Samudera Biru

Samudera Biru
Jadi apa?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rumah utama kembali normal seperti biasa, gelak tawa menggema kesemua ruangan jika sudah ada Embun dan Rain bermain bersama.


Teriakan si sulung akan di balas oleh jeritan si bungsu secara berbarengan yang seringnya justru mengundang gelak tawa.


"Udah kaya tarzan ya berisik banget, ini rumah apa hutan sih" seru Sam.


Plaaakk


"Enak aja anak aku di katain Tarzan, kamu aja tuh jadi ******" ucap Biru kesal sambil memikul punggung suaminya.


"Gak apa-apa, asal kamu jadi DORAnya"


Biru bukan semakin marah justru tertawa terbahak-bahak sampai menitikan air mata. Kalimat sederhana yang kadang lolos begitu saja diantara mereka justru semakin menambah bumbu ke intiman dan kebersamaan. Rumah tangga yang penuh warna kebahagiaan sampai terkadang lupa kapan dan berapa kali mereka pernah bertengkar selama lima tahun menjadi sepasang suami istri.


"Bee, lucu banget sih!" seru Biru di sela kekehan nya.


"Lucuan mana sama Bum-Bum?" goda Sam, ia bertanya sesuatu yang padahalia tahu betul jawabannya.


"Bum-Bum dong, lucu, ganteng, imut, bisa ku bawa kemana-mana karna Rain milikku."


"Eh, kamu pikir aku gak gitu?" protes Sam yang sudah memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Iya sayang iya. Tapi setampan apapun kamu, sebaik apapun kamu dan sebanyak apapun hartamu, kamu akan selalu milik miMoy karna itu kodrat anak laki laki begitu pun dengan Rain" jawab Biru yang langsung di peluk oleh suaminya.


"Surga ku ada padanya, Bee" lirih Sam.


"Dan aku, akan selalu mendukungmu untuk meraihnya" sambung Biru.


Wajah cantiknya kini menjadi sasaran empuk untuk Sam ciumi sepuasnya, kebahagiaan yang berlipat ganda saat memiliki pasangan yang tahu tangung jawab dan perannya masing-masing.


"Makin dewasa ya, Bee. Makin pinter dan akunya jadi makin cinta. Boleh dong nyicip" goda Sam dengan tangan sudah meraba paha mulus istrinya.


"Mulai dah, di baein aja ngelunjak langsung minta bajak."


.


.


.


"Makasih ya, Ra. Masakkan mu tetap yang terbaik" puji Reza sambil mencium tangan Khumairahnya. Tangan yang selama puluhan tahun mengurus sendiri suami dan ketiga buah hati mereka, tangan yang selalu memastikan apa yang dimakan keluarganya semua aman sehat dan bergizi.


"Sama-sama, Mas. Ini semua sesuai keinginanmu" balas Melisa. Rambut yang dulu panjang hitam terurai kini nampak putih tersanggul rapih memancarkan aura keibuan yang membuat Reza semakin mencintainya.


Siapapun yang melihat pasti akan iri dengan pasang suami istri baya itu termasuk anak dan cucu mereka. Dari Reza, para lelaki Rahardian mencontoh wajibnya menghargai perasaan pasangan. Dan dari Melisa, para wanita dan menantu Rahardian mengikuti jejaknya jika seorang istri wajib menjadi pendengar yang baik karna istri adalah tempat suami pulang dalam keadaan apapun itu.

__ADS_1


.


.


Makan malam berakhir dan berlanjut ke ruang tengah seperti biasa, akan banyak hal yang akan mereka lakukan dan di perbincangankan kecuali urusan kantor yang memang tak pernah di bahas di rumah utama.


Rain dan Embun yang bermain bersama pun di jaga oleh Hujan juga Biru, keduanya nampak senang melakukan peran mereka sesuai dengan keinginan sang Ratu.


"Bul-Bul udah besar mau jadi apa sih? nyanyi terus mau jadi artis ya?"


"Nda"


"Terus mau jadi apa? kaya Moy ya jadi dokter" tawar Hujan lagi.


"Nda mahu ih"


"Apa dong?" tanya Biru.


.


.


.

__ADS_1


...Mahu abisin uwit Appa, papAy ama Phiu...



__ADS_2