MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 BERTEMU PUTRI


__ADS_3

Athala tiba di bandara, melangkah dengan bingung. Dia tidak punya tujuan, juga tidak terbiasa berada di dunia luar kerajaan, kehidupan juga sangat berbeda.


Atha menghentikan taksi, meminta di antar ke hotel, sepanjang perjalanan Atha berpikir cara agar bertemu dengan Putri, siapa orang yang bisa membantunya.


"Wilona, ya dia ada di sini, aku harus bertemu Wilo." Atha meminta diantar ke sebuah kampus.


Atha pernah mendengar ibundanya mengatakan Wilona kuliah bersama Putri Anna Atha menyebutkan tempat kampus yang dia inginkan.


Sesampainya di kampus, Atha turun dari taksi melihat besarnya kampus, selama ini Atha dikurung, tidak diizinkan keluar dari istana, dia hanya belajar dari dalam istana, tidak tahu rasanya sekolah.


Banyak orang yang memperhatikan penampilan Atha, ketampanannya yang berbeda dari orang asli, tatapan mata Atha tajam.


"Apa yang kalian lihat?"


"Kamu bukan anak sini."


"Aku mencari Wilona, bisa kalian membantu aku bertemu dengannya?"


"Jurusan apa?"


"Jurus?" Atha binggung, jurus apa yang Wilona miliki.


"Apa yang kamu maksud Wilona yang selalu bersama si centil Windy? anak hukum yang sudah pindah jurusan. Biasanya mereka ada di taman belakang, bawah pohon tertawa mirip kuntilanak."


Atha tersenyum langsung melangkah ke tempat yang ditunjuk, banyak sekali mahasiswa yang berada di bawah pohon. Atha memperhatikan satu persatu wajah.


Suara tawa yang sangat kuat terdengar, Atha berlari melihat empat orang mahasiswa yang sedang tertawa, bermain game.


"Wilona."


"Pangeran Athala." Wilo langsung berdiri, memberikan hormat.


Lukas dan Vero saling pandang, pangeran membuat Vero tertawa kuat, dia berasa ada di dunia dongeng bisa bertemu pangeran.


"Pangeran, keluarkan jurus anda?" Vero tertawa bersama Lukas.


"Kenapa Pangeran berada di sini?" Wilo kaget melihat seseorang yang berada dihadapannya.


"Wilo, panggil namanya, kalian sedang tidak berada di kerajaan." Windy menatap Atha tersenyum melihat satu lagi orang kerajaan datang.

__ADS_1


Windy berdiri melangkah pergi menepuk pelan pundak Atha, tangan Windy ditahan Atha menatap tajam Windy.


Wajah yang tidak asing, senyum Windy terlihat, mengingatkan Atha kepada ratu terdahulu, senyum yang sama seperti foto yang selalu menjadi kebanggaan neneknya.


"Putri Anna, kita akhirnya bertemu."


"Windy, nama aku Windy bukan Anna."


Atha mengejar langkah Windy, Wilona langsung berlari menahan Atha meminta jangan menggangu Windy, Vero langsung melangkah mengejar Windy, Lukas juga mengikuti Vero.


Wilo membawa Atha, memintanya untuk berhenti, Windy berada dalam pengawasan dua orang berkuasa. Saat ini Atha bukan orang yang berpengaruh, jika ingin hidup jangan mendekati Windy.


Atha menendang tempat sampah, di manapun dia berada memang tidak pernah diakui, keinginan Atha hanya satu, bisa pergi bersama ibundanya, hidup jauh dan bahagia, tapi karena Anna, dia terkurung. Ada tidaknya Atha tidak ada yang mengetahuinya.


"Kenapa Pangeran bisa ada di sini?"


"Raja meminta aku membawa putri, dia ingin bertemu langsung."


Atha menceritakan yang terjadi, raja mengancamnya jika tidak bisa membawa Anna, dia akan membunuh Ratu, akan muncul ratu selanjutnya yang akan mengantikan ratu yang sekarang.


Wilona tidak habis pikir, raja memang sudah gila, menghancurkan seluruh hati keluarga. Sejak kecil Wilo dan Atha tumbuh bersama, Atha memang seorang pangeran, tapi statusnya lebih rendah dari Wilona, setiap hari pangeran dihukum, tidak makan seharian, sedangkan ratu hanya bisa menangis.


