MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 RAJA BARU


__ADS_3

Dokter kerajaan langsung melakukan perawatan untuk Wilona, Atha menggenggam tangan Wilo, melihat luka ditubuh Wilona mengingatkan Atha kepada dirinya yang dulunya terluka di dalam kurungan.


Wilona satu-satunya orang yang menemuinya, mengobatinya, menyuapinya makan, merawat Atha sampai sembuh.


"Wil, maafkan aku yang tidak pernah bisa melindungi kamu, sedari dulu kamu yang selalu ada untuk aku. Maafkan aku Wil." Atha mengusap tangan Wilona.


"Bunda, Wilo ikut Bunda. Wilo takut di sini, sakit Bunda. Mengapa Bunda tega meninggalkan Wilo." Air mata Wilona menetes, terus mengigau.


Athala menjaga Wilona bersama Windy, Steven dan yang lainnya keluar.


Di luar istana sedang terjadi kekacauan, pemberitaan heboh dengan kabar ada seorang pangeran, juga kembali Ratu Sinta. Kejahatan yang dilakukan Raja Hanz, seluruh rakyat Cana meminta Raja turun tahta.


Raja Hanz dan ibu suri berdiri di atas podium, seluruh surat kabar diizinkan masuk. Suasana sore ribut meminta Raja menjelaskan semuanya.


Raja Hanz menundukkan kepalanya, meminta maaf kepada seluruh rakyat, dia bukan Raja yang baik bisa menjaga keluarga dan istana.


Steven menghubungi Glen untuk menayangkan persiapan mereka, inti dari masalah akan ditayangkan kepada seluruh rakyat.


Air mata Raja Hanz menetes, mengatakan jika dia mengundurkan diri dari tahtanya. Raja Hanz juga bersedia diusir dari kerajaan.


Saka memberikan kode jika layar sudah siap, Vero langsung menghidupkan siaran sejarah kerajaan.


Ayah Raja Hanz memiliki seorang adik bernama Firza, dia mengalami cacat sejak lahir, mimpi Firza hanya ingin menjadi Raja, tapi dengan keadaannya yang tidak sempurna membuatnya tidak bisa menduduki posisi Raja.


Pangeran Firza mencintai seorang wanita yang usianya terpaut jauh darinya, Putri Sinta. Putri yang dibesarkan oleh Ratu Arum dengan penuh cinta dan kasih sayang sama dengan pangeran Hanz.


Raja dan Ratu menjodohkan Sinta dan Hanz, Firza sakit hati dan tidak terima dengan pernikahan kedua keponakannya. Dia membunuh Raja dan memaksa ingin menjadi Raja.


Berkali-kali Firza meminta Sinta kembali padanya, tapi di tolak. Firza naik tahta mengantikan kakaknya, dia mengancam akan membunuh Hanz jika Sinta tidak balik kepadanya.


Hanz yang dari awal tidak mencintai Sinta, menjalin hubungan dengan pujaan hatinya, menikah secara diam-diam, sampai memiliki seorang putra.


Masalah kerajaan yang semakin kacau, juga kelahiran Anna yang menjadi keributan, menghilangkan putri, juga meninggalnya Sinta, sampai akhirnya bisa Raja Firza juga dianggap meninggal ditangan Raja Hanz.


Semuanya kejadian dirincikan, pangeran kembali ke kerajaan bersama babysistter Mariam. Raja Hanz terpaksa menikahi Mariam, juga menyiksa putranya.


Kehebohan terjadi saat kasus kejahatan yang ditanyakan, Raja Hanz kaget menatap Steven yang berdiri tersenyum dari arah yang berlainan bersama tim-nya.


Rakyat menangis histeris melihat penderita Raja Hanz dan ibu suri untuk bertahan, Raja Hanz siap menderita di kerajaan asalkan rakyatnya makmur, pesan terakhir dari ayahandanya.


Raja Hanz kehilangan keluarganya, Cinta, putra putrinya demi menjaga kerajaan rakyat Cana.

__ADS_1


Teriak histeris kebahagiaan juga terlihat, walaupun Ratu Sinta sudah tiada, masih ada putri Anna yang sangat cantik, juga pangeran Athala yang sangat tampan.


"Putri, pangeran."


"Putri Anna sudah berganti nama menjadi Putri Windy, dia Putri kerajaan Cana juga putri keluarga lain. Pangeran Athala akan naik takhta mengantikan Raja Cana."


Athala muncul bersama Windy, teriakan semakin ramai. Raja Hanz tersenyum melihat putra putrinya ada di hadapannya.


"Beri hormat kepada mereka." Ibu suri meminta Atha dan Windy maju.


