
Bima terpaksa melakukan kesepakatan dengan Mikel, merahasiakan kematian Windy dari Brit, jika Brit tahu seluruh harta warisan jatuh ditangannya, karena Brit memiliki surat resmi. Bima tidak memiliki alasan memperdulikan soal warisan, Bima menginginkan bayi kecilnya.
Mikel menyerahkan Windy meminta Bima menghidupkan bayi kecil sebagai Windy, walaupun keduanya berbeda hampir dua tahun, Windy bayi yang aktif, Bima tidak mempedulikan apapun langsung mengambil Windy, menjadikan Windy Bramasta, putri yang sangat dia cintai.
"Ada yang ingin kamu tanyakan Win?"
"Windy gemuk sekali Papi, sampai Bunda tidak mengenali Windy?"
"Beda jauh sayang, hanya saja dia tidak pernah menganggap kamu ada, tidak peduli tumbuh kembang kamu. Brit hanya bahagia dengan harta."
"Windy pernah tinggal bersama Bunda, Windy selalu mencari Papi, akhirnya bertemu Mami Reva. Cinta pertama Windy."
"Saat kecil kamu bayi yang sangat aktif, pintar, jenius, cepat menangkap sesuatu. Uncle Rama sangat mengenali kamu, dia selalu menjaga kamu bersama Papi, kalian berdua harta paling berharga."
"Uncle Bisma di mana Papi?"
"Dia menghilang, Papi tidak tahu pasti kapan dia berurusan dengan Brit, saat tahu Uncle sudah mengangkat anak Brit."
"Papi kenapa Bunda Brit jahat sekali, dia juga banyak mengambil uang Papi, berbeda dengan Mami yang sangat menghargai kerja Papi."
"Karena Mami istimewa, dia wanita terbaik, ibu yang luar biasa."
"Windy ingin seperti Mami Papi, menikah muda dengan pria dewasa."
"Boleh, lima tahun lagi "
Windy melotot kaget, Reva yang menangis langsung menatap Steven yang juga menatap Reva. Wajah Reva yang sedih mendadak menahan tawa, menjulurkan lidahnya melihat Steven yang terkejut.
Bima menatap Windy, Bima tidak mengerti apa yang Windy pikirkan, dia memonyongkan bibirnya seakan tidak setuju dengan ucapan Bima.
"Win, ada satu lagi rahasia tentang kamu. Maafkan Papi yang terlambat mengetahuinya, Papi terlanjur sayang, tidak siap kehilangan kamu." Bima menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Windy putri terbuang."
"Sayang, kamu keturunan berdarah biru, putri seorang raja yang memimpin di kota besar jauh dari sini."
Windy tidak menjawab, binggung dengan ucapan Bima, sejujurnya Windy hanya mengetahui jika dirinya seorang anak yang diambil di rumah sakit, selebihnya Windy tidak tahu.
Bima mengusap kepala Windy, saat Brit mengambil Windy, Bima mengetahui keberadaan Windy, tapi membiarkan begitu saja, selama Windy dalam pengawasannya. Bima yakin Brit tidak akan membunuh Windy, dia aset berharga.
Bima bertemunya dengan seseorang, melakukan perjalanan bisnis ke negara yang memang masih terbilang menggunakan sistem kerajaan. Bima berkunjung ke istana yang sangat mewah, dipimpin oleh seorang raja yang sangat bijaksana.
Kerajaan modern, serba elite, peraturan juga masih sangat disiplin. Bima diperkenalkan dengan ratu yang wajahnya sangat cantik, mungkin usianya juga sangat muda.
Pembicaraan soal bisnis lancar, ratu menggunakan gelang yang memiliki lambang kerajaan, perhiasan yang sama seperti di leher Windy saat kecil. Bima berusaha mengabaikan mungkin hanya kesamaan saja, walaupun mustahil ratu disamakan dengan rakyat.
Ratu memberikan Bima sebuah foto, tanpa sepengetahuan raja, ratu meminta Bima melindungi putri, foto Windy saat kecil.
"Aku tahu putri Anna bersama kamu, selama aku hidup akan melindunginya dari keserakahan raja. Pergi dari kerajaan ini jangan pernah kembali, Anna harus mati selamanya, agar dia bisa hidup dengan bebas." Air mata ratu menetes, tapi cepat dihapusnya dan tersenyum.
"Maaf perhiasan ini sangat cantik, mungkin sangat indah untuk melamar kekasihku."
