Samudera Biru

Samudera Biru
Makin Aneh


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ada yang rame rame, aku mau liat, Moy!" jawab Biru sambil turun dari mobil meninggalkan Hujan yang kebingungan melihat tingkah aneh sang menantu.


Tak ingin terjadi apa-apa dengan istri anaknya, Hujan pun langsung menyusul ke tempat dimana kini Biru berdiri di belakang para beberapa ibu ibu yang berkumpul.


"Ada apa, Bi?" tanya Hujan yang kini sudah berada disisi menantunya.


"Tukang pecel, Moy"


"Rame banget, kamu mau? beli deh" titah Hujan.


"Moy, mau?"


"Boleh, tapi jangan pedes ya" pintanya yang langsung mencari duduk di depan ruko kosong.


Biru tampak tenang mengantri, ia menikmati apa yang sedang ia dengar apalagi kalau bukan rumpian para ibu ibu yang kadang membuat ia mengulum senyum menahan geli.


Sedari tadi memesan akhirnya kini Biru mendapat giliran dan dua piring pecel pun sudah berada di tangannya.


"Makasih, Bu" ucap Biru sopan saat menerima pesanannya.


Biru berjalan kearah Hujan yang menunggu sembari memainkan ponsel, keduanya makan dengan lahap sampai tandas tak tersisa.


"Enak ya, Moy" kata Biru seraya membersihkan bibirnya dengan tisue.


"Iya, tau enak begini tadi pesen bungkus juga buat papAy di rumah" sahut Hujan.

__ADS_1


"Ya udah, aku pesenin lagi ya. Moy tunggu disini ya"


Hujan yang belum sempat menolak hanya bisa menatap punggung menantunya yang begitu aneh hari ini.


Biru kenapa sih? semangat banget ngantri pecel.


******


Biru yang ikut pulang kerumah utama tentu langsung di jemput oleh Sam karna pasalnya gadis cantik itu enggan menginap disana meski waktu kini sudah lewat jam makam malam.


"Mau beli sesuatu gak?" tawar Sam sambil terus memutar stir mobilnya.


"Aku kenyang, abis makan pecel dua piring di tambah makan nasi juga sama opor ayam" sahut Biru, ia yang menyandarkan tubuhnya di jok mobil tampak begitu tak bertenaga.


"Makan sebanyak itu kenapa lemes banget?" tanya Sam bingung sambil memperhatikan istrinya.


"Aku ngantuk, Bee. Aku capek hari ini ngantri terus" adu nya pada sang suami yang malah terkekeh mendengar alasanya.


.


.


"Bee, bersih bersih dulu dong"


"Sayang... "


Sam terus saja mengusap paha putih yang begitu mulus milik istrinya sambil menciumi pipi Biru juga, ciuman manja yang ia berikan kini malah mengundang hasrat kelelakiannya saat sang Tutut sedikit beraksi di balik celana rumahanya.

__ADS_1


"Eh, kamu mau apa?" Biru yang kaget akhirnya bangun dari tidur.


"Mandi, malah tidur!"


Biru yang kesadarannya kini sudah terkumpul langsung menghembuskan napas kasar.


"Kenapa?" tanya Sam saat melihat isterinya diam menunduk.


"Kenapa sih, Bee. Maaf ya aku ganggu kamu tidur. Ya udah gak usah mandi gak apa-apa kita tidur lagi yuk. Kamu tetep cantik sama wangi kok" goda Sam sambil merayu karna sedikit serba salah.


"Enggak, aku gak apa-apa. Aku cuma mendadak laper aja" sahut Biru yang mulai merasakan perutnya berbunyi.


"Mau makan apa, biar aku pesen"


"Eh, jangan! aku gak mau pesen tapi aku mau kita beli ya" pintanya penuh harap.


"Udah malem, emang kamu makan apa?" tanya Sam lagi setelah ia melirik jam di dinding.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Apa aja, yang penting RAME...


__ADS_2