Samudera Biru

Samudera Biru
Jangan kangen Bum ya...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Pagi yang tak sama, Baru beberapa jam Biru terlelap ia harus bangun lagi karna ada dua malaikat kecil yang harus ia urus sesuai janjinya pada sang suami sebelum berangkat keluar kota.


Biru duduk di tepi ranjang, ia menarik napas dan membuangnya secara pelan sambil terpejam karna harus siap menjawab pertanyaan Embun dan Rain nanti. Dan benar saja, si sulung dan si bungsu datang di antar ke kamarnya oleh Rini.


"Mhiuuuuu"


Miyuh Bum yaaa..


"Mhiu berdua, Ok"


Keh..


Baru saja masuk, keduanya sudah berdebat karna Rain memanten Biru sebagai Mhiu nya saja untung Embun tak pernah ambil hati dan memberi pengertian.


"Pagi sayangnya Mhiu"


"Phiu mana? masih mandi?" tanya Embun saat ia tak melihat pria kesayangannya itu ada di atas ranjang.


Na piyuuuuuh???


"Phiy udah barangkat kerja, sayang" jawab Biru sembari mengusap pipi anak-anaknya.


"Pagi banget? kan biasanya Buy dulu berangkat sekolah" kata Embun yang hafal kegiatan Phiunya.


"Iya, Phiu berangkat lebih dulu saat kalian masih tidur, dan..."


"Dan apa?" tanya Embun, gadis kecil itu seolah siap melayangkan protes berbeda dengan adiknya yang santai karna tak paham.


"Phiu kerja di luar kota, dan akan lama disana, Buy" jelas Biru pelan, ia peka dengan dengan perubahan raut wajah gadis kecilnya.


"Lalu pentas seni ku bagaimana?" tanya Embun yang sedikit menunduk.

__ADS_1


"Phiu akan berusaha meluangkan waktunya untuk itu. Kita berdoa saja semoga pekerjaannya bisa cepat di selesaikan" jawab Biru, ia tak sanggup memberi janji karna Samudera pun belum tahu kepastiannya bisa datang atau justru sebaliknya.


Embun hanya mengangguk, ia yakin Phiunya akan hadir karna selama ini pria itu tak pernah mengecewakannya. Sam selalu memprioritaskan keluarga apapun yang terjadi.


Ta Buy apa?


***Nanis apa??


Bum akal yaaaa***.


" Enggak, Bum gak nakal. Yuk mandi, Kakak mau sekolah" ajak si sulung sambil tersenyum.


Nda, ninin..


Rain turun dari pangkuan Biru dengan cepat, ia tak mau di tangkap wanita itu untuk mandi pagi. Karna baginya itu adalah hal yang paling menyebalkan. Sedangkan Mhiu dan kakaknya tertawa melihat sang pewaris Rahardian group itu menghindar jauh sambil terkekeh.


.


.


.


"Sam sudah berangkat?" tanya Air.


"Sudah, pAy. Semalam" jawab Biru yang menarik kurai tepat di sisi putranya yang sudah lebih dulu disana bersama miMoynya.


"Phiu gak pamit sama Buy"


"Kan sudah Mhiu bilang, kalian tidur" jawab Biru sambil mengusap kepala Embun.


Mereka sarapan seperti biasa meski berbeda karna tak adanya si Tutut Markentut Markentut disana. Biru yang merasa Embun masih kecewa pun akhirnya menawarkan diri mengantarnya ke sekolah dan tentunya gadis itu langsung tersenyum senang.


"Bum, habiskan sarapannya, antar kakak sekolah ya"

__ADS_1


Koah ya... Bum ntut


"Iya, makannya cepat habiskan" titah Biru lagi yang di balas tepukan tangan oleh si bocah menggemaskan.


Selesai sarapan Biru beranjak ke kamar Rain untuk mengambil jaket dan sepatu, anak itu harus terlihat sedikit lebih rapih karna memang belum mandi. Biru pasrah karna ini memang sudah kebiasaan turun menurun.


"Ayo, Bum. Cepat. Tinggal dulu ireng nya sebentar" teriak Biru saat Rain masih memeluk hewan berbulu itu.


.


.


.


.


.


Anan akal keh..


Anan tanen tanen Bum ya..


Dadadadah Miong..



udah kaya mau perang aja Bum, 🤣🤣🤣


Lebay tapi kok gemes, jadi pengen iyup tutut Jajah, 😁😁


Ada yang suka ke PA IJO?


mampir ke sana ya gaes, cari nama teteh

__ADS_1


Nenengsusanti, ada satu cerita buat kalian GRATIS


__ADS_2