?" Saka menutup berkasnya.


"Syirik saja, mimpi dulu tidak ada salahnya." Windy menatap tajam.


Vero hanya tertawa melangkah keluar, Windy juga keluar bersama Vero diikuti oleh Wilona.


Stev meminta Atha duduk, menceritakan ingatannya soal pertama datang ke istana.


Athala duduk menundukkan kepalanya, mengingat kejadian 17 tahun yang lalu. Atha saat itu berusia 3 tahun, tapi tidak mengetahui siapa Ayahnya, melihat orang memiliki Ayah harapan Atha hanya satu bisa memiliki Ayah, hidup bahagia.


Ibundanya mengatakan jika mereka akan bertemu Ayah di kerajaan, Atha sangat bahagia, dia bisa tinggal di kerajaan, menjadi seorang pangeran.


Saat tiba di dalam istana, ibunya masuk lebih dulu. Atha melihat seorang gadis cantik menangis sesenggukan melihat ibunya berlari meninggalkannya.


Wilona menangis melihat ibunya pergi meninggalkannya, Atha berusaha menenangkan Wilo, mengatakan jika ibunya pasti kembali, keduanya menjadi teman.


Saat Atha tiba di dalam sudah terjadi keributan, pertengkaran antara dua penerus Raja yang berselisih paham, karena kedua calon raja memperebutkan kekuasaan, Ratu langsung memutuskan penerusnya Ratu selanjutnya menantunya, seorang yatim piatu yang sudah dia anggap seperti anak kandung, istri dari Raja Hanz.


"Hanya itu batas yang aku ingat saat pertama datang."


"Calon Raja ada dua, pangeran Hanz dan siapa?" Saka melihat kembali laporannya.


"Tidak tahu, sejak hari itu pangeran satunya tidak terlihat, tidak berselang lama Ratu Sinta meninggal, satu tahun kemudian Raja Hanz naik tahta."


"Bagaimana kamu bisa menjadi putranya Raja Hanz?"


Atha diam, mengingat sejenak, dia pernah mempertanyakan dengan ibundanya, Ayah dan Bundanya sudah lama menikah di luar istana, memiliki dirinya. Selebihnya Atha tidak tahu?"

__ADS_1


Steven diam menatap Saka, masih menjadi pertanyaan hubungan Windy dan Atha.


***


Bagus tiba di negara yang terlihat sangat jaya, Glen sudah menunggu meminta Bagus segera masuk mobil, menunjukkan buku yang dia temukan di museum kerajaan sejarah soal turun temurun kerajaan.


Bagus melihat Raja Hanz yang megambil posisi calon Ratu Anna, di atas Anna ada satu Raja yang masih muda memimpin pada masa kelahiran Windy, dia adik raja sebelumnya yang mengambil alih kerajaan.


"Siapa dia?"


"Raja yang baru naik tahta, meninggalnya raja sebelum membuatnya menduduki posisi Raja, tapi tidak berselang lama dia juga meninggal karena sakit parah, jadi namanya tidak terkenal."


"Cukup lama proses Hanz naik tahta?"


"Iya, karena dia memiliki banyak istri, rakyat tidak menyukainya sebelum Hanz menunjukkan baktinya kepada rakyat."


Bagus mengangguk-anggukkan kepalanya, isi kerajaan yang cukup rumit.


"Putri Anna anaknya Hanz?"


"Menurut penuturan sejarah iya, tapi tidak tahu kenyataannya. Ghina juga berpikir jika Windy bukan anak Hanz, tapi Raja yang meninggal sebelum terkenal sebagai pengganti raja."


"Keluarga kerajaan yang cukup rumit, bagaimana istri Hanz bisa memiliki anak dari pamannya sendiri." Bagus menatap Glen yang juga menatap balik.


Mobil berhenti di pinggir jalan, pemikiran mereka sama, alasan mengapa putri Anna bisa menjadi penerus karena dia keturunan Raja, dia memiliki hak lebih besar daripada Hanz.


"Bagaimana cara aku mengabari Steven soal ini?"


"Steven sudah menduganya, dia yang meminta kami mencari sejarah Windy anak siapa? ingin memastikan hubungan Windy dengan pangeran Atha."


"Bagaimana hasilnya?"


"Belum tahu, Atha seperti makhluk tidak bernyawa, dia ada tapi namanya mati."


"Seharunya orangnya mati, tapi namanya terus hidup." Bagus mengacak rambut, kasihan dengan nasib Atha yang tidak diakui oleh kerajaan sendiri.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA, BIAR AUTOR SEMANGAT UP.


***


__ADS_2