MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
TANTE CANTIK


__ADS_3

Terjadi perdebatan antara Bima dan Reva, nada bicara Reva yang tinggi membuat Windy menutup telinganya. Bima menghela nafasnya mendengar Reva yang bicara tanpa rem, berdebat dengan Reva hanya cari mati. Bima memutuskan untuk diam membiarkan Reva mengomelinya, Windy hanya tersenyum melihat wajah Reva yang tidak asing.


Lelah mengomel Reva langsung diam, dia memutuskan untuk pergi ke LN, dan tidak tertarik lagi untuk bertahan, mata Reva berpindah menatap tajam Windy.


"Windy disini dukung Tante, Tante jangan pergi."


"Windy! kamu harus tahu mencintai sangat mudah yang sulit menjalani, mungkin papi kamu berpikir saya hanya akan mencintai dia, tidak akan pernah bisa menerima kamu, aku sangat mengerti."


"Maafkan Windy,"


"Aku sudah menyerah,"


Tangisannya Windy langsung pecah, dia memeluk Bima dari belakang.


"Papi maafkan Windy, Windy menjadi penghalang Papi dan wanita yang Papi cintai, Windy tidak mau tinggal sama Bunda, tapi Windy juga tidak mau papi tidak bahagia."


"Windy kamu harta Papi yang paling berharga, Papi tidak akan membiarkan Windy kembali ke Bunda. Selamanya Windy akan tetap bersama Papi, Windy sumber kebahagiaan Papi."


"Wooyy, drama banget kayak film Korea, pakai nangis-nangis segala, om jika Windy harta om, Reva apa om? gantungan kunci ya."


Mendengar ucapan Reva Windy yang tadinya menangis langsung tertawa cekikikan, Reva langsung menatap sinis Windy tapi kini Windy tidak takut lagi, karena wajah Reva tidak galak tapi mengemaskan.


"Muka gue lucu ya, perasaan gak ada orang yang takut sama gue," Reva melihat wajahnya di kaca dekat Bima, membuat Bima tersenyum.


"Om, wajah aku mengemaskan ya," Reva langsung lupa jika berapa menit yang lalu dia sedang marah.


"Ya, kamu cantik, lucu, mengemaskan, pekerja keras, baik, tulus, dan sangat menyayangi keluarga, saya merasa terlalu beruntung jika dicintai wanita seistimewa kamu."


"Iya ya, aku yang tidak beruntung, jatuh cinta sama laki-laki tua." Suaranya sengaja dikeraskan dan ditekan.


"Mami, Papi usianya saja yang tua, tapi masih tampan, gagah, pekerja keras, baik, banyak duit, papi juga banyak bisnis."


"Kamu sedang jadi Mak comblang atau mau jual Papi kamu."


"Tapi Windy benarkah."


"Emhhh..., iya aduiii kayaknya enak ya berada di pelukan papi." Reva tersenyum sambil memukul pelan Windy yang juga dibalas oleh Windy dan mereka tertawa bersama.


Dalam sekejap Reva lupa jika dia memutuskan untuk pergi, memutuskan untuk menyerah. Sekarang Reva tertawa terbahak-bahak melucu bersama Windy, Bima hanya menjadi nyamuk yang menjadi supir mereka berdua.

__ADS_1


Bima tidak menyangka Reva hanya bereaksi sesantai ini, dia berpikir Reva tidak akan menerima Windy, tapi nyatanya Reva bisa membuat Windy tertawa lepas dan terlihat memiliki teman.


"Windy sayang, kamu terlihat bahagia. Kamu lupa ya sama Tante, lima tahun yang lalu kita bertemu dan saling menyapa. Takdir memang unik mempertemukan kita tidak melalui Bima, tapi kita sudah berjumpa sebelum aku mengejar cintanya." Batin Reva dalam hatinya.


"Mami Reva mengingatkan Windy dengan Tante cantik, tapi penampilan Tante cantik sangat sederhana tapi Mami sangat modis, Tante sangat lembut tapi Mami sangat cerewet." Batin Windy sambil memandangi wajah Reva.


Bima kembali ke rumahnya, Reva diminta turun tapi menolak. Dia masih ada urusan dan akan mampir jika ada waktu.


"Nak Reva!" seorang ibu yang membuka gerbang menyapa Reva, senyum Reva mengembang langsung keluar dan menyapa.


