PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
TERINGAT DIA


__ADS_3

Kehidupan adalah sebuah perjalanan panjang. Di mana kadang lurus, berkelok dan tak jarang pula harus mundur, karena tak mampu menanjak dan menghadapi rintangan. Ya begitulah hidup, Mungkin itulah yang saat ini Zein alami. Berjalan mundur, berusaha mencari ancang-ancang lagi untuk memulai hidup, berlari untuk mencari tujuan.


Zein sekarang rajin bekerja. Sering keluar pulau bahkan keluar negeri sendiri untuk mengurus bisnisnya. Sembari bekerja ia juga mempunyai tujuan untuk mencari sang tambatan hati, yang telah ia sia-siakan. Ya, Zein melakukan perjalanan dari pulau ke pulau, dari negara satu ke negara yang lain bukan tanpa alasan. Pria ini memiliki misi tersembunyi. Berharap, dalam perjalanannya ia akan mendapatkan titik terang akan keberadaan wanita itu. Wanita yang pernah ia sakiti hatinya.


***


Selesai rapat, Juan menjamu para tamunya untuk makan siang bersama. Tak mungkin ia membiarkan dua sahabatnya ini pulang dengan perut kosong. Kini, mereka sudah berada di sebuah restoran seefood kesukaan mereka.


"Kalian wajib coba, Bro. Di sini makanannya enak-enak. Dijamin kalian nggak nyesel aku ajak kemari," ucap Juan seraya mengajak kedua sahabatnya masuk ke dalam ruang VIP yang telah di reservasi atas namanya oleh Gani, sang asisten.


"Tempatnya enak juga ya, Bro. Boleh ni kalau hotel kita didesain kayak gini restonya. Gaya Korea klasik, campur ala-ala Bali. Ya kan?" ucap Zein sembari terus memerhatikan desain restoran yang kini mereka kunjungi.


"Dasar otak bisnis, mau makan ya makan aja dulu. Sempet-sempetnya mikirin duit," gerutu Juan.


Zein dan Rehan terkekeh.


"Ya kan, sambil berenang minum air, Bro," balas Zein, masih terkekeh.


"Bisa aja jawab, udah duduk. Ni pilih mau makan apaan," ucap Juan seraya menyerahkan buku menu pada Zein dan Rehan. Kemudian, mereka pun menerima buku itu dan mulai membacanya.


"Kakap asam manis boleh ni, Bro," ucap Zein.


"Kamu apa, Re?" tanya Juan.

__ADS_1


"Aku pengen ayam mentega sama capcay deh," jawab Rehan.


Terlihat pramusaji di samping Juan mencatat pesanan mereka


"Minumnya?" tanya Juan.


"Minum soda seger ni kayaknya," celetuk Zein. Seketika Juan tersenyum.


"Napa senyum? Ada yang aneh?" tanya Zein sedikit tersinggung.


"Bukan, Bro bukan. Pasal soda aku jadi ingat istriku. Beberapa hari yang lalu, pas habis kita video call, aku kan haus banget ya. Habis itu minumlah aku soda, lalu..." belum sempat Juan melanjutkan Kata-katanya, tiba-tiba Zein menyaut karena bingung.


"Ya terus, apa hubungannya video call sama soda ama istrimu juga, bingung aku?" tanya Zein tak mengerti.


"Drama gimana?"


"Kalian tahu kan kalau ibu hamil nggak boleh minum soda, eh... aku pas minum doi ngeliat. Akhirnya pengenlah dia, nangis-nangis, drama. Dibilangin ini itu tetep aja kekeh, akhirnya malam-malam kubuatkan jus jeruk asem aja, sengaja kukasih gula dikit biar rasa asemnya berasa. Biar nggak minta lagi. Eh, Ternyata ... aku salah Bro, rasa asem itu malah favorit ibu hamil. Alhasil sekarang doi sering minta dibuatin jus, ahhh salah trik aku." Juan terkekeh. Sedangkan Sein dan Rehan hanya tersenyum, namun dalam hati mereka, ada kebahagiaan ketika mendengarkan cerita itu. Berarti rumah tangga Juan dan sang istri baik-baik saja.


Tiga puluh menit kemudian, Makanan yang mereka pesan pun datang. Dan mereka pun mulai menyantap hidangan yang telah tersaji. Juan pun segera meminta dia Sahabatnya ini untuk segera mencicipi hidangan.


"Ayo mari makan!" ajak Juan. Rehan dan Zein pun mulai menyantap makanan yang telah mereka pesan. Pun dengan Juan, pria ini pun segera ikut bergabung, setelah sebelumnya ia memesan sesuatu untuk ia bawa pulang. Bermaksud membawakan oleh-oleh untuk sang istri. Karena restoran ini adalah restoran favorit Stella.


Zein memasukan makanannya ke mulut. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Tentang dia, ya dia. Wanita yang hanya sehari menjadi istrinya. Namun sampai saat ini masih bertahta manis dihatinya.

__ADS_1


Makanan ini, ya makanan ini. Makanan yang saat ini masuk ke dalam mulutnya adalah makanan favorit Stella. Benar, makanan ini memang makanan favorit wanita itu. Ikan kakap asam manis dengan tambahan bawang bombay dan nanas yang banyak. Stella selalu meminta makanan ini jika pergi keluar bersamanya. Lalu, tak lupa juga es krim rasa vanilla sebagai penutup mulut. Setelah itu ia pasti akan meminta Zein untuk mengajaknya ke taman dan bermain ayunan. Sungguh sangat menyenangkan jika diingat masa-masa indahnya bersama Stella. Wanita yang tak pernah menuntut kemewahan darinya. Meskipun ia memiliki banyak uang. Itulah alasan kenapa Zein memutuskan untuk menikahi Stella.


"Bos," tegur Rehan, sebab sedari tadi pria ini hanya bengong. Kadang-kadang tersenyum sendiri.


"Hemm!"


"Kenapa?" tanya Rehan.


"Nggak kenapa-napa. Udah makan, pesawat kita jam berapa?" tanya Zein.


"Malem, Bos," jawab Rehan.


" Baiklah. Jadi kita masih sempat mampir ke rumah Juan?" tanya Zein pada Rehan.


" Masih ada waktu tiga jam dari sekarang, Bos,"jawab Rehan.


" Okelah kita mampir bentar aja, pengen kenal ama kakak ipar aku. Penasaran, ke apa sih orangnya ampek bisa bikin seorang Juan berubah menjadi pria sok romantis," ucap Zein sembari bercanda.


Dengan senang hati Juan pun menyetujui keinginan Zein dan Rehan untuk berkenalan denga istrinya. Setelah selesai menyantap hidangan yang telah mereka pesan.


Bersambung...


Gimana ya reaksi Zein ketemu Stella. Yang penasara yuk komen, aku cuss kan lanjutannya... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2