
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Wow, ternyata kalian?" tunjuk Cahaya pada keponakannya dengan jari telunjuk.
"Apa? Onty juga ghibahin aku, aku gak marah, kan?"
"Heh, kita bukan Ghibah, tapi justru lagi ngajarin istrimu tuh." sahut Cahaya dengan kedua tangan melipat di dada.
"Hahaha, Terima kasih onty. udah jadiin Istriku dari cupu sekarang jadi suhu" kekeh Sam yang memang tak menutup hal itu benar adanya.
"Card Unlimited, SEKARANG!"
Glek
Sam langsung menelan salivanya kuat kuat, kali ini ia tak bisa berkutik lagi saat Cahaya sudah menadahkan tangan didepannya.
"Ayo, cepetan!"
"Ya Ampun! Mafia banget dah, Ah!" cetus Sam. Ia berjalan menuju kursi kebersarannya untuk mendudukkan sang buah hati yang sedari tadi kebingungan mendengar perdebatan antara Phiu dan Onty besarnya.
Sam merogoh saku jasnya untuk mengambil dompet yang tersimpan disana, ia memberikan satu kartu yang sudah menjadi incaran Cahaya sedari tadi.
"Nih.. Gak bakal abis mau tujuh hari tujuh malem sampe nginep juga atau malah mau gak pulang pulang" kata Sam pada anak kesayangan Appanya itu.
"Bubuy mahu puyang, ntal Jajah Bubuy angis tali tali Bubuy" timpal Embun yang langsung membuat Sam tertawa. Candaannya ternyata di anggap serius oleh si buah hati.
"Gajah Bul-Bul apa gajah Phiu?"
"Jajah Bubuy, yang emping tantik taya Bubuy"
__ADS_1
"Hahahaha, Bul-Bul cantik kaya Gajah!" ledek Cahaya yang malah membuat Embun menangis.
Huaaaaaaaaaa..
Embun yang menangis di gendong lagi oleh Sam seraya mendelik kesal kearah Cahaya yang pura-pura tak merasa bersalah.
"Yuk sama Onty, kita ke salon biar cantiknya gak kaya gajah, mau gak?" rayu si bungsu Rahardian.
"Mahu tantik taya puteli... nda mahu ndungnya pajang pajang" jawab Embun sambil terisak sedih.
"Ok, kita ke salon."
Sam melihat kepergian anak dan onty nya itu dengan berbagai rasa. kesal, lucu, senang dan jengkel terasa menjadi satu.
"Phiu harus cari jodoh dari sekarang untukmu, Bul"
*******
"Bul-Bul mau apa?" tanya Cahaya yang berjalan sendiri di dalam Mall yang di tutup sementara itu.
Suasana nampak begitu sepi, hanya ada para SPG yang berdiri di depan toko mereka masing-masing untuk menyambut kedatangan Cahaya dan Embun.
"Mahu muanya, buyeh?" tanya Bul-Bul sambil menoleh ke belakang.
"Boleh, Sayang. Ambil aja yang kamu mau" Sang Ratu shopping kembali meracuni bocah balita yang kini berjingkrak senang.
Entah Ameera dan Cahaya menurun dari siapa karna nyatanya semasa Omma muda pun tak pernah begitu meski lahir dari keluarga terhormat dan kaya raya.
"Onty, mahu dandan dandan dulu, Nda?"
__ADS_1
"Ke toko baju dulu ya, katanya mau baju bulat bulat"
"Iyyah"
Keduanya masuk kedalam toko yang terdapat banyaknya baju anak perempuan berbagai model dan warna yang cantik. Cahaya bagai berada dalam surganya sendiri saat memilih dan memilah ukuran yang pas untuk Embun.
Bocah tiga tahun itu pun sama hebohnya, ia berjalan tanpa arah dan berhenti jika melihat ada yang ia suka, begitu seterusnya hingga rasa lapar mereka rasakan.
.
.
"Ayo habiskan" titah Cahaya saat keduanya ada di salah satu resto, Mereka memilih beristirahat sejenak untuk mengisi energi lagi.
.
.
.
Uwitnya udah abis beyum? kok ama amat ya nda abis abis ih...
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Bagi sini Bul uwitnya, mak othor pengen mie tek tek bengek mikirin jodohmu 🤭
Fix, ini halu jangan baper ya 😏
__ADS_1
like komennya yuk ramaikan.,