PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
MISI BARU


__ADS_3

Seperti jatuh tertimpa tangga. Itulah peribahasa yang terjadi pada Zein saat ini. Usahanya untuk membuat Stella kembali ke pelukannya gagal total. Ditambah goncangnya perusahaan yang kini dipimpinnya. Tentu saja ini membuat keluarga besarnya murka. Terlebih sang ayah yang telah bersusah payah membangun dan membesarkan perusahaan tersebut baru mengetahui jika Rehan telah berhenti. Sebab, Rehan adalah orang kepercayaannya yang dia percaya mampu menjaga serta mengendalikan ego sang putra.


"Seret bocah itu pulang?" perintah Agus pada para orang-orang kepercayaannya.


"Aku mohon jangan sakiti putraku, Pa!" Widya menangis memohon, agar Zein tidak disakiti oleh Agus, yang tak lain adalah ayah Zein.


"Apa kamu sudah gila. Bagaimana mungkin aku diam saja? Ribuan nasib karyawan telah dipertaruhkan. Aku tetap menuntut pertanggungjawaban putramu. Sebab, dia yang menyebabkan semua ini terjadi. Kenapa dia bisa lengah dan ceroboh. Ditaruh di mana otaknya selama ini!" Agus tak sanggup lagi membandung emosinya. Rasanya, jika Zein ada di hadapannya sekarang juga, pasti bocah itu aja di babat habis olehnya.


"Pa, janganlah seperti ini! Semua bisa kita bicarakan baik-baik!" pinta Widya. Masih berusaha memohon untuk sang putra.


"Bicara baik-baik katamu. Inilah adalah hasil dari didikanmu yang selalu memanjakan dan memberikan apapun yang dia minta. Makanya anakmu jadi tidak bisa berpikir dewasa seperti ini. Semaunya sendiri dan pemaksa, gila aja kamu suruh aku buat bicara baik-baik. Memangnya selama ini aku kurang baik apa padanya, " ucap Agus kesal.


Namun, namanya hati seorang ibu. Tentu saja gak rela jika sesuatu mengancam ketenangan jiwa sang putra. Andai dia bisa, itu gin rasanya Widya menggantikan sang putra untuk menerima hukuman ini.

__ADS_1


"Cari Rehan, bawa juga asisten tak bertanggungjawab itu. Aku pun mau membuat perhitungan dengan bocah sialan itu!" Kembali Agus mengeluarkan titahnya. Jika sudah begini tak ada lagi alasan buat Widya membela. Ia pun hanya bisa pasrah dan berharap-harap cemas.


****


Kabar goyahnya perusahaan Zein membuat Sera sedikit terkejut. Sebab, dia dan timnya belum bergerak. Lalu siapa yang mengincar perusahaan itu selain dirinya.


"Cari tahu siapa yang mendahului kita?" pinta Sera pada kedua anak buahnya.


"Mohon maaf, Bu. Ini adalah kabar yang baru saja masuk ke kita, bahwa pak Jovan memiliki banyak Mata-mata di perusahaan itu," ucap salah satu pegawai Sera.


"Bukankah dia masih mendekam di penjara?" tanya Sera.


"Dia memang masih menjalani hukumannya, Bu. Tetapi menurut info dia memiliki banyak sayap untuk berbuat apapun yang ia inginkan. Termasuk menusuk para musuhnya," jawab salah satu anak buah Sera.

__ADS_1


Sera menatap kedua anak buahnya. Wanita ini terlihat diam sejenak. Informasi yang ia terima kali ini tak bisa dianggap remah. Bisa saja kabar ini adalah sebuah kebenaran. Dan jika benar ini adalah ulah bajiangan tersebut, tentu saja ini sangat membantunya. Sebab ia tak perlu mengotori tangannya.


"Tapi aku masih sangsi. Coba kalian selidiki wanita ini. Siapa tahu dia juga memiliki dendam pada keluarga Zein," ucap Sera sembari menunjukkan foto Ariel kepada kedua anak buahnya.


"Baik, Bu. Kami akan suruh tim untuk menyelidiki wanita ini," ucap Salah satu dari mereka. Kemudian mereka berdua pun dipersilakan pergi oleh Sera. Untuk melaksanakan tugas masing-masing.


"Siapa sebenernya dalang dari masalah ini? Mengapa kita melewatkan sesuatu yang penting seperti ini?" gumam Sera geram. Di dalam kesendiriannya, Sera pun mulai mengutak-atik laptopnya dan menyusun potongan-potongan ingatan tentang kasus rumit ini.


Kemudian ia pun menghubungi seseorang yang ia percaya untuk mengawasi orang-orang yang ia curigai selama ini.


"Cepat cari tahu, apakah kakek tua itu terlihat dalam masalah ini," ucap Sera pada seseorang yang ia hubungi.


Dari seberang sana, seseorang pun menyetujui perintahnya, Setelah itu panggilan telepon itu berakhir. Sera tak ingin bekerja setengah-setengah. Ia tak ingin lengah dan akhirnya tertusuk sendiri oleh permainanannya. "Jika benar pria jajanam itu yang melakukan ini, maka akan aku tenggelamkan dia, sampai dasar neraka sekalipun," ancam Sera. Kali ini Sera tak ingin kalah dari Jovan meskipun pada akhirnya tujuan mereka sama. Yaitu ******* habis keluarga Zein. Tetapi, tetap saja. Bagi Sera dia tak ingin kehilangan popularitas nya di dunia bisnis ini. Sebab pada kenyataannya dunia inilah yang mampu membuatnya kuat jadi seperti ini.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2