PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
Ketulusan Hati


__ADS_3

Vita dan Luis akhirnya memutuskan untuk terbang ke Batam. Tentu saja untuk memastikan bahwa Stella baik-baik saja. Di pesawat, Vita terlihat lebih banyak diam. Hati dan pikirannya bisa dikatakan masih sukar untuk ia kendalikan. Bagaiamana tidak? Masalahnya sendiri saja masih belum bisa ia selesaikan. Kini datang lagi masalah baru. Vita merasa masalah senang sekali menghinggapinya. Hingga otaknya serasa penuh oleh masalah-masalah yang saat ini beegekut manja di kepalanya.


"Ada apa, kok melamun begitu? Apa yang sedang kamu pikirkan, heemm?" tanya Luis lembut.


"Entahlah, rasanya masalah selalu datang padaku. Sepertinya, masalah sangat suka denganku. Aku pusing Luis," jawab Vita sembari meyenderkan kepalanya di pundak sang kekasih.


"Selama kita masih bernapas, selama mata kita masih bisa terbuka dan tertutup itu tandanya kita masih hidup. Orang hidup itu ya pasti ada masalah, Honey. Nikmati saja," jawab Luis sedikit becanda.


"Tahu ah, jawabnya kenapa begitu!" Vita merajuk.


"Aku tahu apa yang membuatmu gelisah. Permintaan oma, kan?" tebak Luis serius.


Vita mengangkat kepalanya. Lalu ia pun menatap sang kekasih. Berharap pria itu tahu jawaban atas apa yang ia risaukan dari tatapan matanya. Berharap Luis bisa memahami apa yang ia pikirkan.


"Aku tahu, sudah jangan terlalu dipikirkan. Kalo kita berjodoh, mau sekuat apapun mereka memisahkan kita, kita pasti akan bareng. Begitupun sebaliknya, mau sekeras apapun kita berusaha. Kalo nggak ada jodoh diantara kita, kita pasti pisah. Jadi jangan risaukan apapun. Apa lagi perihal jodoh. Sebab jodoh itu bukan kita yang punya. Kita usaha aja dulu. Masalah hasil, kita serahkan pada sang Maha Pemilik Jodoh. Oke!"


"Baiklah, aku akan mencoba mengerti. Aku akan berusaha selalu sabar, Luis. Demi kamu, demi cinta kita!" jawab Vita mantap.


Vita tersenyum dalam hati. Nyatanya kenyamanan yang ia dapatkan ketika bersama Luis memang berbeda ketika ia bersama Zein. Vita selalu berharap, bahwa ia tidak menjatuhkan pilihan yang salah. Ia juga berharap, Luis adalah imam terbaik untuknya.

__ADS_1


***


Masih dalam kekhawatiran yang sama. Zein duduk termenung memikirkan apa yang Juan katakan. Jika boleh jujur, Zein sangat sedih dengan ucapan Juan yanag mengatakan bahwa dia dan keluarganya telah mengusik ketenangan rumah tangganya dan Stella.


Zein berani bersumpah demi Tuhan, bahwa apa yang telah orang tuanya lakukan bukanlah kehendaknya. Bukan keinginannya. Bahkan dia juga telah melarang keluarganya untuk tidak melakukan hal tersebut.


Namun, Zein tidak sepenuhnya bisa melarang. Mau bagaimanapun dia telah berusaha. Dia juga telah melarang mereka agar jangan melakukan hal yang mungkin akan memicu kontroversi antara dirinya dan Juan.


Zein sudah cukup tertekan dengan kesalahan yang pernah ia lakukan dan bukankah saat ini ia sedang menebus kesalahan itu dengan dijauhkan dengan putri semata wayangnya. Bukankah saat ini dia juga hidup di dalam tekanan karena telah berjauhan dengan Berliana.


Andai Juan tahu, bahwa dirinya juga ingin keadilan. Ingin berada dekat dan mendidik anak gadisnya itu sendiri.


Zein memilih mengalah dengan cintanya. Zein memilih mengalah dengan putrinya. Karena yang ia inginkan hanyalah kebaikan dan kebahagiaan semua orang. Termasuk sang sahabat dan mantan istrinya.


Melihat sang putra terus berdiam diri di dalam kamar. Tentu saja membuat Laila khawatir dan merasa sangat bersalah.


Andai dia tahu dari awal masalah yang terjadi antara sang putra dan wanita itu, pasti Laila tak akan berani mendukung sikap Laskar yang bersikeras meminta tes DNA sekaligus izin untuk bertemu Berliana kapanpun mereka mau. Andai dia tahu dari awal, mungkin ia tidak akan mungkin membuat masalah sehingga membuat sang putra malu.


"Maafin, Mama dan papa ya, Zein," ucap Laila sembari mendekati Zein yang saat ini sedang duduk termenung di ranjang kamar pribadi milik Zein.

__ADS_1


"Udahlah, Ma. Jangan dibahas lagi! Nanti Juan juga bakalan ngerti. Toh selama ini, Zein kan udah nggak pernah mengusik kehidupan mereka. Tuhan juga tahu, bahwa Zein tidak seserakah itu. Kalo pun mama dan papa berbuat demikian, itu wajar. Karena mau bagaimanapun, Berliana kan memang cucu kalian," jawab Zein, berusaha tegar. Meskipun jujur, hatinya saat ini sedang tergores.


"Kamu begitu dewasa, Zein. Mama do'ain, semoga kamu cepet dapet jodoh yang mengerti akan dirimu. Mengerti dengan apa yang kamu inginkan. Semoga kamu mendapatkan wanita yang tepat." Laila tersenyum bangga. Entahlah, meskipun Zein bukanlah putra kandungnya, namun Zein telah menjadi permata hatinya. Putra yang sangat ia banggakan.


"Aamiin, Ma, semoga saja. Terima kasih atas doanya," jawab Zein sembari membalas senyum keibuan wanita itu.


Sedetik kemudian, rasa bahagia menyelimuti pria tampan ini. Sebab, apa yang ia dambakan selama ini dari seorang ibu, kini telah ia dapatkan. Walaupun wanita yang memberikan perhatian dan kasih sayangnya itu bukanlah ibu kandungnya, Zein tetap bersyukur. Setidaknya, masih ada seorang ibu yang menyayangi dan mau mendoakannya dengan tulus.


Laila pun sama, wanita ini merasa lega, sebab sang putra sama sekali tidak marah dengan apa yang ia dan sang suami lakukan. Namun, tak dipungkiri bahwa rasa bersalah itu tetap ada. Mau bagaimanapun, ia telah membuat Zein terkena masalah dan malu karenanya. Saat ini, ia pun hanya bisa berdoa, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik untuk putra kesayangannya ini.


***


Di sisi lain, seorang wanita sedang mengalami kecelakaan yang bisa dikatakan cukup parah. Mobilnya ringsek dan wanita ini terletak jauh ke tengah jalan.


Beruntung saat itu, Lutfi yang sedang dalam perjalanan pulang melihat kronologi tersebut. Melihat sang korban masih hidup, Lutfi pun berinisiatif membawa sang korban ke rumah sakit.


Itu sebabnya, sampai saat ini dia belum bisa pulang ke rumah. Karena ia juga di tahan oleh pihak kepolisian dan juga pihak rumah sakit untuk di mintai keterangan perihal kecelakaan ini...


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tongkrongin karya terbaru aku ya gaes.. KETULUSAN HATI ISTRI KEDUA bersama Riana dan Langit... Semoga sukak🥰🥰🥰🥰


__ADS_2