MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 WINDY ANDERSON


__ADS_3

Mikel keluar dari dalam mobilnya, Angela juga keluar memeluk lengan Mikel melangkah ke arah pemakaman.


Mata Mikel menatap tajam, melihat dua wanita yang berdiri di depan makam putrinya. Ghina tersenyum menundukan kepalanya, Windy duduk melihat nama yang tertera Windy Anderson, tanggal lahir dan bulan, serta tahun sama dengan dirinya.


"Siapa aku, siapa kamu? Siapa Windy asli? Windy langsung menatap tajam Mikel yang menatapnya.


Angela memancarkan kemarahan, beraninya Ghina muncul di hadapannya, bahkan membawa seorang wanita tidak dikenalin.


"Siapa kamu?" Mikel menatap Windy yang juga menatapnya.


"Windy Bramasta." Windy tersenyum, Angela terlihat kaget mendengar nama Windy Bramasta.


"Bima, dia berhasil membesarkan kamu, Menyingkir aku tidak ada urusan dengan kamu, jangan membuat masalah, urusan aku dan Papi kamu sudah selesai." Mikel meminta Windy mundur.


Ghina dan Windy cukup kaget, langsung mundur memberikan ruang untuk Mikel menyapa Putrinya, sedangkan Angela sudah memasang wajah tidak suka.


Mikel ternyata mengetahui soal Windy, bukan sebuah rahasia lagi jika Windy bukan anaknya Mikel, Papinya sudah membuat kesepakatan dengan Mikel.


Windy membiarkan Mikel menyelesaikan ritual doa, sesekali Mikel menatap Windy yang tumbuh cantik, bahkan matanya sangat indah, membuat Mikel tertarik.


"Apa Papi kamu tidak pernah mengatakan siapa kamu? apa kamu ingin menjadi Windy Anderson?"


"Aku Putri Bima Bramasta, kedatangan aku hanya ingin memastikan hubungan aku dengan Windy Anderson." Windy melihat nama yang tertulis besar.


"Kalian dua orang yang berbeda, hanya nama, dan keterangan lahir yang sama. Windy Anderson meninggal karena kebodohan Bima yang mempercayai Stevie untuk menjaganya." Mikel menatap Windy penuh rasa kagum.


"Kenapa mereka menggunakan identitas yang sama?"


"Karena aku dan Bima sama-sama mengambil keuntungan." Mikel memegang lengan Windy, mengelusnya, Angela langsung menyambut tangan suaminya.


Senyum Windy terlihat, menatap tajam mata Mikel melihat nafsu dimatanya. Ghina juga melihatnya tidak suka dengan tatapan lelaki tua yang gila harta.


Ghina menatap tajam Mikel, meminta Windy menyingkir. Mikel mengelus wajah Ghina yang langsung menepisnya.


Angela merasakan keanehan, meminta bodyguard berjaga dengan ketat, langkah kaki Saka dan Bagus mendekati Angela yang sudah meludah menatap licik rencana Ghina.

__ADS_1


"Perempuan sialan, kamu sengaja memanfaatkan mereka semua untuk menjatuhkan kami, kamu ingin menjadi pewaris tunggal keluarga Anderson." Ghina langsung melangkah pergi, meninggalkan pemakaman.


"Angela orang yang membunuh Windy? seadanya Windy masih hidup seluruh harta Anderson jatuh kepada anda, tapi karena dia sudah meninggal hanya setengah hartanya menjadi milik kamu setengahnya lagi milik Angela."


"Tidak mungkin!" Mikel mencengkram rahang Ghina.


Ghina mengeluarkan bukti yang dia dapatkan dari seorang pengacara yang menangani kasus kematian keluarga Anderson, rekaman Angela meminta surat resmi pembagian harta warisan.


Senyum Ghina juga terlihat saat menunjukkan video rekaman kecelakaan yang menimpa keluarga Steven, bukti yang Stevie kumpulan untuk menjatuhkan Mikel, bukti yang pernah hilang berada di tangan Ghina, Stevie membuat salinan, meninggalkan buktinya di sebuah panti tempat Ghina tinggal.


"Ayah, Ghina akan membuat Ayah kehilangan segalanya. Berlarian sejauh mungkin, kami akan mengejar sampai Ayah meregang nyawa di penjara. Agar hidup Mami tenang, silahkan bertanggung jawab." Ghina mencengkram balik rahang Mikel.


"Seharusnya sejak awal kamu tidak dilahirkan!"


