PENJARA CINTA Untuk STELLA

PENJARA CINTA Untuk STELLA
MENDEBARKAN


__ADS_3

Vita sedang bersiap di kamarnya. Memakai gaun terbaik yang ia punya. Sebab malam ini ada seorang pria yang telah lama memendam rasa padanya, berjanji akan mengajaknya makan malam. Mungkin lebih tepatnya, mau melamarnya. Sebenarnya itu hanya dugaan Vita saja. Tetapi, ia yakin. Entahlah, Vita hanya yakin saja.


Melihat sang adik begitu cantik, tentu saja jiwa iseng Stella meronta. Dengan candaan khasnya, wanita cantik ini pun mulai menggoda adik cantiknya itu.


"Astaga! Cantiknya, mau ke mana?" canda Stella dengan kelingan mata genitnya.


"Ya Tuhan, Kakak. Apaan sih!" Vita tersenyum, tersipu malu. Ya, gadis cantik ini memang malu.


"Di mana kalian mau ketemuan?" tanya Stella kepo.


"Di restoran dekat butik kita," jawab Vita jujur.


"Duh lomatisnya, jadi iri," canda Stella.


Vita hanya tersenyum. Sebab ia sendiri juga sudah mempersiapkan kejutan istimewa untuk sang kakak. Kali ini ia mau bertemu dengan Luis di tempat itu karena memiliki tujuan. Yaitu melihat tempat itu secara langsung. Lalu memikirkan rencana untuk memberikan kejutan untuk sang kakak. Ya, begitulah Vita dengan segala akal bulus nya. Karena, jika dia berhasil menyiapkan tempat dan juga berhasil membawa Stella ke sana, maka Juan berjanji akan memberikan dia bonus yang dinilainya cukup fantastis. Dan Vita sangat menyukai itu.


"Si Luis sekarang tampan nggak?" canda Stella dengan kerlingan mata genitnya.


"Apaan sih!" sangkal Vita malu.

__ADS_1


"Ye, kali aja tampan. Kan lumayan aku bisa lihat cowok tampan. Kali aja dia jodoh ama kamu," balas Stella dengan senyum manisnya.


"Sendiri punya suami tampan dianggurin. Awas disrobot pelakor!" canda Vita.


Stella melirik dengan senyuman khasnya. Kali ini ia tak marah, meskipun Vita menyinggung pria itu. Karena Stella sudah tahu, jika Juan bukan pria seperti itu.


"Malah senyum doang! Udah sana pulang, abang nungguin tu!" ledek Vita lagi.


"Ih, apaan sih. Udah sana pergi. Selamat bersenang-senang dengan pangeran tampanmu. Aku do'ain sekali lagi, semoga Luis jodoh terbaikmu!" ucap Stella mengakhiri perbincangan mereka.


"Haruskah aku aminkan doamu, Kak?" Kali ini Vita terlihat serius.


"Tentu saja, aku menginginkan yang terbaik untuk kalian," jawab Stella sembari beranjak dari sofa. Kemudian ia pun berjalan menuju kamar Berliana. Malam ini, ia berencana tidur dengan baby cantik itu.


Di sisi lain, Luis tak mau di kawal oleh sang asisten pribadi. Dia ingin menjemput sang pujaan hati sendiri. Ia hanya meminta Zein memastikan bahwa tempat yang ia inginkan sudah siap. Siap untuk menjadi saksi bisu untuknya menyatakan cinta. Cinta pada wanita yang selama ini berhasil mengobrak-abrik hatinya.


"Semua sudah siap, Pak. Silakan!" ucap Zein sembari menyerahkan kunci mobil itu pada Luis.


"Oke, makasih ya. Kamu boleh jalan-jalan sesukamu. Siapa tahu ketemu cewek!" canda Luis bahagia.

__ADS_1


"Siap, Pak!" jawab Zein sopan.


Beberapa detik kemudian, Luis pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan resorts mewah miliknya itu.


Di jalan, Luis terlihat terus mengembangkan senyum tampannya. Hatinya begitu bahagia. Jantungnya berdebar penuh harap. Berharap Vita tak menolaknya lagi kali ini. Luis berharap, Vita tidak hanya mau menjadi pacarnya Luis ingin Vita langsung menerima lamarannya. Sebab Luis sudah yakin, jika Vita bisa menjadi istri yang baik dan juga ibu yang baik pula untuk anak-anaknya kelak.


Luis menjalankan mobilnya dengan tenang. Meski debaran jantungnya susah ia kendalikan. Tiga tahun berlalu, ini adalah kali pertama maumereka bertemu kembali.


Singkat cerita, Luis menemukan kembali gadis yang sanggup membuatnya merindu itu berkat teman kuliahnya. Bertemu di Jakarta, dan memberikan nomer ponsel Vita kepadanya. Pria tampan ini begitu bahagia, terlebih, ketika Vita membalas pesan teks yang ia kirim. Sungguh, Luis tak menyangka jika Vita mau membalas pesan teksnya. Sebab, lima tahun yang lalu, Vita pernah menolaknya dengan alasan yang sama. Tidak mau berpacaran.


Namun, kali ini lain. Alasan Vita memang sama, tidak mau berpacaran. Tetapi jika Luis serius, Vita menginginkan semua hubungan halal. Yaitu sebuah pernikahan.


Mengingat tujuan mereka sama, Luis pun tak mau menunda waktu lagi. Ia ingin membuktikan kesungguhan cintanya pada gadis itu. Itulah sebabnya, ia datang jauh-jauh dari Paris ke Belanda hanya untuk kekasih hatinya.


Kini, mobil yang ia kendarai akhirnya sampai di depan rumah minimalis yang di tempati Vita dan keluarganya. Dengan gagahnya, Luis pun mengetuk pintu itu. Guna menjemput sang pujaan hati.


Beberapa menit berlalu terdengar suara langkah kaki mendekati pintu itu. Kemudian, pintu itu pun terbuka.


Terlihat seorang gadis yang Luis inginkan. Berdiri anggun dengan gaun berwarna pink muda. Rambut ditata sederhana. Hiasan make up tipis dan warna lipstik senada dengan baju menambah kesan menawan gadis ini.

__ADS_1


Luis tertegun. Jantungnya kembali berdebar. Sungguh, ini adalah saat paling mendebarkan dalam hidupnya. Namun membahagiakan. Karena saat inilah yang Luis inginkan.


Bersambung....


__ADS_2