MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 AMUKAN WINDY


__ADS_3

Saka menatap Firza dan Mariam yang terus berdebat, puluhan pengawal hanya berdiam mereka tidak ada yang berani menyerang.


Saka sudah memberikan ancaman jika semua yang terjadi sudah terekam, dengan mudah juga Saka langsung menayangkan secara siaran langsung.


"Stev, harus kita apakan mereka?" mata Saka menatap tajam ke arah Mariam.


"Biarkan saja, mereka akan mengungkapkannya sendiri."


Perdebatan terus terdengar, Mariam tertawa kuat, mengatakan jika semua yang Steven katakan benar.


Sebenarnya Sinta bunuh diri karena Firza selalu memaksanya untuk mengkhianati Hanz, Mariam yang mengantarkan racun untuk Sinta, dia meminumnya secara sukarela.


Steven dan Saka kaget, permainan mereka benar. Tebakan soal kepergian Ratu Sinta tepat, Ratu Mariam orang baik yang sebenarnya penjahat sesungguhnya.


Raja Firza juga kaget mendengar pengakuan Ratu Mariam, pembunuhan pengawal putri, pengawal Raja semua kekacauan memang Ratu Mariam rencana untuk menghancurkan Hanz dan Firza.


"Selama 17 tahun aku bertahan, aku tidak akan gagal, langkah aku sedikit lagi agar menjadi Ratu sesungguhnya."


"Wanita kurang ajar." Raja Firza ingin memukul.


Ratu Mariam melempar Raja Firza dengan cairan berbahaya, teriakan Raja Firza kuat, langsung tertunduk memegang matanya yang panas, bahkan mengeluarkan darah.


Stev menatap lucu, Saka menggelengkan kepalanya lelaki tua yang bodoh, bisa dikalahkan oleh wanita yang notabenenya di bawah laki-laki.


"Lucu Stev, aku tidak pernah membayangkan bisa menyusut kasus soal kerajaan. Setelah ini sepertinya aku harus meniti hidupku." Saka tersenyum menatap Mariam yang licik.


"Kalian berdua, jangan harap kalian menang. Penjaga bunuh mereka semua." Ratu Mariam memberikan perintah.


Raja Hanz keluar, mendekati Steven dan Saka menatap Ratu Mariam yang tersenyum sinis. Raja Hanz berdiri di depan seluruh pasukan, meminta semuanya tunduk, jika tidak Raja Hanz akan memenjarakan semuanya, jika tidak ada yang mendengarkan seluruh keluarga juga akan masuk ke dalam penjara.


"Raja Hanz, tidak ada yang akan mendengarkan ucapan kamu." Ratu Mariam meminta seluruh penjaga menangkap pemberontak termasuk Raja Hanz dan Firza.


Steven tertawa kecil, seluruh penjaga, pengawal kerajaan tidak ada yang taat juga mengabdi kepada negara, mereka akan berpihak kepada yang paling kuat saat ini.


"Kalian semua tidak pantas menjadi penjaga keamanan, juga ketentraman kerajaan, jadi jika Raja Hanz mengizinkan boleh kami orang luar yang megambil tindakan." Steven tersenyum menatap keluar istana.


Seluruh pasukan sudah berkumpul, kerajaan yang mewah, tentram dan damai sudah rusak tergantikan oleh orang-orang yang hanya mencari keuntungan.

__ADS_1


Kehidupan semuanya sama, baik dalam kerajaan atau di luar kerajaan, orang licik pasti menang melawan orang pintar.


"Bertindaklah Stev, saya Raja kingdom Cana memberikan izin kepada kamu mengambil tindakan, setelah ini aku akan mengundurkan diri menjadi Raja, mengakui seluruh kesalahan kepada keluarga dan rakyat kingdom Cana."


Steven menghubungi Vero untuk bertindak sekarang, Ratu Mariam langsung melangkah mengambil pedang berlari ke arah Stev.


Saka teriak kuat, Steven berbalik, menahan pedang yang ingin ditancapkan ke perutnya. Saka langsung berlari menghentikan Ratu Mariam, Raja Hanz meminta tim medis kerajaan untuk melihat tangan Steven.


"Aku baik-baik saja."


"Putri Anna akan semakin membenci aku jika kamu terluka." Raja Hanz menutup luka Steven, darahnya menetes.


"Bukannya setiap perang pasti ada yang terluka, Steven sudah biasa menghadapi orang yang ingin menyingkirkan aku karena kalah. Bukan hanya di kerajaan yang kejam, duniaku juga kejam. Bertahanlah sedikit lagi, agar putra Puri kingdom Cana bisa hidup bebas." Steven menepuk tangan Raja Hanz yang menggenggam tangannya.


