PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
Ikhlas


__ADS_3

Sesuai kesepakatan pihak keluarga, akhirnya jenazah Dena di bawa pulang ke Jakarta. Karena seluruh keluarganya yang telah tiada di kebumikan di sana.


Juan selaku keluarga terdekat Vita, langsung turun tangan membantu mengurus jenazah wanita tersebut.


Sebelum menjemput jenazah Dena, tak lupa Juan mengingatkan Vita, agar jangan menyimpan dendam apa lagi orang tersebut sudah tidak ada.


"Vita nggak dendam, Bang. Hanya menyesal saja. Kenapa beliau begitu kejam pada Vita? Kenapa begitu tega pada Luis?" jawab Vita dalam isak tangisnya.


"Namanya manusia itu pasti punya sisi baik dan buruk, Vit. Yang penting sekarang mau sudah tahu, bagaimana keluarga Luis. Abang harap kamu bisa memaafkan oma Dena, ya. Jangan simpan dendam pada seseorang yang telah berpulang!" pinta Juan serius.


"Iya, Bang. Vita udah memaafkannya," jawab Vita tak kalah serius.


"Bagus, lalu bagaimana dengan Zein? Apakah masih ada dia di hatimu?" tanya Juan lagi.


"Insya Allah tidak, Bang. Aku tidak mau menyakiti Luis," jawab Vita serius.

__ADS_1


"Bagus, kamu kan udah tahu bagaimana sikap keluarga Zein pada kita. Pilihlah keputusan yang baik untuk hatimu. Jangan menghianati hatimu lagi. Jadikan ini pengalaman untuk mendewasakan. Abang cuma bisa berharap, kamu dan Luis bisa melewati ini. Masalah Zein, kamu nggak boleh memikirkannya lagi. Sebab jika kamu masih nekat, itu namanya selingkuh pikiran. Itu lebih jahat dari selingkuh beneran Vit. Karena kamu memberikan kepalsuan pada suamimu," ucap Juan menasehati.


"Iya, Bang. Vita ngerti. Vita paham. Vita nggak akan lagi mikirin bang Zein. Karena sekarang prioritas Vita hanyalah Luis. Doakan Luis bisa sembuh ya, Bang. Dia pria yang baik," jawab Vita mantap.


Juan merasa lega. Sebab ia tahu, bahwa Vita adalah gadis baik yang tidak akan menghianati keputusannya.


Beberapa hari ini ia menghabiskan waktu menyendiri. Mungkin dia membolak balikkan pikiranya. Agar bisa mengambil keputusan yang tepat. Dan hasilnya adalah Vita tetap memilih hidup bersama Luis. Vita memilih mendampingi pria itu hingga maut memisahkan. Vita berjanji akan mencari dokter terbaik untuk menyembuhkan sang suami. Dan Vita yakin Luis pasti mau berjuang sembuh untuk cinta mereka.


***


Pilihan Vita tidak jauh berbeda dengan pilihan Zein. Pria ini juga sudah memutuskan untuk melakukan pengobatan ke Amerika. Melupakan semua masa lalu yang hanya menyakitinya. Terlebih itu perihal cinta.


Cinta tak pernah memberinya kebahagiaan. Cinta hanya memberinya penderitaan.


Untuk apa mencinta, kalau pada akhirnya yang ia dapatkan hanyalah sebuah rasa sakit. Untuk apa menyayangi kalau pada akhirnya dia tidak dipilih.

__ADS_1


Berjuang seorang diri itu sangatlah menyakitkan. Dan Zein sudah membuktikan itu. Mengejar cinta yang tak sampai, itu adalah sebuah kebodohan.


Untuk melupakan seluruh masa lalunya, Zein mengganti ponsel sekaligus nomernya. Hanya keluarga kandungnya lah yang ia beri hak untuk menyimpan nomer ponselnya.


"Susah siap, Sayang?" tanya Laila ketika melihat Zein sudah mengganti bajunya.


"Sudah, Ma. Insya Allah," jawab Zein sembari tersenyum tampan. Zein terlihat sudah mulai ikhlas dengan nasib yang kini menimpanya.


"Di Amerika nanti, jangan lupa sholatnya, ya!" ucap Laila mengingatkan.


"Insya Allah, Ma. Pasti Zein nggak akan lupa. Oiya, Ma. Kemarin Zein ada pesan sama Lutfi, masalah kerjaan langsung di aja yang handle. Minta Papa aja yang pantau. Nggak usah hubungi Zein lagi. Zein juga udah ngomongin soal kerjaan itu sama Papa juga sih dan Papa nggak keberatan sib," ucap Zein pada Laila.


"Iya, nanti mama coba bantu juga. Pokoknya kamu jangan mikir macem-macem. Kamu harus sembuh. Mama mau kamu sembuh. Itu saja," jawab Laila.


"Iya, Ma. Zein akan berusaha sembuh. Satu lagi, jangan lupa cabut tuntutan yang mama dan Papa ajukan untuk keluarga Juan. Zein nggak mau berurusan lagi dengan mereka. Zein yakin kok, Ma. Berliana tetap akan nyariin Zein, bapak kandungnya, meskipun tak tahu kapan," ucap Zein mengingatkan. Terdengar melo sih, tapi itulah yang Zein inginkan.

__ADS_1


Zein sudah merelakan semuanya yang telah terjadi pada hidupnya. Zein iklhas.


Bersambung...


__ADS_2