"Sayangnya aku sudah lahir, Ghina bahagia bisa melihat wajah Ayah yang ketakutan."


Saka menghentikan Angela, meminta bekerja sama untuk datang ke kantor polisi.


Suara tembakan terdengar, Mikel dilindungi oleh bodyguard, Saka belum sempat mengeluarkan senjata banyak penembak jitu sudah mengarah sinar merah di kepala mereka.


Mikel menarik rambut Ghina menghancurkan barang bukti, membenturkan kepala Ghina di batu nisan. Steven menutup mata Windy agar tidak melihat kekejaman orang dewasa.


"Steven, kamu tidak akan pernah menang. Kalian gagal sama seperti Stevie, bahkan Bima sendiri tidak bisa melawan aku." Mikel melangkah pergi, menarik rambut Ghina menyeretnya.


"Om bantu kak Ghina."


"Jangan bergerak Windy, kita di kelilingi senjata jarak jauh. Seharusnya kamu mendengarkan Om dari awal, sehingga kamu tidak perlu melihat semua ini."


"Kak Ghina dalam bahaya Om."


"Tidak ada yang bisa kita lakukan, kecuali membiarkan Ghina berada ditangan mereka." Steven menatap Saka memintanya memulai.


Steven meminta Vero membawa Windy pergi, Saka dan Bagus berlari mengejar Angela, sedangkan Steven mengejar Mikel.


"Vero, aku ingin bersama Om Steven."

__ADS_1


"Bahaya Windy, mereka sudah menggunakan senjata."


Vero menarik Windy menjauhi pemakaman, langsung menunju mobil. Suara tembakan terdengar, banyak orang lari-larian dan saling memukul.


Steven berdiri di depan Mikel yang tertawa melihat Steven, walaupun dia tertangkap Steven tidak alam mampu memenjarakannya lama.


Stev juga tersenyum mendekati Mikel, Stev meminta pertanggungjawaban Mikel atas banyaknya korban.


Mikel menatap Steven tajam, dalam bisnis tidak ada yang namanya kejujuran, Mikel mengakui gila harta bahkan mengorbankan banyak nyawa, tapi Mikel tidak merasa jika dia bersalah, orang kuat akan berdiri tegak, orang lemah akan mati bahkan nama mereka juga tidak akan dikenang.


Kecelakaan yang menimpa Stevie, sudah menjadi permainan bisnis, berkali-kali Mikel meminta Stevie mundur, menyerahkan Putrinya, tidak ikut campur dalam perebutan hak asuh, tapi Stevie tidak mendengarkan, dia tetap pada pendiriannya, bahkan membongkar bisnis kotor yang Mikel lakukan.


Kematian semua orang yang terlibat dalam kecelakaan juga permainan bisnis, demi menutupi banyaknya mulut Mikel harus menyingkirkan mereka semua. Kehilangan Putrinya membuat keadaan bisnis Mikel kacau bahkan dia jatuh karena ulah Bima.


Perselisihan dengan Bima berakhir dengan saling menutupi kelemahan, Bima menyelamatkan seorang bayi yang mengantikan identitas Windy agar Brit tidak menjual putranya Bastian, Brit masih mengandalkan harta warisan Windy, sedangkan Mikel membiarkan nama Windy hidup dengan perjanjian Bima tidak akan mengusik bisnisnya.


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan Steven? berada di dunia bisnis seperti kita sulit, apalagi hidup seperti kamu yang membela kebenaran hanya akan mati dengan konyol, sedangkan orang yang melawan hukum akan cepat naik pangkat." Mikel tertawa melihat Steven.


"Kamu menggagap mereka yang jadi korban sebagai permainan bisnis, kalian gila mereka memiliki keluarga!" Steven teriak kuat.


"Maka seharusnya mereka menerima kerja sama kita, sehingga jauh dari kematian. Kamu pikir orang yang berada disisi kamu orang jujur. Kamu salah Steven, mereka suami menerima bayaran dari uang kotor." Mikel menatap Steven tajam.


"Benarkah setidaknya aku tidak sama dengan mereka, tidak perduli dunia terbalik, aku akan tetap membela kebenaran."


"Sekalipun putri Bima Bramasta dalam bahaya, bagaimana jika nyawanya ditukar dengan nyawa kamu."


"Aku akan tetap menangkap kalian, tidak akan melepaskan kalian."


"Berarti kamu memilih mereka mati Steven." Bodyguard Mikel menunjukkan keadaan Windy yang kepala sudah ditodong senjata.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA

__ADS_1


***


__ADS_2