MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 HADIAH PERNIKAHAN


__ADS_3

Pesta pernikahan diadakan besar-besaran, Mei melambaikan tangannya. Stev tersenyum melihat Mei bahagia, Mou juga tersenyum sambil makan cemilan.


"Mou bagaimana kamu bisa mengenal Can?"


"Aku dari bayi tinggal di hutan, nenek membawa Mama yang sedang bersedih. Hanya beberapa bulan, nenek meninggal." Mou tersenyum.


"Saat Can melahirkan bagaimana?"


"Melahirkan sendiri, Mou hanya menunggu Mama teriak kuat sampai Mei keluar."


Steven dan Windy saling pandang, mereka menatap bahagia untuk Can. Dia harus bahagia dengan semua pengorbanannya.


Windy menggenggam tangan Mei menciumnya, Mei harus menjadi wanita kuat, hebat seperti mamanya.


Mou Mei diminta naik pelaminan untuk berfoto, Mou langsung menggendong Mei melangkah mendekati Papa Mama.


Vero langsung menggendong Mei, Can langsung memeluk Mou tersenyum bahagia. Stev menahan air matanya, terharu melihat kebahagiaan Vero dan Can.


"Stev, Vero anak dua kamu kapan?" Saka tersenyum duduk di samping Stev sambil memakan kue.


"Do'akan secepatnya." Stev megambil makanan Saka.


"Tidak biasanya kamu memakan milik orang, sudah berubah sekarang?" Saka terheran-heran.


"Kalian keluarga aku." Stev tersenyum, Saka langsung memeluk erat.


"I love you Steven."


"Najis." Steven tertawa bersama Saka.


"Satu hal yang paling aku rindukan Stev."


"Apa?"


"Berkerja sama menangkap penjahat, sejak kamu menghilang hidup seorang Saka hampa, tidak bermakna. Di tambah lagi Bagus menikah lebih hampa lagi, seakan-akan aku makhluk tidak terlihat karena kesepian."


"Lebay Saka, Windy ingin muntah."


"Bukannya apartemen kamu rusuh."


"Ay, kamu belum mendengar kabar soal Saka, dia dipaksa balik ke rumah. Om Sam menikah lagi, isterinya seumuran Ay hanya beda satu tahun dari Saka." Windy tertawa mengejek Saka.


"What? kemarin aku bertemu tapi tidak membahas istrinya Paman Sam."


Steven, Windy Saka terdiam melihat seorang wanita cantik menghampiri Saka bersama Ghina, kecantikan Ghina bersaing dengan calon ibu mertua.


"Siapa sayang." Stev berbisik ke Windy.


"Saka mana kunci mobil Mommy, kamu membawa mobil tidak izin." Ghina mengomel.


Saka mengeluarkan kunci mobil Mommy, tapi ditolak.


"Mommy duduk di sini boleh? menunggu Daddy sedang berbicara dengan keluarga Bramasta."


"Silahkan Mom." Saka mempersilahkan.

__ADS_1


"Hallo Tante, perkenalkan aku Stev."


"Hai Stev, Daddy Saka sering bercerita tentang kamu."


Steven menatap Windy banyak hal yang terjadi tidak dia ketahui, Saka akan memiliki adik lagi setelah berusia 30 tahun lebih.


"Paman Sam." Steven memeluk.


"Bagaimana kaki kamu Stev, cepat kembali ke perusahaan."


"Siap paman, selamat juga untuk pernikahan juga kehamilan Tante ini, Mommy Saka."


"Terima kasih Stev, akhirnya Saka memiliki adik agar dia tidak keluyuran lagi, diminta menikah mengundur terus."


"Apa sangkut pautnya menikah, punya adik dan keluyuran?"


"Kamu akan memiliki adik perempuan, berhenti banyak tingkah, menjaga adik perempuan itu sulit."


"Kenapa juga pilih perempuan coba laki saja? tukar sana." Saka melindungi kepalanya sebelum dipukul.


Steven tertawa bersama yang lainnya, Saka memang tidak bisa diam.


"Daddy bisa tidak anak dua saja, Saka sama adik kecil. Jujur Daddy Saka malu." Saka cemberut.


"Iya, dengan syarat kamu harus menikah dan segera memiliki anak." Paman Sam menepuk pundak Saka.


Tatapan mata Saka tajam, langsung berdiri menarik Ghina yang sedang mengobrol dengan pria. Saka tersenyum ternyata teman satu kantornya.


"Apa Saka?"