Seluruh kepolisian pemerintah mengepung kerajaan, seluruh penjaga ditahan, ditangkap. Kekacauan terjadi banyak yang melarikan diri, salah satunya Raja Firza dan Ratu Mariam.


Saka memang membiarkan, karena mereka tidak akan bisa keluar jauh dari kerajaan, walaupun berhasil keluar, hidup mereka akan penuh kesulitan.


Di dalam ruangan, Windy melihat banyaknya orang yang berlarian, suara tembakan juga terdengar Atha langsung berlari keluar mencari Raja Hanz, tersenyum melihat Steven menjaga Raja Hanz.


Kepala kepolisian tersenyum melihat Saka, pengawal pribadi Ratu Mariam, sebenarnya seorang detektif yang sudah lama menyamar, mengumpulkan banyak bukti.


"Apa kabar mantan pacarku Bib?" Saka memeluk Bib yang sudah lama menghilang, tidak pernah disangka berada di kerajaan Cana.


Saat Bagus berkunjung, dia mengenali Bib karena pernah melihat foto lama Saka bersama wanita cantik.


"Apa kabar Saka? aku berharap kamu sudah mati."


"Mulut kamu minta disteril, seharusnya kamu mengucapkan terima kasih karena kedatangan kami membebaskan kamu, jika tanpa kami, kamu bisa jadi nenek-nenek terus mendampingi Ratu Mariam."


Bib tersenyum, Saka masih orang yang sama, selalu santai dalam menghadapi segala hal.


Teriak Ratu Mariam terdengar, dia bersumpah akan melakukan balas dendam. Membunuh seluruh keturunan Raja.


"Lepaskan, kalian semua harus mati."


"Lebih baik pikirkan nasib kamu, semuanya tidak akan berakhir dengan mudah." Steven tersenyum mempersilahkan membawa Mariam.

__ADS_1


Bib menatap Raja Hanz, dia juga tidak menyangka jika raja Hanz sebenarnya selama ini bertahan untuk menutupi keberadaan putrinya, melindungi agar tidak ditemukan.


Bahkan Raja Hanz menyakiti Atha agar dia melarikan diri dari kerajaan, juga pernah membuat ibunya pergi dari istana agar keluarganya selamat.


"Aku akan mengumumkan kejahatan yang sudah aku lakukan, terutama menutupi keberadaan putri, menyiksa Pangeran." Hanz merasa dirinya sama seperti Firza dan Mariam.


"Ayah tidak bersalah, mereka yang salah sudah membuat Ayah menjadi orang jahat." Atha memeluk Ayahnya.


"Atha, maafkan Ayah yang tidak bisa melindungi ibu kamu, dia juga meninggal karena kebodohan Ayah, Ratu Sinta juga meninggal karena Ayah, kalian berdua menderita karena Ayah."


"Tidak Ayah, Atha dan Windy kembali bukan demi kerajaan, kedatangan kami ingin menyelamatkan Ayah, kita mulai semuanya dari awal. Athala tidak memiliki ibu, setidaknya Atha punya Ayah." Air mata Athala menetes.


Suara teriakan Windy terdengar, Steven langsung berlari ke arah Windy, tatapan mata Windy tajam keluar dari ruangan.


Matanya melihat ke arah tangan Steven, Stev menyembunyikan tangannya meminta Windy tetap di dalam.


"Tangan."


"Kenapa marah-marah? kamu lebih mengerikan dari Ratu Mariam." Steven mengusap rambut Windy memintanya tenang.


Windy bukannya mendengarkan, tapi langsung berlari mencari Ratu Mariam, mengambil pedang, membuat semua orang teriak.


"Windy!" Saka teriak mengejarnya.


Steven langsung berlari, Atha, Raja Hanz, Bib langsung berlari mengejar Windy yang ingin membalas Mariam.


"Marian!" Windy berlari menjambak rambut Mariam.


Seluruh aparat menghentikan Windy untuk melepaskan Mariam, menjauhkan pedangnya.


Windy memukuli Mariam, bahkan tidak ada yang bisa menghentikannya, Stev meminta Windy istighfar, Papi Windy pasti marah jika Windy membunuh Mariam.


"Perempuan iblis, kamu yang memberikan racun kepada ibu, kamu juga melukai Om Stev." Windy mengumpat kasar, semua orang mundur, takut melihat Windy.


Mariam jatuh pingsan, rambutnya berantakan, tubuhnya penuh luka. Bahkan sampai mengeluarkan darah dari mulut, Windy lebih mengerikan dari Maminya Reva.


***

__ADS_1


__ADS_2