PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
MENCARI SEBUAH JAWABAN


__ADS_3

Juan dan Rehan segera meluncur ke rumah sakit. Bukan hanya itu, kedua pria ini juga tak lupa meminta orang-orang nya untuk mencari tahu siapa penyerang yang menyerang sahabat mereka tersebut. Sebab mereka tahu bahwa Zein bukanlah pria yang mau mencari keributan, apalagi hanya masalah sepele. Pria ini selalu berhati-hati dalam bersikap.


Kecuali masalah dengan Stella dan Juan kala itu. Mungkin, sekali lagi, dia memang khilaf. Sebab, jika berhubungan dengan perasaan, seseorang memang sering lupa diri.


"Kenapa kita bisa kecolongan gini, Re?" tanya Juan kesal.


"Aku juga nggak tahu Jun, terakhir dia cuma bilang mau cari makan doang. Udah aku peringatan tadi, jangan ke mana-mana. Bandel sih! Tukang ngeyel! Habis itu, ahhh.... entahlah!" jawab Rehan tak kalah kesal.


"Makan? Kenapa nggak delivery order aja sih?" balas Juan sembari melirik sekilas pada sang sahabat.


"Mungkin dia sumpek kali, Jun. Pengen keluar," balas Rehan. Hanya menduga-duga, tapi Juan sendiri tak menyangkal dugaan itu.Rasa bosan dan sumpek pasti saat ini sedang menghantui Zein.


"Iya juga sih! Ahhh! Apaan sih mereka? Anarkis sekali, emang kalo menyakiti gitu uang mereka bisa balik cepat apa? Nggak habis pikir aku!" gerutu Juan. Sedangkan Rehan tidak menanggapi. Dia masih fokus pada benda pipih yang ada di gengamannya.


Sesekali Rehan mendecak kesal, barisan kata yang dikirim oleh orang kepercayaannya sepertinya sukses membuat emosi pria ini semakin membuncah.


"Gimana?" tanya Juan.


"Dugaanmu bener, Jun. Yang ngeroyok Zein salah satu rentenir yang nggak kebagian jatah pelunasan, astaga! Matilah Zein. Brengsek juga itu si Agus, kenapa sih nggak di lempar aja dari atas pas di pesawat hari itu, biar koid sekalian. Bangsat bener!" ucap Rehan gemas. Rasanya emosi pria ini juga tak kalah tinggi. Sampai-sampai rasa itu mendorongnya untuk menghabisi pria bangsat yang menyengsarakan sahabatnya itu.


"Keenakan kalo dimatiin sekarang, Re. Siksa dulu aja pelan-pelan. Bapak kek gitu emang minta dipites," tambah Juan tak kalah kesal.


Rehan kembali tak menanggapi, tetapi ia langsung meminta Juan untuk lebih mempercepat laju kendaraan yang ia bawa. Sebab Zein dikabarkan dalam keadaan kritis.


"Lebih cepat Jun!" pinta Rehan.

__ADS_1


"Ada apaan?" tanya Juan, dia pikir da yang mengejar mereka.


"Zein kritis!" pekik Rehan.


"Hah?" kejut Juan. Terang saja, pria ini pun langsung menginjak kencang oedal gasnya, agar segera sampai ke tempat tujuan.


"Vita gimana?" tanya Juan tiba-tiba ingat adik iparnya.


"Astaga! Lupa!" ucap Rehan gugup.


"Ada mobil lagi nggak?" tanya Juan.


"Yaelah Jun, lu pan tahu mobilku cuma atu, emang elu!" jawab Rehan jujur.


"Iya, juga ya. Dahlah minta siapa gitu buat Jemput dia. Jangan sampai dia turun pesawat naik taksi. Kan kamu tahu dia juga dalam bahaya!" ucap Juan memperingatkan.


"Kan elu banyak kawan, gimana sih? Ketua genk kere!" ucap Juan gregitan.


"Sebentar! Evan boleh kali ya?" tanya Rehan pada Juan.


