MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
HAPPY ENDING


__ADS_3

Mata Bima terpejam, saat terbuka wajah cantik istrinya yang masih terlelap selalu menjadi penenang, sumber kebahagiannya. Cinta Bima semakin lama semakin besar, tapi kening Bima langsung berkerut karena Reva tidak ada lagi di sisinya.


Cepat Bima mengambil bajunya yang berhamburan dan mengenakannya. Untuk pertama kalinya Bima kesiangan, selesai sholat subuh Bima tidak bisa menahan diri untuk meminta kenikmatan dari Reva dan sampai sudah waktu makan siang Bima baru bangun.


"Reva! Ayy kamu di mana?" Bima dengan rambut acak-acakan turun ke lantai bawah mencari istrinya.


"Siang Papi," Wildan langsung melewati Bima, melihat putranya yang membawa banyak sekali kantong plastik membuat Bima heran dan mengikutinya.


Ternyata Wildan mengurangi mainannya yang jarang dia gunakan untuk dibagikan ke panti asuhan, Bima langsung tersenyum, lari ke dalam ruangan anak-anak bermain. Bima terdiam di tempat melihat seorang wanita cantik berhijab, dia sedang menasehati gadis kecil yang sangat mirip dengan Bima dari segi wajahnya.


"Winda sayang, Mami selalu mengatakan di balik rezeki Winda ada rezeki orang lain."


"Winda tahu, tapi Mami Winda tidak suka barang Winda dipakai orang lain."


"kenapa, Winda masih membutuhkannya?"


"Pokoknya Winda tidak suka!"


"Baiklah jika Winda tidak suka, Mami tidak memaksa, karena yang Mami dan anak panti butuhkan bukan soal mainan, tapi keihklasan hati."


"Winda hanya takutnya, pemilik baru tidak menjaga sebaik Winda."


"Sayang, ada orang miskin ada juga yang kaya, ada yang pintar juga ada yang licik, ada yang jahat juga ada yang baik. Tugas Winda hanya perlu memperbaiki diri, ikhlaskan, jika Winda memberikan sesuatu bukan karena Winda tidak sayang, tapi karena Winda ingin membagi sedikit harta Winda. Selanjutnya, sudah menjadi pilihan dari orang yang menerimanya, dia ingin membawa ke dalam kebaikan atau keburukan. Orang yang menghargai, pasti akan menghormati pemberian orang lain."


"Iya Bunda, Winda ikhlas dalam hari Winda mendoakan apapun yang Winda berikan berkah untuk semuanya."


"Amin ya Allah, kabulkan doa baik putriku, jadikan Winda gadis baik yang suka bersedekah, tidak tamak, menghargai sesama dan menghormati semua orang."


"Amin, Mami cantik sekali menggunakan hijab, do'akan semoga kak Windy mendapatkan hidayah agar segera berhijab." Winda langsung berlari, bibir Windy yang sedang menyusun mainan langsung manyun.


"Mami, lihat Winda suka sekali menjahili Windy."


"Kemari sayang, peluk Mami."


Bima meneteskan air matanya, gadis ABG sekarang sudah menjadi ibu yang sangat sempurna di mata Bima.


"Istriku, surga duniaku, pertemukan kami ya Allah di surga mu, jadikan kami hamba yang taat dan bisa saling membimbing ke jalan yang engkau Ridha."


Bima berjalan mendekati Reva, dengan penuh kebahagiaan Bima memeluk Reva tanpa menghiraukan Windy dan twins W. Reva juga memeluk Bima dan menepuk pelan punggungnya.


Pelukan erat Bima membuat Windy panik, Winda sudah menangis. Wildan langsung berlari memisahkan kedua orangtuanya, Bima keheranan melihat tiga anaknya marah.


"Kenapa sayang?"

__ADS_1


"Papi jangan peluk Mami seperti itu, nanti Mami sesak nafas." Windy mewakili kedua adiknya yang langsung bergelantungan memeluk Reva.


"Tidak ada yang ingin memeluk Papi?" Winda dan Wildan langsung minta di gendong, Windy langsung naik ke punggung untuk minta digendong.


Reva langsung manyun karena tidak punya tempat, Bima meminta Reva memeluk dadanya. Reva memeluk hangat tubuh lelaki yang dia cintai, lelaki yang memberikan dirinya tiga anak, lelaki posesif yang sangat manja, lelaki sombong dan dingin tapi nafsunya akut.


"Cium," bisik Bima.


"Mami Papi!" teriak tiga bocah yang membuat Bima dan Reva tertawa bahagia.


"Ayo semuanya siap-siap kita berangkat ke rumah utama."


"Siap Papi!" teriak semuanya bersama.


***


Sesampainya di rumah utama Reva memajang foto keluarga kecilnya, Bima dan Reva duduk di kursi, Windy duduk di pinggir sofa samping Bima, Wildan duduk di samping Reva Sedangkan Winda berada di pangkuan Bima.


