Samudera Biru

Samudera Biru
Sibuk


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Maksud mu apa?" tanya Sam yang langsung menoleh kearah istrinya yang tiba tiba berubah menjadi sosok Biru yang tak ia kenal seperti biasanya.


"Bee, apa ada masalah?"


Biru sekali lagi menggelengkan kepalanya tanda ia baik baik saja, tapi Sam bisa melihat ada hal lain di mata istrinya itu.


"Kita pulang ya, kamu butuh istirahat sayang"


Tanpa meminta persetujuan Biri, Tuan muda Rahardian itu langsung merangkul tubuh mungil sang istri kembali ke hotel. Angin kencang yang berhembus seakan mematahkan menusuk kedalam tulang sampai terasa nyeri dan ngilu.


Sesampainya di kamar hotel, Sam membantu Biru menggantikan pakainnya menjadi piyama dress dengan motif strawberry, buah kesukanan Samudera selama dua puluh lima tahun ia hidup di dunia.


Biru yang berbaring dalam dekapan sang suami pun akhirnya pasrah saat ia tak kuat lagi menahan rasa kantuk yang menyerang tubuh lelahnya.


*****


Dua hari menikmati liburan di luar kota membuat Biru jauh semakin lebih baik, semuanya jelas tersirat di wajahnya saat ia tersenyum simpul.


Bahagianya Biru tentu menjadi kebahagiaan Sam juga, sebagai suami tentu ia ingin memberikan yang terbaik untuk pasangan halalnya itu.


"Kita jadi pulang hari ini, Bee?" tanya Biru sambil di sisiri rambutnya oleh Sam.

__ADS_1


"Iya, ada yang mau kamu beli untuk oleh-oleh?"


"Hem, boleh. Aku mau mau beli sesuatu untuk Onty, Amma dan miMoy" ucapnya senang, karna ia tak perlu meminta tapi Sam sudah menawarinya lebih dulu.


"Belikan juga untuk Ibu dan bapak ya, jangan lupakan mereka. Kita punya dua keluarga yang harus di bagi rata" pesan Sam yang di balas anggukan paham dan haru oleh Biru.


"Apa aku boleh belikan sesuatu untuk kak Khansa juga?"


"Tentu, dia juga kakakmu, Bee. Belikan apa yang sekiranya ia butuhkan dan kirim ke alamatnya memakai jasa kurir."


Semenjak Khansa bekerja, keduanya memang tak lagi bertemu. Wanita yang sering di sebut nenek sihir oleh Biru itu hanya akan memberi kabar jika Biru mengirim pesan padanya lebih dulu. Sudah satu bulan Khansa bekerja di kantor cabang milik Rahardian Group di bagian kantin, tak ada keluh kesah yang Biru dengar otomatis membuat ia berpikir jika kakaknya itu kini baik baik saja.


"Hem, Baiklah. Aku tak akan meminta untuk bertemu dengannya" ucap Biru yang paham dengan yang di maksud suaminya itu.


Dirasa tak memiliki banyak waktu lagi, Sam dan Biru langsung pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di kota tersebut. Biru banyak membeli oleh-oleh untuk para pawang Rahardian yang tak hentinya bergosip di grup Chat.


"Udah nih? yakin gak ada lagi?" tanya Sam memastikan sebelum mereka keluarga dari sana.


"Iya cukup, ini udah banyak banget"


Pasangan suami istri yang sedang menanti hadirnya sang buah hati yang sebentar lagi lahir itu pun berjalan beriringan menuju mobil yang terparkir di luar. Namun, langkah keduanya berhenti saat ada seseorang menanggil.


"Sam... Samudera"

__ADS_1


Sam yang yakin jika sumber suaranya tepat di belakangnya itupun segera menoleh.


" Hai..."


"Lama gak ketemu ya" sapa dua wanita yang tadi memanggil Sam dan berlari kearahnya juga.


"Iya, Semenjak lulus kuliah. Oh iya kenalin nih, ini Istriku" ucap Sam pada temannya yang dulu pernah menaruh hati pada Sam.


"Oh, iya. Aku Carla"


"Biru" balasnya sambil menerima uluran tangan teman sang Suami.


"Sibuk apa, Sam sekarang?. Langsung urus kantor ya?" tanya Carla lagi.


" Iya, selain sibuk kerja aku juga sibuk dengan yang lain." jawab Sam.


"Sibuk apa tuh?" tanya wanita satunya lagi.


.


.


.

__ADS_1


.


Aku sibuk membahagiakan istriku.


__ADS_2