MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 BERKUMPUL


__ADS_3

Langkah kaki Steven terhenti saat melihat seseorang yang cekikikan berjalan menuju lift, Bagus langsung tertawa kuat melihat Steven yang takut dengan Jeni.


"Mas Bagus, ayo masuk." Jeni melambaikan tangannya, Bagus menarik lengan Stev untuk segera masuk ke dalam lift.


"Jijik banget masuk ke apartemen Saka, kita bisa tidak bertemu di apartemen gue." Steven mengaruk kepalanya.


Jeni tersenyum menatap Stev, berdiri di samping Stev yang berdiri diam. Mengabaikan Jen yang terus menarik bajunya. Bagus sudah menutup mulutnya menahan tawa.


Saat lift terbuka, Stev langsung melangkah cepat ke apartemen Saka, Bagus mengejar Stev yang langkahnya seperti dikejar hantu.


"Stev santai."


"Diam!"


Bagus langsung membuka kode, pintu terbuka Steven masuk, Bagus menutupi pintu kaget melihat sesuatu yang dipandang Steven.


"Saka! polisi gila." Steven menggelengkan kepalanya, Bagus sudah tertawa sambil duduk di lantai.


Saka langsung berdiri membersihkan bibirnya, perempuan yang bersama Saka langsung berdiri tanpa busana mencari bajunya.


Steven memalingkan pandangannya, langsung menuju balkon kamar, Bagus tidak berhenti tertawa melihat ulah teman-temannya.


Saka meminta pacarnya keluar, memakai bajunya langsung melangkah mendekati Steven. Bagus membawa minum.


"Minum dulu Ka, ludah sudah habis kebanyakan menghisap." Bagus menahan tawanya.


Saka hanya tersenyum saja, mengambil minum meneguk sampai habis. Steven melihat ke bawah, wanita yang bersama Saka terlihat dari rambutnya yang berwarna merah, menggunakan mobil mewah.


"Siapa dia?" Steven melihat sampai mobil pergi jauh.


"Biasalah, putri yang salah didikan. Aku memanfaatkan dia untuk mendapatkan apa yang aku inginkan." Saka tersenyum sinis.


"Apa yang kamu dapatkan? merusak masa depan anak orang, tapi tidak memberikan kepastian." Steven melangkah masuk.

__ADS_1


"Kepastian hanya untuk wanita terhormat, dia yang datang mengantarkan diri, aku hanya menikmati apa yang dia berikan." Saka mengikuti Steven yang menatap kamar apartemen Saka yang mirip rumah hancur.


Stev tidak melihat ada yang istimewa, tapi ada sesuatu yang membuat Steven penasaran tidak mungkin orang hebat seperti Saka bisa berdiam diri di rumah yang super berantakan.


Tangan Stev memutar lampu hias yang terlihat kusam dan berdebu, sebuah ruangan terbuka di balik dinding sofa ruang tamu.


"Hebat juga ini Pengacara sombong, dia bisa mengetahui di sini ada ruangan rahasia." Saka tersenyum, menepuk punggung Bagus.


Di dalam ruangan pribadi Saka terlihat sangat rapi, bersih dan terawat. Pintu tertutup Saka mengeluarkan beberapa berkas yang dia dapatkan saat berpergian ke luar Negeri.


Bagus juga menjelaskan soal Tegar yang belum di ketahui keberadaannya, Bagus menemukan ponsel Tegar yang di temukan pemilik Restoran.


Saka mengambil ponsel langsung membukanya, sebuah pelacak yang sudah mati, Bagus yang mematikannya.


"Kita tidak bisa mundur lagi, mungkin sudah masuk daftar hitam mereka." Saka tersenyum.


Suara bel berbunyi, wajah tiga orang muncul Saka mengerutkan keningnya. Melihat tiga Pengacara bisa berada di depan apartemennya.


"Karena aku tidak mempercayai siapapun, bahkan diantara kita bertiga. Kalian berdua juga tahu, nyawa kita sudah diincar. Bagus sudah mendapatkan surat peringatan. Kita tidak punyak banyak waktu Saka."


"Kamu mempercayai pria tua yang menangani kasus Stevie, kamu sadar tidak Stev seluruh orang yang terlibat mati tragis, hanya ada 2 orang yang hidup Samuel dan Bima Bramasta." Saka memukul meja.


Bagus membukakan pintu mempersilahkan tiga orang masuk, Saka menatap tidak suka, Steven mempersilahkan duduk.


