PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
Racun


__ADS_3

Seminggu kemudian ...


Berita pembatalan pernikahan yang dilakukan Zein untuk Stella akhirnya sampai juga ditelinga kedua wanita yang sangat menatikan ini. Yang tak lain dan tak bukan adalah Widya, ibu kandung Zein dan juga Apriel, wanita yang selama ini menyukai Zein.


Kedua wanita beda generasi ini, kini telah berpesta di sebuah ruangan super mewah milik Apriel. Widya langsung menghubungi Apriel ketika ia tahu bahwa Zein telah membatalkan pernikahannya.


Terang saja, Ariel yang sudah lama memendam rasa pada Zein langsung bersemangat.


"Akhirnya wanita bodoh itu pergi dari hidup putraku, Sayang . Tanpa kita perlu susah-susah mengusirnya, ya kan," ucap Widya sambil meneguk vodka yang telah disediakan oleh sang empunya rumah.


"Akhirnya ya Tan, aku bilang juga apa. Zein mana mau sama wanita jelek, kucel begitu. Cantikan Ariel kemana-mana kan Tan?" kedua wanita ini terkekeh.


"Udah Tante kasih tahu hari itu, Tante suruh lihat dulu ... malah nglawan. Salah sendiri, jadi kualat kan," ucap Widya kesal.


"Sabar, Tan. Biar Ariel yang gantiin," mereka kembali terkekeh.


"Tante setuju kalau kamu yang jadi mantu Tante, setidaknya modis nggak kucel kayak tu anak pungut," balas Widya. Apriel tersenyum, wanita yang berprofesi sebagai aktis dan juga model majalah dewasa ini terlihat bahagia. Sangat bahagia, impiannya untuk menjadi istri Zein terbuka lebar. Dukungan Widya bersamanya, meskipun Agus ... ayah Zein selalu menolaknya. Ia tak peduli. Persetan dengan pria baruh baya itu. Yang penting ia sudah mendapatkan satu dukungan. Itu sudah cukup baginya.


"Kapan Zein pulang Tante, kangen nih," ucap Apriel sambil menenguk minuman berakohol itu.

__ADS_1


"Maaf Sayang, Tante belum bisa memastikan kapan anak itu pulang. Kamu tahu kan, Zein itu keras seperti papanya. Biarkan dia tenang dulu, baru nanti kalau keadaannya sudah stabil kamu boleh masuk." Widya menuangkan lagi minuman setan itu ke dalam gelas Apriel.


"Sekarang wanita bodoh itu di mana Tan?" tanya Ariel.


"Mana Tante tahu, kayaknya udah dibuang sama Bapaknya. Kamu tahu kan gimana kerasnya Jovan," jawab Widya.


Tentu saja Ariel tahu, sebab Ariel adalah salah satu artis yang bernaung di bawah rumah produksi milik Jovan.


"Pria jahanam itu ternyata sangat membantu kita, Tante. Kita wajib berterimakasih sama beliau, tanpa dia sadari dia sangat berguna bagi kita." Mereka tertawa lagi.


"Kamu bener, pria bodoh itu tak menyadari kalau dia sangat berjasa pada kita." Widya tersenyum.


" Tapi heran deh Tan, kenapa ya dia sangat membenci putrinya sendiri?" tanya Apriel.


"Tan, kenapa Tante nggak korek aja keterangan dari Om Agus. Siapa tahu kita bisa ngancurin usaha mereka. Biar mampus. Biar nggak angkuh lagi tu kakek-kakek." Ariel meneguk lagi minuman itu.


Widya menatap sekilas pada wajah gadis seksi yang ada di depannya ini. Sepertinya seru juga jika ide yang Ariel berikan bisa mereka jalankan.


"Kayaknya seru, boleh juga tu. Biar tahu rasa keluarga gadis bodoh itu. Terutama Jovan, biar dia tahu rasa. Emang anak dia doang yang bagus! Nyatanya anakku saja nggak mau sama anaknya," balas Widya kesal.

__ADS_1


"Tapi tunggu dulu Tan, tunggu kontrak kerjaku selesai dengan mereka. Ada dua pemotretan lagi. Setelah itu baru kita babat habis mereka," ajak Ariel. Agaknya Widya juga menyanggupi usul itu.


"Okey, tak masalah. Yang penting, jika mereka bangkrut. Suamiku pasti nggak bakalan mau lagi berteman dengan keluarga mereka. Bikin malu aja," tambah Widya. Wanita ini memang sangat mengenal Agus sang suami. Sejauh ini yang ia tahu, Agus tak akan mau berteman dengan orang-orang yang tak bisa memberinya keuntungan.


Alasan Agus menyetujui pernikahan Zein dan Stella karena Jovan sering memberinya proyek, ketika ia masih miskin dulu. Hanya untuk balas budi. Itulah alasan yang sering Widya dengar dari sang suami, tapi entahlah. Alasan itu benar atau tidak hanya Aguslah yang tahu.


"Nanti Om Agus marah gimana Tant?" tanya Ariel takit.


"Ya jangan sampai ketahuanlah, pinter-pinternya kita aja," jawab Widya, kemudian mereka kembali tersenyum.


Sepertinya mereka tak main-main. Kebencian Widya pada keluarga Stella berawal ketika Zein memaksa menikahi wanita itu. Menentang keinginan Widya untuk menikahkannya dengan Ariel. Gadis yang menurut Widya jauh lebih cantik dan elegan menurut sang ibu. Pergaulan Ariel yang sejalan dengannya juga menjadi alasan tersendiri bagi Widya untuk menjadikannya seorang menantu.


****


Seminggu berlalu, kini keadaan Stella jauh lebih baik dibanding pertama kali Juan menemukannya.


Wanita ini sudah mau berbicara meskipun hanya satu dua patah kata. Stella masih berusaha menutup diri dari siapapun. Termasuk pada dokter dan juga Juan sendiri.


Stell terlihat masih takut dengan pria. Jika Juan masuk ke dalam kamarnya, cepat-cepat ia menutup tubuhnya dengan selimut. Hanya menyisakan mata untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan untuknya.

__ADS_1


Juan tak memaksa, ia hanya mau memastikan bahwa wanita yang ia tolong baik-baik saja.


Bersambung ...


__ADS_2