PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
Chapter 12 (Lutfi n Safira)


__ADS_3

Perbincangan berlanjut. Vita dan Kirana masih saling asik bercengkrama. Sedangkan Safira dan Lutfi hanya saling menundukkan kepalanya, sesekali saling menatap. Sesekali saling melirik. Seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi tak nyaman dengan kedua wanita yang kini ada di tengah-tengah mereka.


Rasa cemburu kembali menjalar cepat di pembuluh darah wanita cantik ini, mana kala ia mendengar Kirana begitu antusias menceritakan masa muda antara dirinya dan juga Lutfi.


"Jadi dia waktu kita kelulusan, cewek inceran dia disrobot temen. Eh, kamu inget nggak Fi, nangis di belakang panggung. Hampir nggak mau ngisi acara dia tu, mogok. Gitarnya dibanting!" ucap Kirana sambil tertawa terbahak-bahak.


"Asem! Diem lu kampret. Bikin malu aja,, tapi keknya udah nasib aku kali ya, ditolak mulu. Keknya aku kudu move on dari dunia penolakan!" balas Lutfi, tanpa menyindir Safira. Karena itu adalah kenyataan yang memang ia hadapi selama ini.


"Hilih... kamu aja kali yang jaim. Inget si Mawar, nggak? Dia sampai sekarang nggak nikah tu, katanya masih kebayang-bayang ama kamu!" sanggah Kirana.


"Ngarang... emang dia sekarang di mana?" balas Lutfi.


"Kayaknya ikut abangnya ke Balik Papan kayaknya. Kalo nggak salah lo ya. Kan di grup alumni ada!" jawab Kirana.


"Grup alumni apaan,ana ada aku grup begituan!"

__ADS_1


"Eh, benarkan di sana nggak ada kamu? Ya udah, mumpung aku admin, meh aku masukin!" ucap Kirana, lalu ia pun mengambil ponselnya dan memasukkan Lutfi sebagai anggota grup.


"Selamat datang, Pak Lutfi di grup, semoga betah!" ucap Kirana mengucapkan apa yang ia ketik.


Lutfi langsung meraih ponselnya dan membalas pesan chat itu.


Mereka berdua tenggelam dalam chat acara reoni tersebut. Beberapa kali Kirana tertawa senang, sedangkan Lutfi hanya tersenyum, namun tetap asik mengirim chat.


Kebayang bagaimana sakitnya perasaan Safira saat ini. Lutfi lebih mementingkan ber chating dia dari pada mengobrol dengannya. Namun, sesuai janjinya Safira tidak akan pergi. Safira tidak akan beranjak. Sebab jika sampai dia pergi dari ruangan ini, itu artinya dia kalah. Itu artinya dia marah. Dan marah, bagi Lutfi adalah kecemburuan. Safira tidak mau di anggap seperti itu. Safira bertekat untuk melanjutkan perang batin ini.


"Fi, Fii... lihat, Mawar mengetik... ahay, cie cie... " canda Kirana, tidak bermaksud apa-apa. Ini hanyalah seru-seruan. Sebab Kirana tahu Lutfi adalah pria setia. Dia tak akan mungkin berpaling dari pasangan nya.


Tak ada kata Terima kasih seperti pasangan suami istri pada umumnya. Namun, ketika Safira hendak menjauh, dengan cepat Lutfi meraih tangan wanita itu. Menahannya.


Safira tidak menolak. Tidak menepia sedikitpun tangan Lutfi yang menggenggam lembut tangannya.

__ADS_1


Kirana dan Vita saling menatap melihat susana kaku antara suami istri itu. Lalu mereka pun sepakat berpamitan. Agar dua sejoli itu segera menyelesaikan perang dingin ini. Agar tidak ada kesalahan pahaman lagi di antara mereka.


"Sorry, Ra. Gue balik dulu ya. Cepat sembuh ya, Fi. Udah marahnya, jangan lama-lama. Nggak jadi-jadi nanti adeknya Naya. Emang nggak mau apa punya Lutfi junior!" canda Vita, Lutfi dan Safira hanya tersenyum menghadapi candaan itu.


"Aku juga cabut ya, Fi... besok aku ada rapat, jadi asisten ku yang bakal periksa kamu. Jangan kangen! bye Lutfi, mari Mbak! pokoknya kamu ikuti semua saran dokter, pasti kamu bakalan cepet sembuh, " ucap Kirana.


Kali ini Lutfi mau menjawab ucapan tersebut. Sebab ucapan keduanya adakah doa baginya.


"Makasih, Na, Makasih Bu Vita. Makasih atas doanya. Makasih juga udah mau menyempatkan waktunya untuk menjenguk dan mendoakan saya," jawab Lutfi. Terdengar formal, tapi cukup sopan menurut Vita.


"Jangan sungkan, Fi. Nanti kalo ada main ke Jakarta, mampir lah. Luis pasti seneng, bawa Naya sekali. Suamiku pasti suka kalo lihat baby kalian," Vita tersenyum.


"Aku do'ain suami Ibu cepat sembuh ya. Biar bisa aktivas seperti sedia kala!" ucap Lutfi.


"Aamiin, Fi. Makasih doanya, ya. Kamu juga, semoga cepet sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala." Vita mengakhiri ucapanya. Kemudian mereka saling berjabat tangan. Vita dan Kirana pun meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Suasana kembali kaku di sini. Sebab Lutfi maupun Safira sama-sama diam. Masih belum mau mengungkapkan rasa yang ada di antara mereka.


Bersambung...


__ADS_2