PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
Akibat Tak Terduga (2)


__ADS_3

Laskar tak mampu berkata-kata lagi. Cukup baginya, mengatahui bahwa ternyata selama ini istrinya begitu menderita akibat perangainya yang dingin dan angkuh terhadap sang istri. Sehingga istrinya tersebut sampai harus membangun tembok pembatas untuk mengekspresikan rasa yang dia miliki.


Kini, Laskar paham, kenapa selama pernikahannya dulu, Laila lebih banyak diam dan lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain bersama Safira. Atau mendesain tas. Kalau tidak pasti akan duduk sembari melamun di pinggir kolam renang.


Terkadang, tak jarang juga, ia melihat sang istri menangis di dalam sujudnya. Menangis ketika selesai melayani nafsunya. Inikah jawaban dari semua kejadian ganjil yang pernah ia lihat.


Laskar pikir, mungkin Laila memiliki masalah di kantor, atau pekerjaannya. Sebab, Laskar merasa dia tidak melakukan kesalahan apapun.


Nyatanya salah. Nyatanya yang membuat istrinya menangis selama ini adalah dirinya. Sikapnya yang dingin. Sikapnya yang angkuh. Sikapnya yang suka marah jika diajak bercengkrama. Sikapnya yang cuek dan tak peduli dengan apa yang terjadi dengan sang istri.


Laskar terduduk lesu sambil menatap kelas susu yang telah kosong itu.


Diingatnya kembali perjuangan sang istri, telah begitu setia dan ikhlas mendampinginya selama ini.


Jujur, Laskar sangsi dengan alasan Laila kenapa mau bertahan dengannya. Laskar yakin, alasan Laila bertahan mendampinginya bukan karena dia mandul. Apa lagi perihal Safira. Laskar percaya, jika alasan Laila tetap mau mendampinginya karena wanita itu memang mencintainya. Tidak lain. Laskar yakin itu.


Mengetahui kenyataan ini, membuat Laskar ingin jujur kepada wanita itu. Bahwa sebenarnya dia juga mencintainya. Laskar sudah pernah hidup tanpa Laila. Nyatanya dia susah tidur. Susah makan. Uring-uringan. Tidak tenang. Kadang-kadang marah-marah tak jelas.


"Aku juga mencintaimu, La. Kamu ngerti nggak sih!" gumam Laskar sedikit kesal.


Mengutuk kebodohan Laila yang tak peka terhadap rasa yang ia miliki. Akhirnya pria ini pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar. Untuk memberi pelajaran pada wanita yang dinilainya bodoh itu. Agar paham, bahwa sejatinya dirinya pun mencintai wanita yang tadi bicara tak jelas itu.


Tanpa banyak bicara, Laskar pun langsung mematikan lampu utama. Melepas semua bajunya dan hanya meninggalkan dalamnya saja. Lalu ia pun segera masuk ke dalam selimut sang istri dan mulai melancarkan aksinya.


"Laskar, kamu mau ngapain?" tanya Laila. Suaranya terdengar gemetar. Mungkin dia gugup.


"Aku ingin memberi pelajaran pada wanita bodoh sepertimu," jawab Laskar, ketus seperti biasa.


Mendengar jawaban menakutkan itu, tentu saja membuat Laila sedikit memberontak. Berusaha melawan pria nakal ini.


"Laskar! Aku mohon, jangan seperti ini. Kalo kamu mau, aku ikhlas memberikannya demi Tuhan. Jangan begini Laskar!" ucap Laila berusaha menyadarkan sang suami yang terus saja menciuminya tanpa henti.

__ADS_1


"Aku tidak mau, aku mau seperti ini," jawabnya tanpa merasa berdosa.


"Oke, oke, wait, wait!" pinta Laila sedikit berteriak.


"Wait apa ha? Wait apa?" tanya Laskar sembari mengangkat wajahnya kesal.


"Ya tunggu, aku siap-siap dulu. Jangan main serang begini. Kayak anak muda aja kamu!" celetuk Laila kesal.


Seketika Laskar pun tersenyum, mood untuk memberi pelajaran pada sang istri tentu saja langsung sirna. Laskar malah tertawa sembari menggelitik manja sang istri.


"Dih, tadi nafsu. Mau maksa segala. Sekarang giliran mau dikasih malah ketawa, aneh!" jawab Laila sembari menarik selimutnya kembali.


"Kenapa kamu menggemaskan sekali sih, Ma? Tapi sayangnya bodoh!" Laskar menurunkan tubuhnya dari atas tubuh sang istri. Tak mau sang istri kabur lagi, Laskar pun kemudian memeluk erat wanita yang dicintainya ini.


"Bodoh? Mama tidak bodoh!" jawab Laila kesal.


