MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 PENGACARA


__ADS_3

Mobil Steven tiba di Bandara, supir Steven langsung memberikan salam, Stev tersenyum memberikan uang taksi, memintanya kembali dan mengawasi Mansion.


Stev membawa mobilnya menuju kantor, sepanjang perjalanan Stev melihat cuaca yang cerah, nyaman dan tenang.


"Kak Steven akan memberikan keadilan, kak Vie tenang, bahagia di surga. Steven sudah mengikhlaskan kakak, berpikir bukan untuk balas dendam, tapi menghentikan kejahatan mereka." Steven tersenyum melewati jalanan.


Sampai di perusahaan Steven langsung masuk, di sambut oleh beberapa orang yang pangkatnya di bawah Stev.


"Steven, akhirnya kamu pulang juga. Enak bisa liburan bebas, pergi tanpa izin masuk sesuka hati kamu." Atasan Steven menjitak kepala Stev.


"Iya maaf, Stev hanya ingin menenangkan diri."


Banyak orang yang menatap Steven iri yang melihat Stev bebas, bahkan bisa memilih kasus sesuai keinginan. Tidak ada yang tahu jika Stev, orang yang berpengaruh juga mempunyai hak yang besar, hanya beberapa orang yang mengetahui status Stev.


"Stev, bukannya kasus kecelakaan kakak kamu sudah ditutup lama, kenapa sekarang diungkit kembali?"


"Paman Sam, Stev hanya ingin menghukum orang yang seharusnya dihukum. Mereka merusak dunia, moral dan agama." Stev tersenyum masuk ke dalam ruangannya bersama Paman Sam.


Stev menerima semua laporan yang Paman Sam terima dari sahabatnya yang meninggal mengurus kasus Stevie, tidak ada data penting yang tertinggal, bukti sebenarnya sudah dilenyapkan.


Beberapa Pengacara yang menangani kasus perusahaan besar yang mengalami korupsi, pencucian uang, penyeludupan senjata, bahkan obat-obatan berkumpul.


Stev tersenyum melihat banyak orang yang tidak menyukainya turut hadir, terlihat juga ekspresi wajah yang tidak peduli dengan ucapan Steven.


"Kalian tahu tidak perusahaan yang sudah berdiri lama, juga memiliki banyak pengacara hebat, milik siapa?" Paman Sam menatap seluruh Pengacara yang duduk diam.


"Milik Negara, kita digaji oleh Negara."


"Kalian salah, Perusahaan ini milik seseorang yang tidak pernah menunjukkan identitasnya, orang yang kalian anggap semena-mena, meremehkannya, tidak menyukainya yang memilih kasus. Pemiliknya Steven Alvaro, dia menyerahkan atas nama Negara melindungi namanya, bekerja sebagai orang normal, tapi kali ini Stev membutuhkan kita semua." Paman Sam menatap Steven, juga yang lain nampak kaget.

__ADS_1


"Aku tidak minta banyak, kalian bebas mengundurkan diri jika merasa tidak nyaman. Aku ingin kalian menyelidiki ulang, setiap kasus terberat yang kalian tangani, kasus yang kalian anggap seharusnya dihukum berat." Stev berdiri menghidupkan layar di depannya, memberikan contoh kasus Renata.


Semua orang kaget, Renata ternyata bukan hanya seorang pembela, tapi dia juga seorang pengusaha yang memegang perusahaan cukup besar.


Rena sudah ditahan, hukumannya berapa lama dalam proses pengadilan, dia mungkin akan dihukum puluhan tahun, mungkin juga seumur hidup. Pengacara yang membantu Rena seorang Pengacara dari luar, ada seseorang yang kuat di balik Rena.


"Sebenarnya siapa yang sedang kamu selidiki Stev? bukan soal Rena atau perusahaannya, kamu mencari orang lain yang mungkin ada sangkut pautnya." Celsi tersenyum melihat Stev yang berbelit-belit.


"Kamu tahu aku sedang berbelit-belit, aku membutuhkan bantuan kalian untuk menemukan beberapa orang berpengaruh yang sulit disentuh oleh hukum."