Wilo sangat mengingat saat mereka berusia 10 tahun, Atha dikurung, tidak diberikan makan, Wilo membawa makanannya, masuk makan bersama. Kenangan yang menyedihkan, putri Anna memang menghilang, tapi dia hidup dalam keluarga harmonis, berbeda dengan Atha, dia datang berharap bahagia, bisa tinggal bersama Ayahnya, tapi kenyataannya dia tersakiti, sangat tersakiti lahir dan batin.


"Atha, sekarang status kamu bukan seorang pangeran, sepertinya juga kedatangan kamu hanya alasan raja agar kamu pergi. Kamu harus mengenal sosok Anna, dia lebih dikenal dengan nama Windy Bramasta putri utama keluarga Bramasta."


"Apa keluarga Bramasta orang yang selama ini melindungi putri, bagaimana jika dibandingkan dengan kerajaan?"


"Keluarga ini jauh lebih kuat dari kerajaan, tapi tuan Bima tidak ingin melukai hati putrinya, jika menghilangkan sejarah hidupnya."


"Aku tidak perduli Wil, aku harus membawanya untuk menyelamatkan ibunda."


"Jangan bodoh Atha, raja saja tidak mampu membawanya, apalagi kamu." Wilona tersenyum menepuk pundak Atha.


***


Di restoran keluarga Lukas Windy sedang tertawa bersama Vero dan Lukas, Wilo datang bersama Atha untuk bergabung.


"Silahkan di makan." Windy menyerahkan makanan kesukaannya.

__ADS_1


Atha yang sedang lapar, langsung menyantap tanpa pikir panjang. Rasa makanan yang sangat enak, selama ini Atha baru pertama kali makan masakan seenak ini.


"Lukas, Windy pesan semua makanan terenak di sini." Windy tersenyum melihat Lukas yang langsung melangkah pergi bersemangat.


Windy menatap Atha yang menikmati makanan, Vero menyembunyikan miliknya takut diambil, punya Windy sudah habis.


"Kak, selamat datang di dunia nyata." Windy memberikan minuman untuk Atha.


Tatapan mata Atha tajam menatap Windy yang tersenyum santai, langsung mengambil air minum merasakan minuman yang sangat luar biasa enaknya, selama ini Atha hanya melihat gambar tidak tahu rasanya.


Windy tahu siapa Atha, Wilona sudah menceritakan masa kecilnya bersama Atha. Satu-satunya orang yang Wilo rindukan dan khawatirkan.


"Selamatkan Ibunda Anna, kami berjanji akan pergi jauh." Atha menatap Windy memohon.


"Kak nama aku Windy bukan Anna, soal Ratu Windy tidak bisa membantu, bukan raja yang menahannya, tapi ratu Mariam yang ingin bertahan di sana."


"Ibunda terpaksa."


"Jangan terlalu polos pangeran, kamu ingin Windy datang, menjadi korban kekejaman Raja, kamu tidak salah meminta dia datang mengantarkan nyawa, hanya demi menyelamatkan Ibunda kamu." Vero tertawa kecil.


"Aku harus bagaimana?"


"Nikmati kehidupan yang sekarang, Windy pastikan ibunda baik-baik saja." Windy tersenyum menatap bola mata indah Atha.


Vero menyenggol Windy, memperingatinya untuk menjaga mata, Steven sedang berjuang menghafal jus, sedangkan Windy mengagumi ketampanan Atha.


Windy tertawa melihat Vero, makanan datang semuanya menyantap bersama menikmati makanan yang sangat lezat.


Hujan turun dengan derasnya, Windy melihat seseorang berbadan tinggi menampakan kakinya, mengangkat wajahnya, memainkan rambutnya yang sedikit basah.


"Seindah apapun lelaki baru, tidak akan pernah bisa mengantikan pesona Om bule, rambut sedang basah saja tampannya." Windy langsung melangkah, tapi seorang wanita lebih dulu menyambut Steven.


"Steven, apa kabar kamu? semakin tampan."


Windy langsung berhenti cemberut menatap Stev, Steven menepuk jidat, tadinya dia baik, tapi sekarang sudah tidak lagi.


"Kak Steven, di manapun dia berada pasti ada saja yang mengenalnya, semuanya wanita seksi." Vero tertawa bersama Wilona.


Atha menatap Steven yang melangkah mendekati Windy, pria dewasa dan tampan memeluk Windy meminta maaf, dia tidak bermaksud membuat Windy kesal.

__ADS_1


"Siapa dia?" Atha menatap tajam.


***


__ADS_2