PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
BANTUAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Rapat investor semakin dekat. Namun Juan belum menemukan pengganti yang Tepat untuk Zein. Begitupun untuk para investor yang berpihak pada Zein. Juan semakin bingung, terlebih opanya mendesaknya untuk segera mencari solusi. Jika tidak dia akan pulang ke Indonesia dan menurunkan jabatan Juan. Mau bagaimanapun sang opa jauh lebih berkuasa darinya. Sebab pada kenyataannya Juan masih berada pada kepimpinannya.


Juan termenung sambil memijat kepalanya. Rasanya kepala ini hendak meledak. Bagaimana tidak? Semua orang yang ia kenal dan hubungi, tidak mau menolongnya. Sungguh, Juan merasa terjepit sekarang.


Pagi telah beranjak siang, namun Juan masih duduk di sofa. Pria ini masih belum bisa menemukan titik temu masalah yang menjeratnya. Andai Stella tidak anarkis terhadap Patricia, mungkin saat ini pria ini akan memilih jalan memanfaatkan wanita itu. Tapi entahlah, semua serasa begitu cepat terjadi.


Belum usai rasanya ia memikirkan masalah ini. Tiba-tiba ponselnya berdering. Gani datang membawa kabar yang sangat mengejutkan.


"Ada apa, Gan?" tanya Juan.


"Maaf, Bos. Pak Zein datang bersama beberapa investor. Mereka ingin mengadakan rapat sekarang," ucap Gani memberitahu.


"Apa!" pekik Juan, terang saja ia shock. Sebab, jujur ia belum menemukan solusi untuk masalah ini. Tentu saja saat ini ketakutan serasa mencekik leher pria tampan ini. Namun, bayangan senyuman Berliana seperti memberinya kekuatan. Bahwa ia pasti mampu melewati jalan ini. Bukan hanya itu, Juan juga yakin akan skenario Tuhan. Tak ada yang lebih baik dari itu.


Akhirnya, Juan pun pasrah. Ia tak ingin mempersulit dirinya sendiri dengan memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Yang memiliki hati manusia adalah Tuhan. Yang bisa memobak-balikan pemikiran seseorang juga Tuhan. Lalu apa yang ia ditakutkan. Kalau pun ini harus terjadi, maka terjadilah. Juan punya Ste dan Berliana. Juan yakin mereka berdua akan selalu ada meskipun dirinya akan berada di titik rendah sekalipun.


Tak ingin membuat para koleganya kecewa. Juan pun segera bersiap. Memakai jas dan juga membertullak dasinya. Kemudian ia pun bersiap melangkah menuju ruang rapat.

__ADS_1


Di ruangan tersebut sudah ada Gani dan juga beberapa investor yang berpihak pada Zein. Suasana serasa mencekam. Ini lebih mencekam dari apapun menurut Juan. Sebab mereka menatapnya dengan kurang suka. Mungkin mereka merasa seperti telah ditipu oleh Juan. Padahal andai mereka tahu, bahwa sebenarnya ular yang sebenarnya adalah pria yang saat ini berada di tengah-tengah mereka.


"Selamat siang semuanya!" ucap Juan ketika masuk ke dalam ruangan tersebut.


Mereka hanya menyambut dengan senyuman sinis dan pandangan tidak menyukai Juan.


"Sebelumnya saya mohon maaf, jika saat ini saya selaku pemimpin perusahaan ini dan juga penanggung jawab atas proyek ini belum bisa merealisasikan tuntutan bapak dan ibu semua. Sebab, menurut perjanjian, proyek ini tetap berjalan sampai finis. Baru kita bisa menarik kembali apa yang telah kita investasikan," ucap Juan membuka suara.


"Kami tidak peduli, lebih baik kami rugi sekarang dari pada nanti," ucap salah satu anggota rapat. Sedangkan Zein masih diam sambil tersenyum. Mungkin saat ini dia sedang menertawakan Juan.


Rapat berjalan sedikit alot. Para investor itu tetap meminta uang mereka kembali. Meskipun pada kenyataannya mereka harus rugi beberapa persen dari uang yang telah mereka investasikan. Mereka terlihat tidak perduli dan kekeh atas apa yang mereka inginkan. Sedangkan Zein juga sama. Pria ini seperti bensin. Terus saja berusaha menyulut emosi dan keinginan mereka agar Juan tertekan.


Tak ada jalan lain, Juan pun menuruti keinginan mereka, tetapi tetap meminta waktu untuk mencari pengganti mereka dan bisa mengembalikan uang itu sesuai dengan perhitungan dalam Perjanjian awal.


Namun, rapat yang seharusnya selesai dan Juan tinggal tanda tangan, terhenti. Sebab tamu yang tidak diundang datang. Dia adalah istri Juan dan seseorang yang tak lain adalah Sera. Wanita yang dikenal sebagai tante oleh Stella.


"Selamat siang semua, mohon maaf jika kami menganggu," ucap Stella dengan senyum manisnya. Sedangkan Sera pun sama-sama memberikan senyumnya pada para peserta rapat.

__ADS_1


Tak ada satupun yang menjawab. Mereka hanya menunggu Stella dan Sera mengutarakan tujuan mereka.


"Perkenalkan nama saya Stella. Saya adalah istri bapak Juan dan juga ini adalah ibu Sera. Calon investor kita. Bukan hanya ibu Sera yang akanenjadi investor kali ini. Saya, terlepas dari hubungan saya dengan bapak Juan, saya pun mencalonkan diri sebagai investor. Jika bapak dan ibu berkenan, boleh kami mengikuti rapat?" Dengan penuh wibawa, akhrinya Stella pun mengutarakan tujuannya datang ke sini.


Gani bersemangat. Ia pun langsung mempersilakan Stella dan Sera duduk. Tak menunggu waktu lagi, sang asisten pribadi Juan ini pun langsung memberikan beberapa lembar kertas yang merupakan tema dari pembahasan rapat kali ini.


Sera dan Stella segera membaca dengan teliti pokok pembahasan kali ini. Sebelum mereka benar-benar berinvestasi.


Dua wanita cantik ini berdiskusi sebentar. Kemudian Sera pun bertanya. "Sebelum kami berinvestasi, bisa tolong dijelaskan untung dan ruginya proyek ini. Saya ingin mendengar langsung bagaimana anda begitu percaya diri tentang proyek ini, Bapak Juan!" pinta Sera lembut. Sedangkan Stella pun meminta hal yang sama.


Sebenarnya Juan ragu, apakah ini adalah sesuatu yang baik untuk bisnisnya. Tetapi, Juan tetap percaya pada pertolongan Tuhan. Juan hanya berharap, Stella dan Sera serius membantunya. Dua wanita penyelamat ini bukan mimpi. Juan berharap, apa yang dilakukan Stella dan Sera bukanlah lelucon yang hanya ingin menipunya. Namun, apa salahnya percaya. Toh Juan sudah pasrah.


Akhirnya tanpa berpikir panjang Juan pun menjelaskan detail tentang proyek yang sedang ia gagas. Sedangkan Zein hanya meremas lembaran kertas itu dengan amarah yang sedang ia tahan. Sebab, ia yakin ketika Juan menjelaskan kembali rincian tentang proyek ini. Tak menutup kemungkinan jika para investor yang telah bersusah payah ia bujuk, akan kembali memihak pada Juan.


Bersambung...


Maaf gaes, kalau emak belum bisa crasy up. Emak lagi dalam masa kerepotan yang HQQ😘😘 Makasih atas pengertiannya. Lope buat kalian semua🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2