Samudera Biru

Samudera Biru
rumah sakit


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sebelum acara tujuh bulanan yang akan diadakan keluarga Rahardian di rumah utama, Air dan Hujan meminta anak dan menantunya itu untuk memeriksa kandungan Biru kerumah sakit lebih dulu untuk memastikan semua dalam keadaan baik baik saja, mengingat acara lusa akan memakan waktu dari pagi hingga malam tiba. Mulai dari pengajian sampai makan malam bersama seluruh keluarga dan kerabat dekat termasuk Pradipta dan Biantara.


Sam yang sudah siap dari sejam lalu itu pun terus merayu istrinya agar cepat bangun dan merapihkan diri. Tapi memang hawa dingin usai hujan semalaman hingga pagi membuat ibu hamil itu serasa malas untuk beranjak dari kasur empuknya.


"Ayo sayang"


"Tunggu sepuluh menit lagi ya, Bee" elaknya lagi yang entah ini sudah menit ke berapa ia memberi alasan yang sama.


"Gak usah mandi deh, udah cantik banget kok" goda Sam yang malah membuat Biru menyembunyikan wajahnya di balik bantal.


"Kok ngumpet sih, ayo dong. Nanti pulangnya kita jajan, gimana?" rayu si tampan yang kini berstatuskan calon ayah.


"Janji?" tanya Biru yang hanya terlihat matanya saja yang berbinar.


"Iya, makanya cepetan. Jangan sampai aku berubah pikiran"


Biru langsung bangun dari tidurnya dengan di tolong Sam, semakin besar perutnya tentu semakin sulit ia bergerak dengan cepat dan sebab itulah yang membuat Sam selalu khawatir pada sang istri jika sedang sendirian di apartemen.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Sesampainya dirumah sakit setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, Sam dan Biru langsung di sambut oleh para perawat yang sigap membantu Biru sampai ke ruang pemeriksaan.


Disana juga sudah ada dua dokter kandungan yang sudah menunggu dengan sabarnya sejak beberapa jam lalu.


"Siang, Dok" sapa Sam saat masuk bersama istrinya .


"Maaf, kami telat dari wktu yang sudah di tentukan" ucap Sam yang dibalas senyum sopan dan anggukan kepala.


"Tak apa apa, Tuan, Ibu hamil ini pasti sedang nyaman berbaring, kan?" kekeh dokter Lula yang sempat beberapa kali menerima keluhan Biru tentang rasa malasnya jika pagi hari.


Meski bangunan mewah yang ia pijak ini adalah rumah sakit milik MiMoynya tapi Sam tak pernah berlaku seenaknya, ia akan tetap meminta maaf jika melakukan kesalah temasuk hari ini yang sudah datang jauh di jam yang sudah mereka tetapkan. Sikap ramah dan sopannya itulah yang selalu membuat orang orang segan padanya.


Biru yang sudah berbaring di ranjang pasien langsung di periksa oleh sang dokter , lagi dan lagi Sam selalu menitikan air matanya jika ia mendengar detak jantung sang buah hati yang masih berada dalam rahim sang istri.

__ADS_1


"Semua bagus, air ketuban juga cukup. Tak ada yang perlu di khawatirkan ya" ucap dokter Lula saat pemeriksaan selesai, dan kini satu perawat sedang bertugas membersihkan perut Biru dari sisa sisa gel yang masih menempel.


"Apa aku gak bisa lahiran normal, dok?" tanya Biru penasaran.


"Kita lihat nanti ya, tapi kami tetap menyarankan untuk operasi caesar, Nona.Sama saja kok, tak ada yang perlu di khawatirkan" jawab wanita berjas putih itu sambil tersenyum seakan tahu kegelisahan yang Biru rasakan.


"Aku hanya ingin cepat pulih, Dok"


"Setelah operasi pun bisa dengan cepat pulih, semua itu tergantung ke diri kita masing masing mau atau tidaknya segera pulih dengan menuruti semua saran yang dokter berikan"


.


.


.


.


"Gak apa-apa ya, kita gak punya tetangga kok yang akan ghibahin kamu, sayang"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Bisa di tabok wajan sama Amma klo ada yang berani ghibahin sawahnya Tutut ðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠ


Like komennya yuk ramaikan


__ADS_2