Beberapa orang mengabaikan Stev, tidak mempercayai ucapan Paman Sam, juga ucapan Stev. Steven duduk memiliki banyak pengacara, tapi tidak berguna, mereka hanya datang pulang dan menerima gaji, hanya sedikit orang yang bertanggung jawab atas tugas.


"Stev, orang hebat dia orang yang ingin berjuang, mengakui kalah, juga menerima kritikan, dia yang pernah jatuh, menerima jalan yang sulit bukan hanya peduli soal gaji." Celsi melangkah keluar.


"Aku juga tidak perduli siapa kamu, tapi yang pasti aku mengagumi kehebatan kamu, tapi tidak menyukai cara kerja kamu yang semena-mena." Glen tersenyum sinis langsung melangkah pergi.


Stev tersenyum menatap Paman Sam, dia menemukan beberapa orang yang bermasalah, juga berpengalaman di dalam kantor. Stev sengaja mengumpulkan semua orang, mengatakan kepada semua orang, tapi pasti tidak akan ada yang percaya.


Lebih banyak yang tidak menyukai Stev daripada yang suka, sikap Stev yang suka memilih kasus membuat banyak pengacara lain kesal.


Dalam satu bulan Stev hanya menyelesaikan satu kasus, sisanya dia tidak pernah terlihat, hanya muncul saat persidangan. Paman Sam orang yang selalu menghandle pekerjaan Stev.


Stev mengirimkan video pertemuan dengan beberapa pengacara kepada Saka, senyum Saka langsung terlihat. Ternyata wanita sinting yang baru saja pindah di wilayah apartemennya seorang pengacara yang bermasalah.


Penyelidikan tentang beberapa pengacara yang mungkin mengetahui orang yang sudah menghancurkan bukti di kantor beberapa tahun yang lalu. Paman Sam pernah menyelidiki ulang kasus, tapi hampir mati saat mengalami kecelakaan dan koma selama 1 tahun.


Seluruh bukti langsung lenyap, sebelum polisi menyelidiki semuanya. Stev tidak ingin kejadian pada masa kakaknya, masa Paman Sam terulang kembali.


Stev langsung pamitan untuk pergi ke apartemen Saka, sebelumnya Stev harus menemui Bagus terlebih dahulu. Dia sedang menyelidiki keberadaan Tegar yang sudah dikabarkan meninggal.

__ADS_1


Saka melihat Glen mengikutinya dari belakang, tapi langkah Glen terhenti saat kekasihnya datang untuk menjemput pulang. Stev hanya tersenyum mengabaikan Glen.


Mobil Stev melaju dengan kecepatan tinggi, Bagus sudah mengabari Stev keberadaannya, langsung menuju sebuah hotel, menunggu sebentar barulah Bagus masuk dan tersenyum melihat Stev, meminta Stev langsung menemui Saka.


"Bagaimana soal Tegar?" Stev menatap Bagus yang tersenyum.


"Dia menghilang saat berada di sebuah Restoran, seluruh CCTV mati, sehingga jejak Tegar menghilang."


"Tegar di culik?" Steven menghembuskannya nafasnya.


"Bukan, dia sengaja menghilang. Positifnya demi menghilangkan jejak, buruknya berkhianat. Aku yakin dia tidak diculik." Bagus menatap keluar jendela.


"Bagaimana dengan Pengacara yang mungkin terlibat, aku yakin kamu kesulitan, karena terlalu banyak yang tidak menyukai kamu." Bagus langsung tertawa.


"Mereka hanya berpura-pura saja tidak suka, tapi sebenarnya mengagumi aku dalam diam." Stev tersenyum.


"Stev, kita harus berhati-hati, jangan sampai seperti orang sebelumnya. Mati tanpa bisa membuktikan apapun." Bagus menatap tajam Steven.


"Aku tahu, karena itu aku membutuhkan lebih banyak orang untuk terlibat. Aku tidak ingin bekerja diam-diam, tapi menantang secara terang-terangan." Steven tersenyum sinis.


"Kamu tahu kenapa aku memutuskan kerja sama, karena kamu licik Stev, banyak orang yang terkecoh oleh kelicikan kamu. Jika kamu dipandang pengacara yang hebat, mereka salah kamu Pengacara licik." Lengan Stev ditonjok kuat.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA


***

__ADS_1


__ADS_2