"Wow, begini rasanya menjadi artis, banyak fans." Windy tersenyum melambaikan tangannya, satu tangannya masih memeluk lengan Atha.


"Pertama kalinya bagi Atha bisa melihat rakyat Cana seramai ini." Atha tersenyum melambaikan tangannya.


"Putri Anna."


"Windy, aku sekarang Windy, putri Ayahanda Hanz dari kerajaan Cana, juga putri Bima Bramasta pengusaha hebat dan terkenal. Ada yang kenal keluarga Bramasta?" Windy teriak kuat, semua orang menganggukkan kepalanya.


"Keluarga Bramasta memiliki bisnis hampir di seluruh negara, pemimpi mereka seorang pria yang baik." Pembuat berita teriak kuat, dia tahu banyak hal soal keluarga Bramasta.


"Betul, Windy putri utama, Paman Windy juga pemilik hampir seluruh perusahaan mobil mewah."


"Kenapa Windy belum selesai menceritakan seluruh keluarga Windy, bahkan Mami Windy juga belum diceritakan, dia seorang desainer hebat." Windy mengomel membuat seluruh orang yang mendengarnya tertawa.


Steven menepuk jidat, di manapun Windy berada selalu saja membuat heboh.


"Maafkan putri Windy." Atha meminta maaf kepada seluruh orang.


"Kenapa minta maaf? memangnya Windy salah apa. Baru saja dinobatkan menjadi Raja sudah memarahi Windy, belum tahu nanti kamu menjadi jomblo." Windy langsung memberikan hormat kepada seluruh orang, melangkah pergi, karena Athala tidak bisa diajak bercanda.


Suara gelak tawa masih belum berhenti, Atha juga tersenyum melihat adik cantiknya melangkah pergi mengunakan kacamatanya.


Windy melihat Wilona yang menggunakan kursi roda, suara ciri khas Windy mengomel terdengar bagaikan kicauan burung.


"Windy, terima kasih sudah memberikan canda dan tawa kembali terdengar."


"Ingat Wil, jangan pernah layanan calon Raja dia kakak durhaka, Windy belum selesai cerita, tapi dihentikan."


"Baik Tuan putri."


"Tuan, memangnya Windy punya kumis terlihat seperti Tuan." Mata Windy melotot mengomel tidak jelas.

__ADS_1


"Bunda, lihatlah mereka semua, Windy sudah tiba dari pagi, sekarang matahari sudah terbenam. Windy belum mandi, bahkan belum makan siang apalagi makan malam, ini penyiksaan." Windy memukuli tangan Atha yang memeluknya erat.


"Adikku sayang, kita bisa mengobrol bersama setelah keluarga besar Bramasta datang kesini."


"Apa?"


"Iya, Ayah mengudang seluruh keluarga Bramasta."


"Kenapa hanya Bramasta? ada keluarga Prasetya, keluarga besar Papa Ammar, keluarga Arsen."


Athala hanya tersenyum, langsung melangkah mendorong kursi roda Wilo, Windy masih mengomel sampai Steven menutup mulutnya.


"Windy, sebaiknya kamu mandi, sekarang kita aman berada di sini."


"Berarti kita tidak ke hotel, buang-buang uang bayar hotel."


"Tidak ada juga yang membayar hotel untuk menginap Win, kita sudah merencanakan untuk tidur di istana." Saka tersenyum memainkan alisnya.


"Ohhh, begitu. Ayo Om kita mandi."


"Windy!" semua orang teriak menatap Windy.


"Bercanda." Windy langsung melangkah pergi bersama neneknya.


Raja Hanz merangkul pundak Steven, mengucapkan terima kasih yang sangat besar. Setelah 17 tahun akhirnya Raja Hanz bisa tidur tenang. Tidak dihantui rasa bersalah kepada anak-anaknya, juga istrinya.


Steven juga mengucapkan terima kasih karena Raja Hanz mempercayai Steven, juga teman-temannya.


Raja Hanz juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Bima yang sudah membantu banyak hal, dia ingin sekali bertemu langsung dengan keluarga Bramasta.


Raja meminta Steven dan teman-temannya untuk menunju kamar, membersihkan diri, baru makan malam bersama.


Steven tersenyum mengikuti langkah Bib yang berbicara dengan Saka, Stev menatap Ghina yang tatapannya tajam, sedangkan Vero bergantung di tangan Stev.


"Kak Stev, masalah Windy akhirnya selesai, kak Stev sudah hafal jus belum."


"Iya Stev, bagaimana nasib jus." Saka langsung berbalik.


Steven memukul kuat kepala Vero dan Saka.


***

__ADS_1


__ADS_2