
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Braakk...
Suara benda jatuh terdengar begitu nyaring sampai membuat Biru dan Hujan menoleh secara bersamaan. Dua wanita berstatuskan menantu Rahardian itu menggeleng kan kepala saat melihat Air berjalan sambil mengusap lututnya.
"Kakak bisa pelan pelan gak?" oceh Hujan saat suaminya mendekat.
Cup
Satu ciuman mendarat di pipi Hujan sampai ia tersipu malu karna sang menantu sedang duduk di depannya,
"Kakak!"
"Kenapa telepon kakak gak di angkat? chat juga gak di bales, kamu tahu gak gimana khawatirnya kakak?" oceh Air tiba-tiba yang langsung di tangkup wajahnya oleh sang istri.
"Masa?" jawab Hujan sambil terkekeh.
"Aku lagi main sama Rain, aku belum liat ponsel" tambahnya lagi memberi alasan.
Air yang merengut kesal langsung berhambur memeluk Hujan, wanita halalnya yang hari ini sibuk. bermain dengan Rain sampai lupa padanya.
__ADS_1
.
.
Biru yang buru buru menghapus air matanya langsung masuk ke kamar, dengan langkah gontai iapun duduk lemas di sisi ranjang.
Aku merindukanmu.
Dua kata yang terselip di hati Biru yang hari ini pun tak mendapat kabar dari Sam.
Melihat Air dan Hujan barusan bagai tamparan keras baginya. Mana bisa ia mengabaikan dengan sengaja pria yang tak pernah bisa tanpanya.
"Sudah se sore ini, tapi kamu belum pulang" lirih Biru saat melihat jam yang menggantung di dinding.
#Resto.
"Terimakasih, semoga kerja sama ini bisa berjalan dengan lancar dan menghasilkan keuntungan bagi kita semua" ucap Alyssa yang ternyata menjadi salah satu rekan bisnis Sam malam ini.
Samudera hanya mengangguk kan kepala sambil tersenyum lalu menutup berkas yang sudah ia tanda tangani kemudian berdiri untuk berjabat tangan pada klien yang lebih dulu pamit setelah rapat selesai.
"Aku gak nyangka ternyata kamu sekertaris Tuan Lie" ucap Sam saat ia dan Alyssa sama-sama bersiap untuk keluar dari resto.
__ADS_1
"Baru dua bulan aku kerja di perusahaannya itupun setelah aku bercerai, karna aku butuh uang untuk menghidupi anakku" jelas Alyssa dengan suara parau, Sam yang mendengarnya pun langsung menoleh.
"Bercerai?" tanya Sam yang tentu langsung terkejut tak menyangka sama sekali.
"Iya, aku seorang single Mom, aku bercerai karna KDRT. aku kabur dari LN bersama putraku karna tak tahan. Dan baru lima bulan ini aku resmi menjanda, Sam"
Sam kembali tertegun, ternyata kehidupan sang mantan tak lebih baik saat mereka berpisah. Ia yang memang tak pernah tahu tentang Alyssa tentu sangat wajar jika sedikit prihatin dengan kehidupannya kini. Wanita yang dulu selama tujuh tahun ia manjakan dengan kasih sayang dan limpahan harta kini siapa sangka justru di sia-sia kan.
"Jangan mengasihani ku seperti itu, Sam. Aku baik baik saja. Bukan perceraian yang aku sesali tapi sikap kedua orang tua ku lah yang sampai saat ini masih belum menerima perpisahan kita. Mereka tak pernah mau menganganggapku lagi sebagai anaknya"
"Maaf, sikapku sudah sangat keterlaluan padamu" ucap Sam yang malah memberanikan diri untuk menatap manik mata wanita masa lalunya.
"Aku yang salah, anggap ini karma karna sudah melukai hati dan rasa percayamu. Aku kini hanya ingin memperbaiki hidup bersama putraku."
"Baiklah, kamu hati-hati di jalan ya, aku pulang duluan istriku pasti sedang menungguku dirumah" pamit Sam pada Alyssa yang langsung memberikan senyum manisnya yang tak pernah berubah sampai detik ini.
"Ya, sampaikan salamku padanya, dia wanita paling beruntung yang bisa memiliki mu seutuhnya saat ini"
.
.
__ADS_1
.
Maaf Al, aku tak akan menyebut namamu lagi di depannya.