"Mama itu bodoh. Nggak peka. Kalo Papa nggak cinta sama Mama, mana mungkin Papa merengek, bujuk-bujuk mama ngajak balikan. Sampai banyak mahal bapaknya Lutfi buat mencramahi Mama," ucap Laskar jujur. Sangking kelewat jujur, sampai dia tak menyadari bahwa di akhir kalimat Laskar keceplosan.


"Iya, Ma. Maaf ya, Sayang. Ini demi cinta kita. Demi rumah tangga kita. Papa nggak bisa hidup tanpa Mama. Jangan suruh Papa pergi lagi ya, Ma!" pinta Laskar serius.


Terdengar lembut di telinga. Sungguh ini adalah pertama kalinya Laila mendengar kalimat cinta dari sang suami. Setelah hampir tiga puluh tahun mereka berumah tangga.


"Aku sudah memaafkanmu, Laskar," jawab Laila tak kalah lembut.


"Terima kasih, Istriku. Aku mencintaimu," bisik Laskar.


Tentu saja, bisikan itu sukses membuat Laila merinding. Lalu, ia pun tak lagi menolak kenakalan Laskar. Sebab ini wujud cinta inilah yang mereka inginkan sekarang. Tak menunggu waktu lagi, akhirnya mereka pun melakukannya. Mewujudkan cinta yang kini sedang membelit hati mereka.


***


Apa yang terjadi pada Laskar dan Laila berbanding terbalik dengan apa yang di alami oleh Safira dan Lutfi.

__ADS_1


Dua anak manusia yang tidak melakukan kesalahan apapun itu, kini sedang menghadapi sidang di rumah RT setempat. Karena Lutfi dan Safira di anggap pasangan mesum oleh warga setempat.


Bukan tidak bisa menjelaskan. Tetapi mereka terpojok oleh pernyataan-pernyataan warga. Bukti-bukti yang disodorkan oleh warga. Mereka juga tak berkutik ketika salah satu warga menyerahkan bukti rekaman CCTV ada di salah satu teras rumah warga.


Di sana, ada adegan di mana Lutfi membonceng Safira naik motornya. Saat itu, Safira memakai help dan jaket milik Lutfi.


"Lihat saja kebusukan mereka Pak RT, untuk menutupi perzinahan mereka, si cewek ini dipakain jaket dan helm milik si laki," ucap salah satu pria sembari menunjukkan bukti rekaman itu dari laptop miliknya.


"Kronologinya tidak seperti itu Pak RT, ibu ini adalah putri majikan saya. Mana mungkin saya berani bertindak kurang aja padanya," jawab Lutfi mengelak.


"Tidak berani bertindak kurang ajar bagaimana? Mereka berbohong Pak RT. Kita semua lihat kok, kalau wanita ini menaruh gaunnya di sisi ranjang. Lalu, kalo ada baju di sisi ranjang, mereka kira-kira habis ngapain Pak RT. Yang logis aja, mereka pasti habis main," serang pria itu lagi.


"Astaghfirullah hal azim. Kami bukan pasangan seperti itu," jawab Safira gemetar. Tentu saja ia takut. Takut sekaligus malu, karena begitu banyaknya warga yang menonton.


"Sungguh, Pak RT. Demi Tuhan, kami bukan pasangan seperti itu. Nona saya ini memang pulang dari pesta. Lalu, bude yang mengasuh putri saya tiba-tiba telpon. Bilang kalau putri saya sakit. Pas waktu itu saya sedang bersama beliau. Karena takut putri saya kenapa-napa, akhirnya beliau ikut saya pulang Pak RT," jawab Lutfi masih berusaha membela diri.


"Mana ada begitu. Kalo dia memang putri majikanmu, mana mungkin dia mau pakai baju milikmu. Kamu mau bohong sama siapa ha?" sanggah salah satu dari mereka.


"Betul itu Pak RT!" saut para warga serempak.


"Begini saja, Pak RT. Kalo mereka nggak mau ngaku, panggil saja keluarganya. Suruh nikahkan mereka. Dari pada Zina begini, kan dosa Pak RT. Kita juga nanti ikut kena azabnya, kalo sampai di lingkungan kita ada pezina," tambah salah satu warga yang sudah geram dengan tingkah Safira dan Lutfi menurut pandangan mereka.


Serempak, para warga pun menyetujui usul bapak berbaju kotak-kotak itu. Mereka pun sepakat memanggil keluarga kedua belah pihak. Keluarga dari Safira, maupun dari pihak Lutfi.


Tak ada pilihan lain, Lutfi dan Safira pun hanya pasrah menunggu kehadiran keluarga mereka. Dan berharap, orang tua percaya pada mereka. Dan bisa menyelamatkan mereka dari pernikahan paksa ini.


Bersambung ....


Jangan lupa like komen n vote yes...


oia yang mau ikutan Give away boleh banget loh... cus simak.. 😍😍😍😍

__ADS_1



__ADS_2