
Steven tersenyum melihat Windy bersama Vero sudah ditahan, bodyguard Mikel meminta Steven menyingkir.
Wajah Mikel langsung mendadak pucat, puluhan polisi sudah datang. Glen menghubungi seluruh polisi, sebelum penyerang Glen sudah membongkar kasus penyuapan beberapa aparat yang terlibat, bahkan pemimpin Negera juga mendapatkan panggilan, beberapa Pengacara, Kepolisian, Hakim Jaksa yang terlibat juga sudah ditahan.
Pemimpin perusahaan besar dan terkenal juga sudah ditahan, seluruh surat-menyurat di sita, puluhan orang terlibat dalam pengurusan keuangan Negara sudah dipanggil semua atas tuduhan korupsi bahkan pencucian uang.
Steven tersenyum menatap Mikel, sejak awal Stev dan tim mengincar para petinggi yang terlibat, Mikel hanya pancingan agar semua orang keluar kadang.
Bukan hanya kejahatan Angela yang terbongkar, tapi kejahatan Mikel juga. Siang malam Steven dan yang lainnya bekerja, bahkan tidak tidur, makan saja tidak teratur.
"Kalian tidak bisa lari lagi, mungkin banyak orang tidak jujur di dunia ini, tapi bukan tidak mungkin orang yang kalian anggap remeh, memiliki kekuatan yang hebat, kecerdasan dan kemampuan tidak hanya mengutamakan kekuasaan." Steven melangkah pergi, tangan Mikel sudah di borgol.
Saka berdiri di depan Angela, langsung menarik kedua tangan Angela memasangkan borgol. Seluruh penembak jitu milik Angela sudah ditukar, bodyguard Angela dan Mikel sudah dilumpuhkan, semuanya bergerak dengan cepat.
"Aku tidak akan pernah masuk penjara." Angela menatap Saka tajam.
"Maaf cantik, tapi sekarang kamu sudah menjadi tersangka, tidak ada lagi orang yang bisa kamu jadikan kambing hitam." Saka menepuk pelan wajah Angela.
"lepaskan!" teriakan Angela kuat, Saka menutup telinganya sambil tertawa.
Saka memerintah anak buahnya untuk membawa Angela, Mikel juga sudah diseret ke dalam mobil polisi.
"Semua karena kebodohan kamu Angela, di mana kehebatan orang kepercayaan kamu? dia bisa tidak mengetahui rencana Steven sebesar ini."
"Kamu aki tua yang hanya tahu bercinta, seharusnya kamu diam saja, membiarkan kamu bertindak, putri sialan kamu yang membuat aku dalam masalah."
"Lebih baik kalian diam!"
"Khawatir saja diri kamu sendiri Mikel, mereka tidak akan berhenti sampai di sini."
"Sialan, aku tidak akan pernah membusuk di penjara, Samuel akan menyelamatkan aku."
"Percuma dia juga sudah ditahan, kalian tidak akan ada yang lolos." Polisi tersenyum melihat keterkejutan Mikel dan Angela.
__ADS_1
***
Steven langsung berlari menuju ke tempat Windy, Stev melihat Celsi mengarahkan senjata di kepala Windy, membawa Windy mundur untuk menyelamatkannya.
Puluhan polisi sudah mengepung, meminta Celsi menurunkan senjatanya. Vero juga menatap wajah Windy yang gagal menjaganya.
"Lepaskan Windy, biarkan aku menjadi tawanan kamu." Vero meminta dirinya ditukar dengan Windy.
"Kalian pikir aku bodoh, berani kamu Stev menipu aku. Sia-sia aku memanfaatkan Ghina untuk mengambil bukti, kalian dengan mudah mempermainkan kami." Celsi menarik Windy untuk pergi menjauh.
"Lepaskan dia Celsi, Windy tidak bersalah. Kami tidak akan menyakiti kamu." Glen meminta Celsi menyerah.
"Tidak, lebih baik aku mati. Mikel dan Angela tidak bisa aku harapkan lagi, mereka bodoh dan tidak berguna."
Celsi berpikir dengan bekerja untuk Mikel, dia bisa naik jabatan, memiliki kekuasaan, tapi kenyataannya Steven jauh lebih pintar tidak mudah percaya, di balik satu rencana, banyak rencana lainnya.
Steven menatap mata Windy, tidak ada pilihan lain Celsi harus dilumpuhkan. Steven langsung berlari ingin memeluk Windy, Celsi langsung panik, Bagus siap menembak, bersama dengan Celsi yang juga ingin menebak kepala Windy.