"Apa kabar Bu?" Reva menyambut jabatan tangan.


"Baik! kamu semakin cantik, ibu sering lihat kamu di tv, kamu sekarang sudah menjadi orang hebat."


"Alhamdulillah Bu, Reva sama seperti dulu. Hanya gadis biasa."


"Maaf Bu, kenal Reva di mana?" Bima melihat kedekatan keduanya.


"Mbak Reva, temannya non Windy, lima tahun yang lalu pernah main ke sini."


"Tante cantik! Windy sudah menduga mengenali Tante tapi penampilan Tante sudah berbeda. Tega sekali Tante tidak pernah datang lagi." Windy memeluk Reva dengan erat, tangan Reva mengelus rambut Windy.


"Tante cukup melihat kamu bahagia, pertemuan kita yang tidak sengaja, Tante anggap hiasan perjalanan yang harus Tante lewati, tapi tidak menyangka jika kamu putrinya Om Bima."


"Ya kami saling mengenal, sebelum Reva dekat Om Bima, tapi tahu Windy putri Om saat kalian makan di restoran dulu."


Selesai menyapa dan berbasa-basi Reva memutuskan untuk pergi, Windy masih menahan Reva tapi membiarkan pergi karena Reva berjanji akan datang lagi, dan akan bermain bersama Windy karena dia harus mulai berjuang lagi.


***


Reva tiba di VCLO, dia awalnya memutuskan untuk mengundurkan diri tapi tidak jadi, dia masih harus mengalahkan Ririn. 2tahun Reva berjuang melawannya, dan tanpa dosa dia mempererat hubungan dengan LOVER membuat Reva sulit menjatuhkannya.


Viana juga berada di kantor menyapa sahabatnya, mereka tertawa dan langsung berpelukan kembali melepaskan rindu, sampai pintu terbuka kuat dan dibanting membuat semuanya kaget.


"Reva!"


"Sorry ganggu, gue gak jadi mengundurkan diri, gue masih ingin berjuang "


Clara dan Sisi menghela nafas melihat Reva yang bucin akut, dan akhirnya memutuskan keluar meninggalkan Viana dan Reva.

__ADS_1


"Bagaimana? mas Bima kembali ke Brit."


"Enggak, anaknya Brit ternyata tinggal bersama Bima,"


"Reva perjalanan hubungan Lo dan Bima gak bakal mulus seperti paha amoy, Britania pasti akan hadir menggunakan anaknya untuk menyingkirkan Lo."


"Aku juga berpikir hal yang sama, tapi Reva akan membuat Papi mau berjuang bersama Reva."


"Papi! najis Reva, belum jadi suami Lo udah lebay parah, sekarang fokuslah kita harus melawan Ririn di peluncuran produk berikutnya."


"Baik boss."


"Reva! perusahaan siapa di atas kita,"


"LOVER!"


"Jadi kita kalah dari LOVER,"


"Ya, perusahaan Rama bersaing kuat dengan perusahaan Abi nya Ririn."


"Baiklah kita ikut daftar dalam pertandingannya ini, semangat mengalahkan LOVER."


"Lo mau melawan perusahaan suami Lo sendiri."


Viana hanya tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya, memberikan kode."


Viana dan Reva bergabung menyatukan kemampuan mereka menyiapkan pertempuran melawan Ririn yang di dukung kuat oleh perusahaan yang berkembang pesat di Indonesia.


Viana bukannya tidak tahu siapa Abi Ririn, bisnisnya tidak murni hasil sebuah perjuangan, tapi ada bantuan dan dunia gelap, tapi keputusan Viana mengakhiri keterlibatan sudah bulat demi Rama dan Ravi.


Dipertengahan peluncuran, Reva yang mempunyai bakat yang sudah terlatih membuat tim Ririn kewalahan, bahkan Ririn menyatakan kekalahannya, dan memberikan selamat ke Reva. Dari sisi lain Viana yang licik juga berhasil menjatuhkan saham Ririn yang berani menggoda suaminya.


Dua pimpinan VCLO bisa dengan mudah menghancurkan siapa saja, walaupun mereka sosok wanita yang hobi ngibah tapi soal perusahaan, mereka tidak pernah main-main.


***


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE

__ADS_1


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA


***


__ADS_2