
"Apakah kamu mencurigai papa, Re?" tanya Zein.
Rehan menjawab pertanyaan itu hanya dengan menatap Zein. Sebab ia masih ragu dengan apa yang ia ketahui.
"Kamu benar, Re. Tak mungkin rahasia perusahaan bocor begitu saja kalau bukan ada campur tangan orang-orang yang tahu detail tentang apa yang terjadi. Tapi apa motifnya ya?" Zein terlihat bingung.
"Maaf Zein. Mungkin ini akan membuatmu sedikit shock. Tetapi inilah kenyataannya." Rehan menghela napas dalam-dalam.
"Katakan saja, Re. Aku mohon! Dari pada aku mati penasaran!" pinta Zein. Ditatapnua mata sang sahabat. Memohon agar Rehan memberitahu apa yang ia ketahui padanya.
Rehan terlihat menimang-nimang sesuatu. Tentu saja ia harus memikirkan baik dan buruknya dampak yang mungkin akan menyerangnya.
"Jujur Zein, sebenarnya aku malas dengan apa yang terjadi pada keluargamu. Entah seperti apa rasa yang terjadinya antara mama dan papamu. Sebab mereka sama-sama tidak setia," ucap Rehan jujur. Sesuai apa yang dilihat oleh matanya. Sesuai dengan apa yang di dengar oleh telinganya.
Bagai tertusuk sembilu. Tentu saja Zein shock. Sebab yang ia tahu, orang tuanya tidak seperti itu. Mereka selalu terlihat baik-baik saja di depan matanya. Namun mengapa Rehan berkata seperti itu. Dan Zein tahu bagaimana Rehan. Mantan asiatennya ini tak mungkin berbohong.
Melihat sang sahabat diam namun gusar. Tentu saja menghadirkan rasa tak nyaman dalam diri Rehan. Tetapi di samping rasa kurang nyaman itu, Rehan yakin jika Zein tak meragukan kejujurannya.
__ADS_1
"Aku tahu kamu pasti meragukan info ini, Zein. Tetapi aku punya banyak bukti soal ini. Aku rasa papamu telah termakan bujuk rayu kekasihnya. Untuk menendangmu dari perusahaan," ucap Rehan sesuai info yang ia dengar.
"Tentu saja, agar dia bisa menikah dengan papamu lalu menggantikan posisimu. Bukan hanya itu, dia juga telah berhasil menjerat mamamu di meja judi. Agar papamu membencinya dan menceraikannya," jawab Rehan lagi.
Seperti dihujam benda tajam rasanya. Zein merasa sangat-sangat bodoh. Bagaimanan tidak? pada kenyataannya ia tak tahu apa-apa soal keluarganya. Tak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi pada ayah dan ibunya. Justru malah sang asisten yang tahu detail masalah keluarganya.
"Anak macam apa aku Re, aku terlalu terlena dengan duniaku sendiri." Zein mengusap kasar air mukanya.
Rehan menatap Zein. Sedangkan Zein masih terlihat sibuk menata hati.
"Jangan menyesali apa yang terjadi, Zein. Ubahlah sikapmu, jadilah pria yang lebih peka dengan keadaan. Jika kamu tak bisa menyelamatkan pernikahan orang tuamu. Setidaknya bebaskan mereka dari belenggu kebohongan yang selama ini mereka jalani," ucap Rehan sekali lagi, berusaha mengingatkan.
"Maukah kamu bekerja lagi di perusahaan, Re. Membantuku memulihkan perusahaan?" tanya Zein serius.
Rehan terlihat berpikir. Sebab, ia juga sudah berjanji kepada sahabatnya untuk bekerja di perusahaan milik mereka, di negeri Jiran.
"Maafkan aku Zein, sepertinya aku nggak bisa. Luis ingin aku kerja padanya. Beberapa kali aku menolaknya," jawab Rehan jujur.
__ADS_1
"Please, Re. Hanya setahun. Setelah aku berhasil mengembalikan apa yang papa inginkan kamu boleh hengkang. Aku pun hendak hengkang. Aku hanya ingin mengembalikan aset keluarga Anggara. Ku mohon!" pinta Zein memohon.
Rehan menatap sang sahabat, tak juga rasanya menolak permintaan itu. Kemudian ia pun mengajukan satu syarat untuk Zein. "Oke! Jika kamu ingin aku kembali ke perusahaan. Tetapi aku punya satu syarat!" pinta Rehan jelas.
"Apa itu?" balas Zein antusias.
"Tolong jangan ganggu kehidupan Juan dan Ste. Biarkan mereka bahagia! Bagaimana?" Rehan menatap serius ke arah mata Zein. Berusaha mencari keseriusan pria ini.
"Jangan khawatirkan itu, Re. Aku sudah mengikhlaskan Ste dan babyku untuk Juan. Karena mereka adalah milik Juan. Demi Tuhan aku berjanji tak akan mengusik mereka lagi. Maafkan aku yang selama ini buta karena ego," jawab Zein berjanji.
"Baiklah, deal!" Rehan mengajak Zein berjabat tangan. Dan dengan penuh keyakinan Zein pun membalas tangan sang sahabat. Karena dia memang bersungguh-sungguh dalam ucapannya.
***
Di sisi lain, terlihat seorang wanita sedang bersiap-siap untuk kembali ke tanah air setelah menyelesaikan S1nya di Sydney. Dia adalah Vita. Setelah mendengar sang kakak sudah di temukan, gadis ini memutuskan untuk kembali dan bekerja dan menjaga sang ibu yang kabarnya mengalami gangguan mental. Dengan penuh keyakinan, gadis ini pun memantapkan hatinya untuk memulai kariernya di Indonesia.
Bersambung ....
__ADS_1
Makasih buat like komen dan votenya🥰🥰🥰