"Jangan Om, jangan dekati Windy." Windy langsung menendang Celsi sampai terlempar.
Senjata di arahkan kepada Steven, tembakan lepas, Windy langsung terduduk lemas. Senjata terlempar, Bagus langsung melepaskan tembakan kepada kaki Celsi yang langsung teriak kesakitan.
Steven menahan tubuh Tegar yang tertembak di dadanya, Tegar tersenyum melihat Steven yang memeluknya erat.
"Bodoh, kenapa kamu harus menahannya? bertahanlah Tegar kita ke rumah sakit sekarang." Steven meminta mobil medis.
"Stev maafkan aku pernah mengkhianati kamu, hanya ini cara satu-satunya aku membayar kebaikan kamu. Teruslah menjadi Pengacara yang jujur, bela kebenaran, bantu kami kaum bawah Stev." Tegar memeluk Steven.
Mata Steven terpejam, menahan kesedihan melihat Tegar merenggang nyawa dalam dekapannya. Tegar mengembuskan napasnya menyelamatkan Steven, mengakhiri kejahatan Mikel dan Angela.
Tegar orang menyembunyikan seluruh bukti kejahatan, dia menjadi kejar-kejaran bawahan Angela, beruntung Bagus berhasil memberikan jalan untuk Tegar melarikan diri, memberikan Saka, Steven dan Bagus waktu untuk menyusun rencana.
Munculnya beberapa orang baru membuat mereka tidak bisa terbuka, tidak tahu siapa kawan dan lawan. Steven melibatkan Glen menjadi orang di belakang layar, Steven Saka dan Bagus yang menyerang terang-terangan, sedangkan Glen mencari setiap orang yang terlibat, Steven memancing keluarnya banyak aparat yang terlibat.
__ADS_1
Celsi dan Ghina dua orang yang masih diselidiki, belum bisa melibatkan keduanya. Setiap pertemuan Steven menyimpan rencana lain, tapi rencana hampir berantakan karena Ghina mengubah rencana melibatkan Windy.
"Tegar bangun, aku mohon jangan tutup mata kamu." Steven memegang wajah Tegar yang sudah menutup mata.
Saka mendekati Steven, menepuk pundak meminta tolong untuk membawa Tegar ke rumah sakit. Steven berdiri menatap Celsi yang ternyata tangan kanan Mikel.
Vero langsung membantu Windy berdiri, Steven meminta Windy dan Vero kembali ke rumah, Saka dan Steven menuju rumah sakit.
Bagus langsung menjambak rambut Celsi, membawanya untuk ke kantor polisi, terlebih dahulu membawa ke rumah sakit untuk mengeluarkan peluru.
Air mata Ghina menetes melihat satu orang menjadi korban, Windy menggenggam tangan Ghina meminta Ghina kembali bersamanya.
"Kita ke rumah sakit saja Win?"
"Bisa tidak berhenti membuat masalah, kamu wanita berpendidikan, bagaimana kamu bisa sembarangan dalam bertindak, seharusnya kamu tahu jika Mikel mengetahui siapa Windy Bramasta, selama puluhan tahun, kita baru tumbuh besar, mereka sudah tumbuh semakin kuat, jangan remehkan." Vero merangkul Windy, memintanya masuk ke dalam mobil.
"Maafkan kak Ghin Win, kamu dalam bahaya karena kak Ghina." Ghina meneteskan air matanya.
"Sudahlah kak, ayo kita pulang."
Mobil melaju meninggalkan pemakaman, Windy diam memikirkan perasaan Steven yang kehilangan sahabatnya, bahkan tangan Windy yang hampir membunuh kekasihnya sendiri.
"Maafkan Windy Om, sudah menjadi beban." Windy meneteskan air matanya.
Di rumah sakit, Stev hanya terdiam di depan kamar jenazah. Saka juga menundukkan kepalanya tidak tahu cara menghibur Steven, Saka juga merasakan kesedihan, karena berjuang bersama dengan Tegar mengungkap kejahatan Mikel.
Tegar orang yang berjasa dalam penangkapan Angela dan Mikel, dia juga yang membantu mengungkap orang yang terlibat di balik Mikel.
Selain bukti yang Ghina miliki, kesaksian Vero, juga bukti yang Tegar miliki sehingga mereka bisa berhasil mengungkap, pengorbanan Tegar akan selalu mereka kenang.
***
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA
__ADS_1
JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP
***