Samudera Biru

Samudera Biru
Bum-Bum jelek


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Selesai dengan barang belanjaan Biru yang luar biasa banyaknya, Sam yang sedari tadi menunggu di sofa pun melambaikan tangan meminta istrinya mendekat.


"Apa?"


"Udah semua? di bagi rata gak?" tanya Sam.


"Iya, mbak, koki, encus, pak supir, pak kebun sama pak satpam udah semua. Aku minta tolong Rini buat bagiin." jawab Biru sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Terimakasih ya, Sayang. Tanpa ku suruh ternyata kamu punya inisiatif sendiri. Aku harap Embun dan Rain bisa sepertimu saat besar nanti"


"Sepertimu juga, ini semua darimu. Aku hanya perantara karna ini uangmu, Bee. Aku mana punya uang untuk berbagi meski dulu aku punya impian untuk memberi saat aku nanti kaya dan aku sudah melakukannya" tutur si cantik yang kini sudah siap dengan sarang tahunya yang berwarna hitam.


"Berbagi tak harus menunggu kaya, berbagi bukan hanya perihal harta tapi bisa juga rasa kasih sayang dan perhatian itu semua bisa kamu beri pada orang-orang di sekelilingmu."


"Hem, aku paham. Aku akan belajar lebih perduli lagi pada orang lain" sahut Biru, aturan dirumah mewah ini memang tak sulit, hanya cukup rajin berbagi dan sopan pada siapapun tak berlaku kasar dan seenaknya juga pada semua pekerja di rumah utama.


"Lalu yang di bawa ke kampung, kapan?" tanya Sam yang tangannya sudah mulai tak mau diam.


"Entah esok atau lusa, inginnya aku kesana itu pun kalau kamu mengizinkan, Bee" Pinta Biru dengan nada bicara pelan dan hati-hati.

__ADS_1


"Kamu mau pulang? kan bulan kemarin sudah. Minggu-minggu ini aku sibuk, Sayang" jawab Sam yang belum mengatakan iya atau tidak.


"Itupun kalau boleh, kalau enggak ya gak apa-apa"


"Bulan depan ya, Nanti biar Jero atur jadwal ku lagi."


Biru hanya mengangguk paham, apapun keputusan Samudera ia tak berhak membantah. Setelah tak adanya lagi surga di telapak kaki ibu tentu ridha suami lah yang harus ia patuhi.


Selesai berbincang dan bernegosiasi, keduanya meringsek naik keatas ranjang melakukan apa yang semestinya mereka lakukan layaknya sepasang suami istri.


#SkipOey.


***


"Besok udah libur loh, nanti kita jalan-jalan, Sekarang Bul-Bul bangun dan sekolah dulu, ok" rayu Reza lagi yang duduk di tepi ranjang cicitnya.


"Nda, Bubuy ngantuk" ucapnya sambil menggeleng kan kepala dengan mata masih terpejam.


"Jalan-jalannya habis pulang sekolah, gimana?" tawar Reza lagi.


"Nda, Bubuy mahu bobo aja" tolak nya lagi lebih tegas.

__ADS_1


Reza menoleh kebelakang kearah Sam dan Biru yang berdiri menyaksikan drama mogok sekolah Embun.


"Ya sudah, izin satu hari gak apa-apa" ucap Reza sambil bangun lalu keluar dari kamar cicitnya yang semua bernuansa pink sama dengan gajah miliknya juga.


Biru dan Sam hanya mengangguk dan ikut keluar dari kamar meningggalkan si sulung yang kembali mendengkur halus, entah apa yang membuat Embun sangat mengantuk pagi ini.


Jeritan Bum-Bum pun mengalihkan ketiganya yang baru saja hendak turun kelantai bawah untuk sarapan, Bum-Bum yang tadi di titip pada Hujan pun kini berjingkrak senang.


Bubu... bum.


Celoteh manisnya membuat siapapun akan gemas pada Rain.


"Mandi dulu yuk, bau asem" kata Biru sambil menciumi leher Putranya.


"Iya, ih jelek banget. Bum-Bum jelek ya" ledek Sam.


"Jangan di sebut jelek, dia tuh gak seneng. Nanti marah " protes Biru.


"Emang jelek sih, Bum-Bum jelek Oey" Sam semakin senang mengejek.


"Ih... Tuh kan, kesel dia, Phiu bilang jelek !!!"

__ADS_1



__ADS_2