
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Miyuh na ya......
Rain yang baru bangun dari tidur langsung duduk sambil mengedarkan pandangan ke seisi kamar tak ada siapapun disana membuat bocah itu akhirnya menangis.
"Bum"
Sam yang berada di kamar mandi tentu langsung keluar ketika mendengar suara tangis putranya. Ia buru buru melangkah sedikit berlari menuju ranjang tempat tidur.
Miyuuuuuh
"Iya, kita jemput Mhiu ya" ujar Sam sambil meraih ponsel di atas meja rias istrinya.
*Bee
[ Jemput aku lima belas menit lagi ya, Bee ]
Sam bernapas lega, jawabannya pada Rain ternyata tepat saat membaca satu pesan yang di kirim oleh Biru meski beberapa menit lalu.
Miyuh ipis, na?
"Hem, di jauh. kita kesana sekarang ya"
Iyaah... ecim ya...
__ADS_1
"Iya, nanti beli ice cream kalau udah jemput Mhiu" sahut Sam, ia tahu jika putra putrinya memang tak bisa di janjikan sesuatu. Mereka akan terus mengingatkan sampai kedua orangtuanya memenuhi.
Sam mengganti pakaiannya dan juga Rain lalu setelah itu keluar kamar menuju kamar Embun yang tepat di samping kamarnya.
Cek lek
"Buy, jemput Mhiu yuk"
Gadis kecil itu menoleh lalu mengangguk, ia bangun dari duduknya di kursi kecil.
"Buy, pergi dulu ya mbak" pamitnya pada Rini yang sedari tadi menemani.
"Iya, Nona. Hati-hati"
Embun melangkah pelan sambil melambaikan tangan pada si pengasuh lalu menerima uluran tangan Phiunya. Jadilah mereka kini bergandengan tangan menuju lantai bawah arah pintu utama.
Kendaraan mewah milik Samudera ErRainly Rahardian Wijaya itupun melesat dengan kecepatan sedang memuji resto tempat dimana istrinya berkumpul.
Selang dua menit, Biru datang dan langsung membuka pintu bagian kiri. Ia masuk dan duduk di kursi depan. Rain yang melihat Mhiu nya pun langsung meronta ingin pindah keatas pangkuan Biru.
Miyuh ipis na?
"Ya ampun inget aja sih, Bum" sahut Biru tak percaya.
"Kita beli icecream dulu ya" ujar Sam mengingat kan.
__ADS_1
Iyaaaa
Rain langsung menjawab ajakan Phiunya dan itu tentu membuat Biru maupun Sam akhirnya tertawa.
Perjalanan pun di lanjutkan menuju tempat icecream langganan mereka. Tempatnya yang luas karna ada taman dan kolam membuat siapapun akan betah berada disana termasuk para keturunan Rahardian.
Embun yang tahu arah kemana mereka pergi sudah berjingkrak senang sambil tepuk tangan. Ia sudah membayangkan betapa nikmatnya berbagai rasa yang akan bersatu di mulut kecilnya itu.
Sam yang menggendong Rain berjalan di belakang Biru yang menuntun Embun. Wanita itu memesan empat porsi icecream dengan berbagai rasa dan toping yang berbeda. Tapi hanya sang suamilah yang tak ditanya maunya karna ia tahu jika si sandaran hati penyuka Strawberry sejati.
"Bee, aku sama Bum ke meja dekat kolam ya"
"Hem, iya"
Rain yang ingin turun malah berlari mendekat kearah kolam buatan yang tak terlalu besar, bocah tampan pewaris perusahaan Rahardian group itu duduk dengan santai di pinggirannya begitu saja dengan santai.
"Bum, kotor loh. Kamu kenapa? yuk kita ke meja, Mhiu sama Kak Buy udah di sana loh" ajak Sam pada putra laki laki satu-satunya itu.
.
.
.
uwek uwek bendem, ninin loooooh..
__ADS_1
Ecian ya piyuuh...