PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
Terjebak


__ADS_3

Ingin sekali rasanya menangis, bagaimana tidak? Wanita berpakaian modis itu selalu menyanggah dan menyerang sang suami dengan argumen-argumen yang ia miliki. Wanita terlalu cerdas dan luwes setiap kali menyanggah kata-kata sang suami. Membuat Safira ingin sekali menjambak rambut wanita judes itu.


"Sudah-sudah! Nggak ada gunanya kita berdebat seperti ini. Kalo memang adek saya yang salah, saya pastikan dia akan bertanggung jawab atas apa yang di lakukan. Tetapi jika dia benar, maka anda harus siap mengganti rugi setiap waktu dan rasa malu yang ia tanggung, bagaimana?" tantang Zein pada wanita cerewet itu.


"Oke! Kenapa tidak? Tak masalah, saya akan ganti rugi setiap waktu yang dikeluarkan oleh adikmu. Saya juga akan melakukan apapun untuknya, jika benar dia memang berniat menolong!" jawab Wanita itu tak kalah tegas.


"Oke! Deal! Ini adalah perjanjianku denganku. Jika sampai kau ingkar, awas saja!" Zein mulai sengit dengan wanita super barbar ini. Karena ia sangat berani menantang seorang Zein. Pria dengan segenap ketegasan dan juga anti toleransi jika dia memang dia merasa benar.


"Baik, aku Terima tantanganmu! Awas aja kalo sampai anda ingkar!" balas Wanita yang diketahui bernama Lidya Dewi itu.


Zein menatap serius ke arah wanita itu. Kesepakatan telah di ambil. Lidya Dewi sepakat untuk menandatangani surat perjanjian antara dirinya dan Zein, sebagai penjamin Lutfi. Zein sendiri, kenapa ia begitu berani menyepakati perjanjian itu, karena dia yakin, adik iparnya tidak bersalah. Sedangkan Lidya Dewi berpikir sebaliknya.

__ADS_1


Sing itu, setelah mendapatkan jaminan dari Zein, Lutfi pun diizinkan pulang. Dengan catatan ia wajib lapor setiap hari dan tidak diizinkan keluar rumah sebelum adik dari Lydia Dewi sadar dan memberikan kesaksiannya.


Di dalam mobil yang di kendarai oleh Zein, terlihat Lutfi dan Safira terus berpegangan tangan. Karena tank)pa mereka sadari, mereka sama-sama takut dipisahkan.


"Coba, Fi! Aku pengen denger secara langsung dari mulutmu, bagaimana kronologi kecelakaan itu?" tanya Zein di sela-sela tangisan Safira.


"Kejadiannya nggak ada yang istimewa, Bang. Karena aku cuma lihat anak ini tergeletak di tengah jalan. Lalu aku tolongin, gitu aja udah. Aku nggak ada pikiran macam-macam. Demi Tuhan, Bang!" jawab Lutfi serius.


"Baiklah, aku percaya padamu. Semoga bocah itu segera sadar dan ingat apa yang telah terjadi. Jika tidak maka kita terpaksa bertanggung jawab atas apa yang mereka tuduhkan. Siang ini pengacara papa akan datang untuk bela kamu. Aku harap masalah ini segera selesai, malas rasanya bermasalah dengan wanita barbar itu!" ucap Zein sedikit kesal. Ya, Zein memang kesal terhadap sikap Lydia Dewi yang ia nilai sangat berani dan arogan. Andai tadi tidak di kantor polisi, mungkin wanita itu sudah ia tinggal pergi, biara saja bicara sendiri. Pikir ZeinZein


Zein dan Juan sama-sama terjebak dalam masalah. Namun, masalah mereka berbeda. Zein terjebak dalam masalah yang dibuat oleh sang adik ipar. Berurusan dengan seorang wanita. Sesuatu yang paling Zein hindari. Wanita, ya Zein tidak suka berurusan dengan wanita. Terlebih mereka yang cerewet dan mau menang sendiri. Sedangkan Juan, harus berbohong kepada sang istri tentang masalah yang sedang mereka hadapi.

__ADS_1


Juan berkata pada sang istri, bahwa keluarga Zein sudah mencabut permohonan atas gak mereka untuk ikut memiliki Berliana.


Bukan niat Juan menipu Stella. Hanya saja ia tak ingin Stella kembali shock dan akhirnya membahayakan jiwanya.


Juan sangat tahu bagaimana labilnya sang istri. Itu sebabnya, ia rela berbuat demikian.


Di sisi lain, sebenarnya Vita tidak setuju dengan apa yang Juan lakukan. Takutnya, keluarga Zein masih belum mau berdamai. Masih belum mau memenuhi keinginannya untuk menjaujo Berliana.


"Menurut Vita sebaiknya abang terus terang aja sekarang, Bang. Dari pada kakak tahu dari orang lain nanti!" ucap Vita memperingatkan.


"Aku akan kasih tahu, Vit. Kamu nggak usah takut. Tapi tidak sekarang. Aku nggak tega, terlebih kakakmu saat ini masih lemah. Aku nggak mau di stres dan keadaannya jadi tak stabil," jawab Juan bimbang.

__ADS_1


Vita dan Luis pun berusaha memahami apa yang pria itu pikirkan. Mereka tidak menyalahkan Juan. Namun, apa yang mereka usulkan, sejatinya juga untuk kebaikan rumah tangga Juan dan sang kakak. Agar nantinya tidak ada kebohongan di antara mereka. Seperti yang mereka sekarang sedang jalani. Vita dan Luis berusaha saling terbuka. Meskipun jika boleh jujur, keterbukaan itu sebenarnya membawa dilema yang luar biasa dalam hati mereka.


Bersambung...


__ADS_2