"Siapa aja, yang penting nganggur dan nggak ngrepotin. Seapartemen sama elu nggak tu orang?" tanya Juan sudah mulai kesal.


"Iya, seapartemen! maksudku satu gedung ama aku," jawab Rehan polos.


"Ya udah, minta tolong sama Renata biar nantinya Vita nggak tanggung. Terus temenmu itu juga nggak bingung di bandara. Ah, pokoknya biar cepet aja lah," ucap Juan, enggan ribet dan yang penting cepat. Sebab saat ini mereka sedang melawan waktu. Sang sahabat sedang berjuang melawan maut. Belum ada kepastian, apakah akan selamat atau tidak. Itulah yang membuat pikiran Juan semrawut.

__ADS_1


***


Di sisi lain, Stella semakin penasaran dengan siapa sebenarnya Safira. Wanita ini pun memutar otak bagaimana caranya bisa mendekati Safira secara pribadi dan bertanya tentang apa yang ia khawatirkan.


Sedetik kemudian Stella pun mengingat sesuatu. "Foto itu! Ya ... foto itu. Aku yakin, jika aku memiliki bukti, aku yakin Safira tak akan mengelak!" ucap Stella semangat.


Beruntung ia masih ingat di mana sang suami menyimpan foto rahasia tersebut. Tanpa berpikir panjang ia pun langsung meminta salah satu asisten rumah tangganya untuk mencari foto wanita itu. Di laci meja kerja sang suami yang di kamar pribadi mereka.


Selama ini Stella memang tidak pernah memikirkan atau mempermasalahkan perihal foto tersebut. Karena menurutnya, itu adalah masa lalu Juan. Stella hanya menunggu kerelaan Juan tentang foto tersebut. Kapan dan di mana nantinya dia akan melenyapkan foto tersebut. Dan selama ini Juan sendiri juga tidak pernah membahas perihal foto dan juga wanita itu lagi. Itu sebabnya Stella tenang.


Namun, kali ini ceritanya berbeda. Wanita itu telah hadir kembali dalam kehidupan mereka. Stella hanya ingin suatu kejelasan. Sebab ini menyangkut baik buruknya kehidupan rumah tangganya. Ini menyangkut nasibnya dan juga nasib Berliana, sang putri cantik itu.


Wanita ayu ini tak ingin mati penasaran. Ia harus memastikan sendiri, apakah wanita yang ia temui tempo hari itu adalah mantan kekasih suaminya atau tidak. Lebih baik tahu dari awal, dari pada di akhir. Dan nantinya malah menyakitkan untuknya. Terlebih untuk Berliana yang terlanjur mengenal Juan sebagai ayah kandungnya.


Beberapa menit kemudian Stella pun mendapatkan balasan dari asisten rumah tangganya. Wanita ini segera membuka pesan chat tersebut.


Betapa terkejutnya wanita ayu ini, foto itu sangat-sangat mirip dengan Safira. Bukan hanya mirip, lebih tepatnya persis.


"Ya Tuhan, apa ini!" ucap Stella, spontan.


Kalinya serasa lemas. Bibirnya gemetar. Detak jantungnya begitu cepat terasa. Stella tak sanggup lagi berdiri. Wanita ini pun ambruk.


Kembali setumpuk tanya menghantui pikiran wanita ayu ini. Apa maksud dari semua ini? Mengapa Safira menyembunyikan identitasnya? Mengapa wanita itu pergi dan tak pernah menemui Juan? Kenapa dia dikabarkan meninggal? Padahal dia baik-baik saja.


Stella tak ingin mati penasaran. Dengan penuh keyakinan ia pun bersiap untuk menemui Safira di tempat kerjanya, guna meminta penjelasan dari wanita tersebut.

__ADS_1


Bersambung....


Makasih yang masih setia, semoga suka dengan crazy up ku kali ini. Maaf jika masih ada typo yes๐Ÿ˜˜


__ADS_2