MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 KEMBALI


__ADS_3

Semua mata menatap ke arah Windy, memperlihatkan hasil DNA, dia dan raja Hanz sedarah. Windy dan Atha saudara kandung berlainan ibu, hanya saja tidak ada yang mengetahui siapa ibunya Atha.


Keheningan juga terjadi, Atha melihat sekeliling tidak melihat seseorang yang selalu mendampinginya.


"Di mana Wilona?" Atha memanggil Wilona yang memang tidak terlihat.


Windy juga langsung berdiri mencari Wilona, dia memang tidak berkabar sudah seharian.


"Om, Wilo di mana?" Windy menarik lengan Steven meminta jawaban.


Windy memukul Saka mempertanyakan di mana Wilona, Glen dan Bagus juga diam tidak ada yang menjawab Windy.


"Kak Ghina di mana Wilona?" Windy menatap penuh permohonan.


Ghina menatap Steven, Wilona sudah tertangkap oleh pihak kerajaan, dia dibawa kembali secara paksa. Menjadi tawanan juga mendapatkan tuduhan pengawal yang berkhianat seperti ibunya. Wilo akan dihukum mati karena kejahatannya.


Atha terdiam, Windy juga terdiam kehabisan kata-kata.


"Kapan dia tertangkap?"


"Kemarin, saat kembali dari kampus. Kebetulan dia tidak bersama Atha dan kamu, jadi keberadaan kalian berdua masih terjaga." Tangan Stev mengusap punggung Windy untuk tenang.


"Om, jangan biarkan Wilona menjadi korbannya Om, dia tidak bersalah. Jangan karena kehidupan Windy banyak korban jiwa."


Steven melihat Atha yang sedih, Stev sudah menyusun rencana untuk berkunjung ke kerajaan dengan dua jalan, satu dia akan berkunjung sebagai pebisnis yang ingin bekerja sama, jalan satunya Stev akan berkunjung sebagai seseorang yang menantang kerajaan dengan membawa bukti.


Stev sebenarnya masih binggung soal Raja Hanz, dia yang tertekan atau dia berpura-pura tertekan. Orang lemah bukan karena dia tidak berdaya, dia mengumpulkan seluruh energinya menyerang, Stev tidak ingin rencananya gagal total.


Berada di kerajaan bukan kekuasaan Stev, dia tidak ingin menjadi mainan di sana, jadi sebelum mengantarkan nyawa harus tahu siapa lawan sebenarnya.


"Aku akan kembali lebih dulu?" Atha langsung berdiri.


"Jangan, kamu hanya akan menjadi pengkhianatan jika kembali tanpa persiapan." Stev menahan Atha, kembali duduk untuk membicarakan dengan yang lainnya.


Steven memilih berdiam diri di dalam kamarnya, melihat foto pengawal yang berdiri di belakang Raja Hanz. Segala cara sudah Stev lakukan, tapi tidak ada satupun data tentang pengawal, dia menjadi pengawal setia setiap Raja, turun temurun.

__ADS_1


Athala mengetuk pintu, langsung masuk duduk di samping Stev menatap foto Raja Hanz. Atha tidak mengerti pusat perhatian Steven di mana.


"Atha, siapa pengawal kerajaan para Raja secara turun-temurun."


Pengawal Raja sudah kehilangan keturunan pada masa kakeknya, saat adik Raja naik tahta, dia dikawal oleh orang yang sekarang sudah mengawal Raja Hanz.


Sedangkan untuk pengawal Ratu keturunan mereka sisa satu, Wilona. Dia satu-satunya penerus dari turun temurun pengawal Ratu, tapi Ratu Mariam menolak Wilona, dia ingin Wilo mencari putri untuk menjaganya.


Steven menghubungi sekretarisnya, mengirimkan foto mencari ke segala penjuru tempat melakukan operasi plastik. Stev sangat mencurigai pengawal Raja.


Atha melihat ke arah pengawal, langsung mendekati goresan yang tidak asing.


"Om Stev mempunyai rekaman pembunuh yang Ibunda Ratu sembunyikan?"


"Dari mana kamu tahu jika di dalam kotak ada rekaman pembunuh?" Steven menatap tajam Athala.


"Ayahanda pernah mengatakannya, jika aku melihat sebuah rekaman, jangan percaya, dia bukan pelaku."


