
Patricia belum berani bercerita tentang apa yang ia alami di rumah Juan kala itu kepada Zein sang sahabat. Sebab, disamping ia malu. Ia juga kesal pada istri pria incarannya itu. Stella kelewat anarkis sampai dia kewalahan.
Wanita yang memiliki kekayaan di atas rata-rata ini sebenarnya sangat polos dalam cinta. Iya-iya saja ketika Zein membujuknya. Karena Zein sangat tahu jika Patricia sangat tergila-gila dengan Juan. Keadaan itulah yang mendorong pria licik ini untuk memanfaatkan Patricia.
***
Berbeda dengan Patricia yang sembunyi karena malu. Di dalam ruang sebuah kamar yang cukup mewah, diam-diam ada seorang wanita yang kini sedang menyusun siasat untuk menumbang Zein. Mantan menantunya yang telah sukses membangunkan jiwa petarung nya.
Dia adalah Sera. Yang tak lain adalah ibu kandung Stella. Kini wanita yang masih terlihat cantik di usianya ini terlihat tangguh. Terlebih saat ini dia sendiri yang mengendalikan perusahaan milik almarhum sang suami yang diwariskan kepadanya. Kekayaan inilah yang ia manfaatkan untuk membantu Juan lewat seseorang yang ia percaya.
Sera tak mungkin terjun dan langsung membantu sang menantu. Sebab ia tak ingin membuat Juan sungkan padanya.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah dia mau Terima investasi kita?" tanya Sera pada pria yang menjadi kaki tangannya.
"Maaf, Nyonya. Seperti yang kita ketahui, enam dari sepuluh insvestor itu memihak pada bapak Zein," ucap pria bertubuh tegap itu.
"Tidak masalah. Lalu bagaimana dengan bocah perempuan itu (Patricia)?" tanya Sera lagi.
"Belum ada keputusan, Nyonya. Dia lanjut apa tidak. Tetapi yang menjadi persoalan adalah Zein tetap membujuk beberapa investor yang lain untuk bergabung dengannya," jawab pria itu.
"Oke, sekarang kamu pergi ke Jakarta. Lakukan hal yang sama seperti yang Zein lakukan pada Juan. Bujuk semua insvestor di perusahaan milik pria itu untuk bergabung dengan kita. Kita lihat seberapa kuat mental pria itu. Buat sahamnya anjlok di titik terendah. Aku sudah meminta seseorang memulai, kamu tinggal melanjutkan. Ingat, tetap jangan lengah. Meskipun pria itu ceroboh, tetapi dia juga punya tingkat kecerdasan yang lumayan!" ucap Sera kembali memerintah dan mengingatkan.
Kembali Sera duduk di kursi kebesarannya. Memikirkan cara, bagaimana membujuk para investor itu untuk kembali memihak Juan dan segera merealisasikan pembangunan proyek yang telah disepakati. Beberapa kali wanita paruh baya ini menghela napas dalam-dalam. Haruskah ia terjun langsung untuk memperngaruhi para investor itu. Sera hanya takut pergerakannya selama ini akan terbaca oleh Zein.
__ADS_1
Namun jika tak ada pilihan lain, maka Sera akan tetap melakukan opsi terahir. Yaitu datang ke perusahaan Juan untuk menawarkan diri sebagai investor tunggal dalam proyek pria itu.
Diam-diam Sera juga menyelidiki siapa Juan dan bagaimana hubungannya dengan sang putri. Meskipun tak Juan tak memberitahu akan pernikahannya dengan Stella, namun Sera yang tak pernah membiarkan sang putri kenapa-napa tetap memantau dari jarak jauh.
Kaki tangan wanita ini telah tersebar di sekeliling Stella. Terlebih ketika Stella dikabarkan mengandung dan memiliki bayi yang sangat cantik. Tingkat kewaspadaan Sera bertambah. Ia tak mau kecolongan seperti ketika Stella hancur dan dirinya tidak ada di sana. Di samping sang putri. Andai bisa dijabarkan dengan kata-kata itu adalah penyesalan terbesar dalam diri Sera.
Pengalaman hidup telah mengajarkan wanita ini menjadi tangguh. Jangankan seorang Zein, Jovan yang memiliki segala kuasa dan tak tik jahat saja bisa ia *****, lalu ia dorong ke dalam neraka dunia. Apa lagi ini, Sera sudah menyiapkan tempat terbaik untuk Zein. Wanita ini tersenyum sinis. Bersiap menjebak pria jahat yang telah menghacurkan hati sang putri.
Jangan panggil dia Sera kalau mudah menyerah begitu saja. Sebelum ia memulai pergerakan. Wanita ini telah menghitung dengan teliti langkahnya. Mulai dari merayu para investor yang bekerja sama di perusahaan Zein. Lalu mulai menyusup di salon milik ibu kandung Zein, yang kini telah berhasil ia lumpuhkan. Wanita itu tak terdengar lagi kicauannya sejak Sera berhasil mengungkap perselingkkuhannya dengan seseorang. Widya sangat takut dan tunduk padanya. Jika dia berani macam-macam. Maka habislah, kartu As nya telah menjadi senjata terbaik Sera.
Bukan hanya Widya yang kini berada dalam genggamannya. Ada gadis ayu yang berprofesi sebagai model, yang tak lain adalah Ariel. Ariel juga berada dalam kendali Sera. Itu sebabnya gadis itu juga tidak berkutik. Tanpa Zein sadari, Sera telah membungkam mulut satu persatu orang-orang yang peduli padanya. Tinggal bagaimana perangai Zein. Jika pria ini tidak berubah, maka Sera pasti akan mengarahkan peluru tipu muslihat nya untuk memporak-porandakan bisnis Zein.
__ADS_1
Bersambung...
Like komen dan votenya tetap aku nanti🥰🥰🥰