
ππππππ
"Eh.. apa tadi yang sembilan minggu?"
"Nona muda Biru positif hamil, dan saat ini usia kandungannya sudah menginjak sembilan minggu. Harap Tuan dan Nona menjaganya dengan baik karna masih dalam trimester pertama" jelas sang dokter lagi yang begitu gemas dengan gimik wajah Samudera ErRainly Rahardian Wijaya.
Ia yang sudah tampan sejak lahir semakin tampan saat kebingungan hingga keluarlah mikik wajah polosnya.
"Biru hamil?" gumamnya yang langsung menoleh kearah istrinya yang masih terbaring.
"Iya, aku beneran hamil"
Sam langsung memeluk wanita yang kini sedang mengandung buah cintanya, hasil kerja keras si Tutut dalam membajak sawah tanpa kenal waktu tempat dan lelah.
"Aku bahagia."
Sam dan Biru kembali di beri arahan, meski ini kehamilan kedua nyatanya begitu banyak yang tak sama. Hal itu yang membuat keduanya banyak bertanya.
"Jadi Nona tidak merasa morning sickness sama sekali?" tanya Dokter yang di jawab anggukan.
"Suami saya yang sering muntah pagi-pagi pas bangun tidur, dok"
__ADS_1
"Wah, berarti kehamilan simpatik ya. Ada keluhan lain yang mungkin Nona rasakan, mungkin sakit kepala, perut atau pusing jika mencium sesuatu?"
"Gak ada dokter, semua biasa aja makanya saya gak tahu kalo lagi hamil lagi" jelas Biru, ia memang benar-benar tak mengalami ciri-ciri ibu hamil kecuali mood yang tak stabil. Marah dan ingin menangis tak jelas memang sering ia rasakan tapi masih dalam batas wajar karna terbukti ia bisa mengontrolnya sendiri.
"Suami saya kayanya yang banyak ngidam, banyak makan dan maunya dan yang paling parah jadi males" sambung Biru lagi sambil melirik kearah suaminya yang kaget dengan apa yang di katakan Biru.
"Aku males males begini tapi aku gak males buat peluk kamu, Bee" protes Sam. Selama ia sering tak masuk kantor waktunya memang hanya untuk Biru dan Embun meski hanya di atas tempat tidur.
"Gak apa apa, berarti kalian memiliki ikatan bathin yang kuat dan ini harus di pertahankan. Sekali lagi saya ucapkan Selamat atas kehamilan kedua Nona muda Biru"
.
.
Ada senyum yang sedari tadi tak hilang dari sudut bibir Samudera.
"Ternyata aku ngidam, Bee" ucap Sam sambil menoleh kearah Biru yang duduk di sebelahnya.
"Hem, kenapa kita gak sadar dari awal, terutama rewelnya Embun akhir akhir ini ya" timpal Biru yang menyalahkan dirinya sendiri yang kurang peka dengan segala yang terjadi dalam keluarganya.
"Gak apa-apa, baru dua bulan gak sadar itu wajar kecuali udah lima bulan baru ketahuan itu baru di luar nalar" kekeh Sam berusaha menenangkan hati sang istri tercinta.
__ADS_1
"Iya sih, aku kayanya terlalu sibuk mikirin banyak hal termasuk saat awal Embun rewel dan mogok makan sampai akupun jadi males makan saking pusingnya mikirin Embun apalagi saat dia masuk rumah sakit aku ngerasa gagal jadi ibunya, Bee" ujar Biru dengan menggigit bibir bawahnya untuk menahan tangis. Kejadian itu memang bagai meruntuhkan dunianya dalam sekejap.
"Ya udah, anggap ini pelajaran ya. Lain kali kamu harus pikirin dirimu sendiri, Ok. Jangan terlalu sibuk dengan hal lain yang menguras pikiranmu. Jadi kalau kamu nanti hamil lagi bisa langsung ketauan" ucap Sam yang kini di tatap istrinya dengan begitu serius.
"Hamil lagi? yang ini aja belum lahir dan kamu udah bilang nanti hamil lagi?!" kata Biru seakan tak percaya.
.
.
.
Lah, emang kenapa? kan Tutut aku masih berfungsi dengan baik, Bee...
ππππππππ
On mulu lagian π€£π€£
kalo kebanyakan tinggal bagi bagi ya deπ€
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1