"Maafkan, karena perhiasan ini lambang keluarga, tidak diperjualbelikan, hanya dipakai oleh keturunan kerajaan."
"Di masa yang akan datang, kerajaan ini akan dipimpin oleh seorang ratu. Putri akan naik tahta menggantikan raja."
Bima melihat perubahan raut wajah raja yang tidak menyukai ucapan wanita yang duduk di sampingnya, kepala Bima langsung pusing, ini kesalahan terbesar Bima tidak mencari tahu siapa Windy sebenarnya.
Seorang putri, tidak heran saat bertemu Windy tidak seperti bayi biasa, dia menggunakan gaun, kalung, gelang yang memiliki lambang.
Bima langsung pamitan, dia harus kembali dan akan menyempatkan diri untuk berkunjung. Bima keluar mengacak rambutnya, melihat gerbang istana yang menyimpan banyak rahasia.
"Windy putriku, tidak akan aku biarkan kalian mengambilnya, tidak perduli dia Putri atau calon ratu, Windy putri keluarga Bramasta."
__ADS_1
Segala cara Bima lakukan untuk menemukan kebenaran agar bisa melindungi Windy, tujuan mengubah identitas Windy sudah sangat tepat.
Seluruh bukti yang Bima temukan soal masa lalu putri, raja mendapatkan perintah menikahi seorang wanita yang tidak raja cintai, dia menolak pernikahan dengan wanita rendah, bukan dari keturunan bangsawan.
Perintah ratu sebelumnya tidak bisa ditolak, pernikahan akhirnya tetap berlangsung, lahirlah seorang putri yang sangat cantik, karena raja bukan seorang pemimpin yang bijaksana, dia juga tidak seperti raja sebelumnya, Putri kecil saat berusia 17 tahun akan naik tahta, memimpin kerajaan mengantikan Ayahnya.
Keributan terjadi di dalam kerajaan, rahasia yang tersembunyi soal keluarga kerajaan, Putri Anna menghilang bersama pengasuhnya. Mendengar kabar putri menghilang ratu pertama menutup mata untuk selamanya.
Kerajaan berduka kehilangan penerus, juga ratu yang sangat dihormati. Segala cara sudah dilakukan untuk mencari Putri, keberadaan Putri ada yang selalu menutupinya.
Bima juga langsung cepat bergerak, sebelum Putri Anna berusia 17 tahun, percarian tidak akan dihentikan. Putri harus kembali ke posisinya, mengantikan raja yang tamak dan tidak mementingkan kemakmuran Negara dan rakyat.
"Windy, memang sulit memahaminya, Papi akan menunjukkan semua bukti."
"Memangnya masih ada kerajaan zaman sekarang?"
"Ada sayang, jika kamu ingin Papi akan menemani kamu pergi ke sana."
"Bagaimana jika raja membunuh Windy, tidak ingin menjadi ratu, Windy ingin menjadi Mami, bukan ratu."
"Windy, Papi tidak pernah melarang apapun yang kamu lakukan, Papi mengajari kamu cara mengatasi masalah, menyelesaikan urusan kamu sendiri, Aunty Viana dan Mami mengajari kamu bela diri bukan tanpa alasan, kami tidak ingin kehilangan kamu, jika suatu hari identitas kamu terbongkar, berjanjilah kamu tidak akan diam saja, kehidupan di sana kejam, hanya di luar saja yang terlihat damai, tapi di dalamnya sudah berantakan."
Windy tersenyum, sebenarnya Windy menyadari bertemu dengan beberapa orang yang memanggil ratu Susan, mungkin dia ibu Windy, ratu yang pernah melarikan Windy, sudah datang juga beberapa pengawal yang coba mendekati, tapi Windy memberikan ancaman, sekarang Windy mengerti alasan Maminya sangat sensitif, juga banyaknya orang yang menatapnya aneh.
Siapapun masa lalu Windy dia tidak tertarik menjadi seorang ratu, bertemu raja, Windy hanya ingin menjadi putri Bima Bramasta dan Reva Pratiwi, hidupnya sudah bahagia.
"Apapun keputusan Windy akan Papi ikuti."
"Keputusan Windy tetap menjadi Putri Papi, Windy tidak ingin tahu soal kerjaan, darah biru, putri bangsawan, Windy hanya ingin bersama keluarga kita." Windy mencium pipi Bima, keputusan Windy tidak akan pernah mendekati kerajaan yang sudah membunuh Ibunya, membuangnya. Raja juga sosok Ayah yang kejam.
***
__ADS_1