Glen menyentuh layar di depan meja, Saka langsung menahannya dan menyingkirkan Glen. Bagus meminta Saka tenang, mendengarkan penjelasan Steven.


"Saka, polisi mesum yang keluar masuk lubang. Sebentar lagi aku menjadi pengacara yang menuntut kamu, tersangka pelecehan."


"Hai Nona cantik, lakukanlah. Kamu bisa memenjarakan aku setelah kamu mengangkang di atas ranjang ku." Saka mencengkram lengan Ghina.


Steven meminta semuanya duduk, Glen orang kepercayaan Bima yang dia kirim untuk mengawasi Sam, sedangkan Celsi orang yang mengejar Angela, mereka memiliki masalah masa lalu, sedangkan Ghina Pengacara bermasalah, tapi di mata Stev wanita hebat.


Bima meminta Steven dan Glen bekerja sama, tapi tidak melibatkan Putrinya Windy. Membiarkan Windy sibuk di butiknya, tidak menggangu pekerjaan Stev juga menyelesaikan kasus Angela secepatnya.

__ADS_1


Saka menatap Glen dan Celsi, pantas saja dia tidak menemukan identitas asli keduanya, ternyata dua orang yang menyamar.


"Siapa Pak Samuel sebenarnya? aku pernah melihatnya bersama wanita ini, mereka pernah bertemu di negara sakura, juga siapa pria ini." Ghina melemparkan foto Angela dan Mikel.


"Ghina, dia Angela wanita yang membunuh Ibunya sendiri. Mengambil indentitas Ibunya, dia orang jahat yang banyak membunuh."


"Stev, semua orang juga tahu soal itu. Tidak ada yang perduli soal dirinya siapa, terpenting dia memberikan mereka banyak uang." Celsi tersenyum lucu.


"Kamu mengatakan mereka berarti para orang berpengaruh sengaja menyelamatkan dia, menjaga namanya. Dia tidak akan pernah bisa ditangkap karena orang yang memiliki gelar, jabatan ada di sisinya." Bagus menatap Celsi yang mengagukan kepalanya.


Celsi mengeluarkan seluruh kasus, banyak kejahatan yang dia tangkap, sekalipun mereka masuk ke dalam penjara, paling lama mendekam satu tahun. Setelahnya mereka bergabung kembali, menjadi lebih kuat lagi.


"Bagaimana cara kita menangkap Samuel? Kakek tua gila harta, tertangkapnya Renata juga sengaja dia lakukan demi melindungi namanya, Stev akan berhenti jika Rena tertangkap, dugaan mereka tepat."


"Dia akan menjadi orang terakhir yang kita tangkap, awasi beberapa posisi yang sudah kita tentukan, Angela akan berkunjung, bersama dengan Mikel untuk melihat pemakaman putri Mikel." Steven menunjukkan beberapa lokasi.


"Putri!" Saka dan Bagus kaget.


Steven menceritakan bayi yang kecelakaan bersama kakaknya, Putri Mikel. Anaknya bersama Britania dia berpikir putrinya bersama Brit, tapi ternyata bersama Bima, saat yang bersamaan Bima ada di luar negeri, putrinya dititipkan kepada Stevie karena masih dalam proses hukum perebutan hak asuh.


Kecelakaan yang Angela lakukan, juga membunuh bayi kecil yang tidak berdosa. Mikel tidak mengetahui jika penyebab kematian Putrinya isterinya sendiri, Angela menyalahkan Bima, sehingga Bima dan Mikel saling menjatuhkan sampai saat ini.


"Putrinya meninggal, lalu siapa Windy?" Glen menatap Steven.


"Kak Bima meminta kita menyelesaikan Angela, jangan sampai menyangkut pautkan dengan Windy."


Semuanya duduk diam, Mikel dan Angela hanya akan hancur jika kasus kecelakaan terbongkar. Angela membunuh dengan sengaja, jika Mikel tahu dia pasti akan mengamuk, masalah hanya satu, tidak ada saksi ataupun barang bukti untuk membuat Angela dan Mikel berselisih paham.


"Ada saksinya, ada juga buktinya. Kita tunggu mereka datang, saksinya Vero adiknya Steven, sedangkan bukti ada padaku." Ghina tersenyum manis.


Steven terdiam adiknya Vero menjadi saksi, sebenarnya Stev tidak ingin Vero terlibat, semuanya berjanji kepada Steven menjamin Vero akan baik-baik saja.


***

__ADS_1


__ADS_2