
Stella menangis di dalam mobil yang membawanya ke rumah sang calon suami. Rumah yang akan membatasi ruang dan geraknya. Sebuah penjara cinta milik pria tampan bernama Juan Richard Rahardian. Seorang pemuda tampan dengan sejuta pesona. Seorang pengusaha muda yang memiliki sejuta rahasia.
Juan melirik sekilas pada wanita yang terus menangis di sampingnya. Dalam hati, pria ini tertawa. Ternyata membuat Stella tunduk padanya sangat mudah. Hanya dengan beberapa lembar coretan tentang uang, yang ia beri judul HUTANG.
Kecerdikan Juan tak sampai di situ, pria tampan ini kembali memainkan emosi Stella dengan hutang yang tak mungkin Stella bayar dengan uang, yaitu NYAWA. Ya, Stella memang memiliki hutang nyawa pada Juan. Pria ini pernah menyelamatkannya.
Terlihat beberapa kali Stella menghapus air matanya. Sayangnya, Juan tak peduli. Ia malah senang wanita pendiam ini bisa mengekpresikan emosinya. Tidak diam saja, tahu-tahu berpikir mau menghabisi nyawanya sendiri. Kan bodoh namanya.
"Nggak usah nangis terus, orang cuma nikah aja kok nangis," ucap Juan.
Stella diam, masih belum mau membalas ucaoan Juan.
"Kan pernikahan ini hanya sekedar formalitas. Nanti kalau anakku udah lahir juga, kamu bebas," ucap Juan lagi.
Stella masih diam dan belum mau menjawab sepatah katapun pada pria menjengkelkan di sampingnya.
"Hay, Stella .... jangan diam aja dong. Masak sama calon suami diam aja. Kalau kesel tu dikeluarin. Jangan dipendem aja, ntar bisulan lo," ledek Juan dengan senyum menjengkelkan seperti biasa.
Kali ini Stella menjawab dengan lirikan penuh permusuhan.
__ADS_1
"Ngomong Stella, ngomong. Beneran loh, awas bisulan," canda Juan lagi.
"Bodo amat!" saut Stella.
"Apa, ganteng amat! Astaga Stella, kamu kemana aja ha? Baru tahu kalau aku ganteng." Juan terkekeh.
Stella semakin kesal, ia pun enggan meneruskan perdebatannya dengan Juan. Menurutnya pria ini sama seperti pria-pria lain yang tak menghargainya. Tak menghargai pilihannya. Baginya Juan hanya memanfaatkan kelemahannya. Tak lebih dari itu.
Tak lama, akhirnya mereka pun sampai di kediaman mewah milik Juan. Stella sedikit terkejut. Karena Juan, si pria gila ini 'baginya' telah menyiapkan sebuah pesta pernikahan sederhana tetapi istimewa.
Sebuah pernikahan out door dengan nuansa ungu dan putih sesuai warna kesukaan Stella. Aneh, pria ini baru beberapa hari kenal dengannya, sudah tahu apa yang ada dipikirannya. Apa yang ia inginkan.
Stella terpesona, entahlah ... suasana pernikahannya kali ini sungguh terkesan romantis. Bukan berniat membandingkan, tapi sungguh, desain pelaminan, tempat untuk ijab qobul, semua terlihat manis.
"Apaan sih!" balas Stella ketus.
"Udah, sana turun. Tukang rias udah nungguin kamu, ibu dari bayiku yang manis," goda Juan dengan lirikan menyebalkan tentunya.
"Kenapa sih kamu maksa banget pengen nikahin aku. Aku sedang hamil Juan. Hamil! ini bukan anak kandung kamu. Ini anak pria lain, ngerti nggak sih kamu," ucap Stella mulai tak sanggup membendung emosinya.
__ADS_1
"Siapa bilang dia anak pria lain, mulai hari ini ... baby mungil itu milikku, Stella, milikku. Tak akan kubiarkan pria itu memilikinya, lihat saja nanti," bisik Juan tepat di telinga Stella, membuat wanita ini merinding sekaligus kesal.
Tak menunggu waktu lagi. Juan pun langsung membuka pintu mobil dan meminta asiaten rumah tangganya untuk membawa Stella ke ruang rias.
Waktu yang ditunggu pun tiba. Stella diantar oleh Nafa dan juga Rosalinda ke tempat di mana ia dan Juan akan melaksankan ijab qobul.
Semua dokumen yang diperlukan sudah siap. Juan sudah berada di depan penghulu. Kini mereka berdua sudah siap. Stella terlihat sangat cantik, dan Juan juga terlihat tampan maksimal.
Tak ada keraguan di hati Juan untuk melangkah. Ia yakin jika apa yang ia lakukan ini tidak salah. Ia juga yakin, suatu hari nanti pasti bisa meluluhkan hati wanita yang sekarang duduk resah di sampingnya.
Semua syarat sudah terpenuhi. Stella yang di buang keluarganya, dinilai memiliki hak untuk memutuskan jalan hidupnya. Wali hakim adalah solusi terbaik, sebagai orang yang dipercaya untuk menjadi wali nikahnya.
Juan mulai menjabat tangan penghulu. Dengan keyakinan penuh ia pun sukses mengucapkan ijab qobul itu. Semua yang hadir di pernikahan itu turut merasakan kebahagiaan. Teriakan kata 'sah' adalah tanda bahwa mulai detik ini Stella adalah istri sah dari Juan Richard Rahardian.
Senyum mengembang di bibir pria tampan ini. Meskipun ia tahu bahwa Stella menahan sakit hati padanya. Juan tak peduli.
Dengan penuh percaya diri, pria tampan ini pun menyematkan cincin pernikahan mereka di jemari lentik Stella. Membacakan doa di kening wanita ayu ini tak lupa ia pun mengecup penuh perasaan wanita yang kini telah sah menjadi istrinya.
Stella memejamkan matanya, berusaha menahan sakit yang kembali membelenggu jiwa. Pernikahan impian saja bisa hancur. Apa lagi pernikahan yang sama sekali tak pernah terlintas dalam benaknya. Stella tak tahu lagi, masalah apa lagi yang akan menghinggapinya kali ini. Hinaan dan siksaan seperti apa lagi yang akan ia terima setelah ini. Stella tak sanggup membayangkan bagaimana nasibnya berada dalam penjara cinta milik Juan. Wanita ini hanya bisa menghela napas dalam-dalam. Berusaha kuat menjalani hidup barunya.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa like share n komennya ya... maaciw...