Steven mengeluarkan ponselnya, menayangkan saat perebutan kekuasaan. Raja Hans menarik pedang, menebas leher Raja.


"Tidak mungkin Ibunda Ratu yang mengendalikan Ayahanda, dia tidak mungkin masih hidup wajah mereka sangat berbeda?" Atha menggelengkan kepalanya, tidak percaya jika sosok ibu baginya seorang pengkhianatan.


"Raja masih hidup mengendalikan Raja yang sekarang."


Steven tersenyum meminta Atha tenang, mereka semua akan berangkat ke sana mengakhiri cerita panjang tidak berujung.


Atha langsung memeluk Steve mengucapkan banyak terima kasih, Atha juga lelah selama 17 tahun hidup dalam kegelapan, setidaknya Atha ingin tahu siapa ibu kandungnya.


Steven menepuk punggung Atha, memintanya untuk kuat, berjuang bersama untuk mengakhiri cerita kerajaan yang penuh misteri.


Bagus berdiri di depan pintu, membawa sebuah map meminta Steven membacanya. Dugaan Steven benar, Ratu orang yang menyelamatkan Raja, dia melakukan operasi plastik juga melakukan perawatan selama satu tahun.


Alasan mengapa kematiannya tidak pernah diumumkan, karena keberadaan menghilang. Semua orang di kerajaan mengetahuinya tubuh Raja dibuang di lautan, tidak ada yang boleh mengetahui keberadaannya.


Bukan hanya dirinya yang menghilang, bahkan namanya juga dihilangkan. Catatan sebenarnya Raja Hanz penerus ayahandanya, buku yang berada di tangan Steven hanyalah sampah yang sudah disingkirkan.

__ADS_1


Steven keluar melihat Saka masih asik tidur, Atha ingin membangunkan, tapi dilarang oleh Stev. Saka seseorang yang sangat cerdas, dia bisa berpikir dengan cepat, bahkan dalam satu bulan tubuhnya bisa tidak sama sekali tidur jika ada misi, tapi setelah misi selesai dia akan menjadi putra tidur.


"Apa keputusan kamu Stev?" Saka membuka matanya, menatap Ghina yang juga menatapnya.


"Aku meminta kamu membuka jalan, kita akan berkunjung ke sana dalam bisnis."


"Hubungin wanita ini, dia pelayan Ratu."


"Bagaimana kamu bisa mengenal wanita kejam di sisi Ratu?" Ghina menatap Saka.


"Ghin jangan memandang seseorang dari apa yang hanya satu kali pertemuan, dia tidak sekejam yang kamu bayangkan."


"Siapa dia Saka?"


"Mantan kekasih, wanita yang pernah aku temui saat masih muda, dia alasan mengapa aku menjadi seorang polisi, sekalipun keluarga aku menantang."


"Kenapa dia bisa bersama Ratu?"


"Dia seorang perawat, mungkin ada hubungannya dengan Raja yang dihilangkan."


Steven tersenyum meminta Ghina yang menghubungi, tapi langsung Ghina menolak. Akhirnya Atha yang langsung menghubunginya, memanggil dengan sebutan Bib.


Cukup lama Atha berbicara, menangis sesenggukan berbicara berdua. Windy mendekati Atha memeluk kakak kandungnya yang sedang bersedih harus melawan ibu yang membesarkannya.


Bib meminta pangeran Atha dan putri Anna berhati-hati, lawan mereka orang yang kejam dan memiliki dendam besar.


Kehancuran kerajaan bukan hanya soal perebutan tahta, tapi juga karena cinta. Kisah cinta berakhir tragis menutup mata dan hati.


Seadanya cinta Ratu Sinta dan adik Raja mendapatkan restu tidak mungkin terjadi perpecahan, hanya demi menuruti keinginan ibu suri Sinta meninggalkan cintanya, menikahi Hanz dan mengandung anak Hanz, tapi perlakuan Hanz yang kejam, tidak mengakui anaknya, menuduh Sinta selingkuh, bermain wanita, membuat masalah semakin besar.


Bukan hanya ratu Sinta yang kehilangan cinta, tapi Raja Hanz juga kehilangan cintanya, wanita yang selalu dia rindukan.


Windy dan Atha meneteskan air mata, ingin segera mengakhiri semua masalah soal kerajaan. Ingin tahu soal keluarga mereka agar bisa hidup damai.


***

__ADS_1


__ADS_2