PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
Chapter 16 (Safira n Lutfi)


__ADS_3

Safira membukakan pintu untuk tamu mereka. Masih dengan perasaan biasa. Namun ketika pintu itu terbuka, Safira sedikit terkejut, sebab seseorang yang datang terlihat sangat modis, seksi dan berkelas.


"Apa ini kamarnya Mas Lutfi?" tanya Wanita seksi itu, belum sempat Safira menjawab, wanita itu sudah nyelonong masuk ke dalam ruangan tersebut..


Mungkin dia melihat seseorang yang ia cari.


"Hay.... Fi.... sakit apa, astaga! Pas denger kamu sakit, aku langsung nyari tiket loh. Beruntung ada semalam. Ya udah aku langsung berangkat!" ucap Wanita itu sembari mengulurkan tangannya, mengajak Lutfi berjabat tangan. Dengan sedikit memaksa wanita seksi itu juga mencium pipi kanan dan kiri Luthfi.


Spontan, Safira langsung melotot melihat adegan yang sukses membuat darahnya mendidih itu.


Bagaimana tidak? Saat ini, dia dan Lutfi dalam masa penjajakan. Masa pendekatan. Lalu tanpa ada angin, tanpa ada hujan, datang seorang biang kerok perusak suasana.


"Fi, kok kamu diam aja sih. Oiya, semalem aku WApri kamu loh, tapi sampai sekarang kamu nggak balas. Jangankan balas, baca pun enggak. Jahat kamu, Fi. Udah lupain aku!" ucap wanita seksi itu, terlihat manja.


"Kata Kirana kamu di LN, kok tiba-tiba ada di sini?" tanya Lutfi, berusaha bersikap biasa saja, sebab ia tak mau membakar api cemburu di mata sangat istri. Sebab ia tahu, bahwa saat ini hati Safira pasti sedang panas membara.


"Ih, aku di Jakarta lagi, Fi. Udah lama. di LN aku nggak betah, jadi ya ginilah. Melalang buana aja!" jawabnya, Lalu tanpa memerdulikan perasaan wanita yang sedari tadi tidak ia sapa.


"Ohhh, kirain. Kamu mau minum apa?" tanya Lutfi basa basi.

__ADS_1


"Nggak Fi, ngga usah. Aku udah bawa minum plus cemilan buat kita kongko hari ini. Tenang, aku bakalan nemenin kamu seharian. Aku bakalan jagain kamu seharian. Mbak kamu suruh pulang aja!" ucap Wanita kecentilan itu.


Astaga! Ingin rasanya Safira menjambak rambut wanita sok cantik itu. Andai dia tak memikirkan perasaan sang suami. Safira pasti sudah menarik tangan wanita itu dan melemparnya keluar dari ruang rawat sang suami ini.


Lutfi tidak bisa membela, karena ia sendiri juga serba salah. Di sisi lain, Mawar adalah teman baiknya. Ia tak ingin membuat wanita itu tersinggung. Sedangkan Safira adalah istrinya, tentu saja ia juga tak ingin membuat wanitanya ini marah.


"Baik, Pak Lutfi... saya pulang dulu ya, saya masih banyak pekerjaan di rumah. Semoga Bapak cepat sembuh!" ucap Safira sambil meremas marah kedua tangannya. Mengepal penuh dendam.


Belum sempat Lutfi menjawab ucapan Safira. Mawar sudah terlebih dahulu membuka suaranya.


"Oh iya, Mbak... terima kasih ya, udah jagain Lutfi ku... Asisten kamu baik ya Fi? Hari minggu masih mau kerja! Kamu gaji berapa dia! Boleh deh Mbak kalo ada temen, bisa kenalin ke Saya. Saya juga lagi butuh asisten ni!" ucap Mawar, ceria.


Sedangkan Lutfi sendiri hanya bisa diam seribu bahasa. Sebab ia tahu, saat ini dia telah menyakiti hati sang istri.


Tak ingin kehilangan Safira, Lutfi pun mengirim pesan pada Kirana, agar mau menjaga sang istri sementara. Setidaknya sampai dia bisa merayu wanita seksi ini pergi. Lutfi hanya takut, Safira kembali marah. Membawa kecemburuan yang sebenarnya bisa Lutfi antisipasi.


***


Benar saja, apa yang ditakutkan Lutfi menjadi kenyataan. Saat ini, di dalam mobil yang di kendarai oleh Kirana, Safira marah besar. Bahkan Kirana tak lepas dari kemarahannya.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara kamu. Siapa yang suruh kamu buat masukin mamas aku ke grup itu. Dasar wanita ganjen menyebalkan!" ucap Safira gemas.


Sedangkan Kirana hanya diam dan menerima kemarahan wanita itu. Sebab, sebelum ini Lutfi sudah mewanti-wantinya agar diam dan mendengarkan saja apa yang wanita itu ucapkan.


Terlebih saat ini, Safita sedang menderita penyakit cemburu akut. Siapapun yang berani mengajaknya berdebat pasti akan di babat habis olehnya.


"Siapa sih nama wanita gatel itu?" tanya Safira kesal.


"Mawar, Ra!" jawab Kirana jujur.


"Oh, Mawar... si mantan, iya... dasar!" Safira terlihat kesal dan geram. Membuat Kirana ingin tertawa.


"Sebenarnya bukan mantan si Ra, cuma Mawarnya suka sama Lutfi!" Kirana melirik Safira lucu. Sebab apa yang pernah Lutfi ceritakan padanya, sepertinya tidak terbukti. Bahwa Safira tak memiliki rasa padanya


Pada kenyataannya, apa yang di katakan Lutfi sungguh berbeda dengan kenyataan yang kini sedang Kirana hadapi.


Safira marah, mengomel, tak terima dan gemas melihat sang suami ditaksir oleh wanita lain.


Menurut Kinan, Lutfi sepertinya salah menilai sang istri. Kirana yakin, kalau Safira sangat mencintai suaminya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2