Saka cuek saja melangkah pergi, Ghina sudah melepaskan sepatu ingin melemparnya.


"Paman tahu, kamu anak baik Stev pantas banyak orang yang menyayangi dan mencintai kamu." Paman Sam merangkul Steven.


Suara MC memanggil seluruh keluarga untuk berkumpul, Steven meminta Paman Sam dan istrinya bergabung. Steven sudah menganggap Paman Sam Ayahnya sendirian.


Kepopuleran Vero sebagai seorang pebisnis membuatnya masuk berita, hampir seluruh media menunjukkan kabar bahagia Vero direktur utama Sve menikah, didampingi oleh CEO kakaknya sendiri bersama banyaknya keluarga terpandang.


Banyak tamu undangan dari kalangan atas turut hadir, sekalian mencari kesempatan untuk bertemu Bima, Rama, Bisma dan banyak pengusaha lainnya.


Acara pernikahan Vero juga dihadiri keluarga kerajaan, banyak orang menunduk menyambut Raja Athala dan Ratu Wilona bersama putra mahkota.


***


Acara selesai, Steven dan seluruh keluarga memilih untuk pulang karena keesokkan harinya ada kejutan untuk Vero dan Can.


Can tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan putrinya, Vero langsung memasukkan pakaian ke koper untuk pulang setelah sholat subuh.


Matahari belum muncul, Saka binggung melihat rumahnya sangat ramai mobil, bahkan tidak bisa lewat.


"Ada apa? mungkin kita belum bisa pindah ke sini."


"Tidak mungkin aku sudah memastikan, rumah sudah selesai."


Vero mendorong gerbang, Can langsung tersenyum melihat seluruh keluarga ada di depan rumah.

__ADS_1


"kalian ada apa? kenapa mobil di depan gerbang kita tidak bisa lewat." Vero mengerutkan keningnya.


"Salah sendiri cepat sekali pulangnya, kita jadinya buru-buru langsung membuang seluruh mobil." Saka tertawa.


Mei langsung berlari memeluk Vero, senyum Vero terlihat menatap dua mobil mewah impiannya.


Satu dari Bisma, satuannya lagi Rama. Bima memberikan map saham yang bernilai fantastis atas nama Citra Cantika.


"Kenapa nama Citra?"


"Karena dia juga harus memiliki aset agar bisa kembali ke posisinya."


Reva memberikan surat pengurusan dokumen penting Can, mengembalikan gelarnya, membersihkan nama baik Can.


Air mata Can menetes memeluk Reva erat mengucapkan terima kasih.


"Kamu harus bahagia, jika Vero nakal aku akan terbang ke sini membuat Vero kehilangan segalanya."


"Terima kasih kak Bima Reva, Rama Viana, kak Jum dan kak Bisma juga, terutama Kak Stev dan Windy terima kasih banyak, seluruh keluarga terimakasih sudah menerima Can dan anak-anak Can dengan baik."


"Orang baik akan mendapatkan balasan kebaikan juga." Jum menghapus air mata Can.


"Ada satu lagi kejutan." Stev melangkah ke samping rumah.


Steven membeli lahan dua kali lipat dari mansion Vero, rumahnya yang luas semakin luas.


Steven membuka gerbang samping, anak-anak langsung berlari melihat kebun binatang. Can langsung melihat banyaknya burung yang ada di hutan, bahkan sepasang harimau.


Can teriak bahagia melihat Maung yang tidak sendirian tapi memiliki dua pasangan, Can langsung memeluk erat Vero karena sangat bahagia.


"Terima kasih."


"Semua ini kak Stev yang melakukan karena Vero tidak punya uang, semua uang milik kak Stev."


"Terima kasih kak Stev Can sangat bahagia."


Steven merangkul Vero, mengacak rambut adiknya. Bukan hanya Can dan Vero yang bahagia tapi Mou dan Mei juga.


Suara teriakan kuat terdengar, Winda berlari bersama Vira dan Bella kencang keluar dari gerbang karena dikejar burung besar.


Seluruh orang tertawa, anak nakal yang selalu membawa masalah.


Mereka muncul lagi membawa pentungan penjaga gerbang, Mou langsung melotot melarang menyakiti.


"Tunggu seperti ada yang kurang?"


"Apa?" tanya seluruh orang menahan tawa.


Ikan Winda mana?"


Steven dan Windy menghela nafas, meminta Mou menunjukkan.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA BIAR AUTOR SEMANGAT UP


***


__ADS_2