Reva juga melihat foto keluarga Viana, Rama berdiri memeluk pinggang Viana, Ravi berdiri di depan sambil merangkul Vira.


Di sebelah foto keluarga Vi terlihat juga foto bahagia keluarga Jum, mereka berfoto di atas kasur dengan menggunakan baju tidur kembar. Bisma tersenyum memeluk Jum, Tian duduk bersila, kedua adik kembarnya berbaring di pahanya sambil tersenyum bahagia.


Reva meneteskan air matanya sambil tersenyum, ada juga foto keluarga Ammar memeluk Septi dan Septi memeluk Erik.


Ada foto Ivan dengan Tya yang sama-sama memeluk Sasha.


Reva berjalan memasuki area foto anak-anak dari saat lahir, foto persahabatan Reva, foto Bima dan Rama juga Bisma dan lainnya, foto pernikahan Reva, Vi, Jum, Septi Tya, dan masih banyak lagi.


"Tidak terasa mbak Reva, semoga nanti anak-anak kita bisa akur, menjaga perkumpulan kita, walaupun kita terus tua dan kembali kepada yang maha kuasa."


"Amin kak Jum, Reva juga berharap mereka bisa harmonis dan menjaga rumah ini menjadi tempat mereka semua kembali dan kesibukan masing-masing."


"Hari ini kita ada acara apa?"


"Kak Vi yang menentukan, semoga saja kita tidak makan mie hari ini, bisa berlipat perut Reva." Tawa Reva dan Jum kuat, Viana yang baru datang menatap sinis.


"Ayo kita berdandan!"


"Acara apa kak Vi?"


"Foto keluarga, hari ini kita full personil."


Seluruh perempuan sibuk berdandan, sedangkan para pria sibuk berfoto, anak-anak juga sudah berfoto. Baru giliran per keluarga mengambil foto sampai akhirnya foto bersama.

__ADS_1


"Mommy, kita juga ingin foto berpasangan." Vira menarik Tian untuk berdiri di tengah, di sampingnya ada Bella sebelah lagi Erik, di samping Erik ada Billa keempat di minta duduk.


Vira menarik Ravi berdiri di belakang, di samping kanan Winda dan kiri Sasha ketiganya di minta sedikit berjongkok, agar Wildan dan dirinya terlihat, Vira juga menggunakan kursi kecil untuknya dan Wildan.


Teriak Vira untuk memotret terdengar, senyum beberapa bocah terlihat tapi foto terakhir membuat, Jum, Viana, Septi dan Reva menutup mulut, sedangkan Rama, Bisma, Ammar dan Bima melotot kaget.


Tukang fotografer tersenyum, di saat yang bersamaan, Vira mencium pipi Wildan membuatnya melotot, Bella mencium pipi Tian, sedangkan Billa mencium pipi Erik membuat dua pria yang duduk di tengah terkejut, hanya Ravi yang menjulurkan lidahnya, sedangkan Winda dan Sasha bersamaan memonyongkan bibirnya, tanpa mengerti yang terjadi dengan tiga pasangan.


Viana dan Reva saling pandang dan tertawa, Jum dan Septi juga menepuk jidat.


Semuanya berdiri kagum melihat bingkai foto yang sangat besar, lebih besar dari foto pernikahan Bima Reva kado dari Viana Rama.


"Foto ini membuktikan jika kita semua keluarga, kita bahagia karena kita bersama." Bima memeluk pundak Reva.


"Terima kasih semuanya, akhir dari cerita hidup Reva yang mengejar cinta Om Duren berakhir happy ending." Reva tersenyum melihat foto dihadapannya, cinta karena taruhan, perjuangan panjang, akhirnya berujung.


***


END....


***


TERIMA KASIH YANG SUDAH MEMBACA MENGEJAR CINTA OM DUREN, AKHIRNYA KITA TAMAT DAN SAMPAI BERTEMU KEMBALI.


SILAHKAN MAMPIR KE KARYA LAINNYA.


*SUAMIKU MASIH ABG( VIANA RAMA DAN SEASON 2 RAVI KASIH.)


*BIANKA DAN MAFIA KEJAM.


KLIK PROFIL AUTHOR DAN TEMUKAN JUDULNYA.


***


JIKA KALIAN BERTANYA SEASON 2 KEMUNGKINAN ADA TAPI BELUM TAHU KAPAN UP, YANG PASTI AKAN ADA EKSTRA PART UNTUK WINDY YA.


PENASARAN TIDAK KISAH WINDY, SIAPA JODOH WINDY, NANTI AUTHOR CERITAKAN.


JADI TETAP HARUS MASUK FAVORIT YA, BIAR KALIAN TIDAK KETINGGALAN UP SELANJUTNYA.


***


TERIMA KASIH SEMUANYA 💛💛💛

__ADS_1


FOLLOW IG VHIAAZAIRA


***


__ADS_2