Samudera Biru

Samudera Biru
Pesan Rain.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Nih apa? didit miong miong ya...


Samudera dan Biru pun langsung saling menatap dengan sorot mata seolah memikirkan hal yang sama. Ide pun muncul seketika.


"Iya, miong nakal. Gigit Nyenyeh Bum-Bum. Aduuuuh sakit"


Sam segera menoleh untuk menyembunyikan tawanya. Ia begitu gemas dengan drama yang sedang di mainkan sang istri.


Miong ana? miong olen.


"Miong ireng, Sayang" sahut Sam


Ya, Semalam pria itu baru saja membeli kan Rain seekor kucing berwarna hitam, anak nya sering kali merengek pada Biru ingin bermain dengan kucing peliharaan Aurora.


Atit??


Biru mengangguk sedih, hatinya mencelos saat ia melihat kedua mata putranya berkaca-kaca siap untuk menangis.


Atit ya, Miong akal.


Ubit ubit buweh?


"Boleh, nanti Mhiu yang cubit ya" sahut Biru yang benar-benar tak tega.


"Mau nyeh gak?" pancing Sam.


Num..


Sam tersenyum simpul, ia berdoa dalam hati semoga ini awal yang baik untuk Rain berhenti menikmati wadah gizi alami Biru. Sungguh kadang ia tak tega saat harus melihat sang istri menahan rasa pegal dan sakit pada punggung ketika Rain semalaman tak mau melepas mulutnya.


Bocah tampan yang semakin senang berceloteh itu akan menangis jika Biru sengaja melepasnya padahal sudah tertidur pulas.


"Tolong ambilin, Bee" pinta Biru.

__ADS_1


"Siap Sayang"


Sam bangun dari duduknya, ia tuangkan air putih hangat kedalam gelas kecil untuk putra kebanggaannya itu.


"Habisin ya, ganteng"


Iyyaah


Rain meraih gelas kecil dari tangan Sam, di teguk nya air hangat itu hingga hampir abis. Senyum mengembang di sudut bibirnya yang merah dan basah.


Dah.. Acih ya Piyuuuh


"Sama-sama, sayang" sahut Sam yang kemudian mencium kening dan kedua pipi Rainerly Rahardian Wijaya.


Ia yang sudah membawa makanan sejak tadi tentu langsung menikmati sarapannya itu bersama anak dan istrinya kecuali Embun yang memilih tetap di ruang makan disuapi Mimoy nya.


Biru benar-benar merasa senang saat Rain bisa makan pagi meski sedikit tanpa harus menyusu lebih dulu padanya. Binaran bahagia itu jelas terpancar di kedua matanya yang teduh.


Selesai sarapan, Sam berpamitan untuk segera ke kantor. Ini sudah lebih dari satu jam dari waktu biasanya ia berangkat setiap hari.


"Gak apa-apa, Jagain Rain aja disini. Ajak dia main biar lupa sama Nyenyeh nya kamu." pesan Sam seraya menjiwil dagu istrinya


"Phiu berangkat kerja ya, Bum-Bum jangan nakal habis ini mandi, Ok"


Keh


"Cuci uget uget nya ya sampai bersih, sabunnya jangan kebanyakan nanti mabok" kekeh Sam sembari menciumi seluruh wajah tampan anaknya.


Biru yang tak paham hanya bisa mengernyit kan dahi. Dan kini selepas suaminya pergi hanya ia dan Rain lah yang berada di kamar.


Ain miong yuk


"Kucingnya di mana ya, nanti Mhiu suruh bawa sini ya" jawab Biru saat Rain meminta ingin bermain dengan kucingnya.


Iyaaah..

__ADS_1


Biru pun menghubungi salah satu ART untuk membawa hewan berbulu itu kekamarnya Lewat sambungan telepon. Dan tak sampai lima menit pintu bercat putih itu pun di ketuk


Cek lek..


"Permisi, Nona."


"Ya, Terima Kasih ya" sahut Biru sambil mengambil seekor kucing dari tangan ART.


"Sama-sama, Nona. Saya permisi"


Biru hanya mengangguk kan kepala lalu menutup pintu saat sang Asisten Rumah Tangga itu mundur dua langkah dan membalikkan tubuhnya.


"Bum, Miongnya nih"


Ain yuk


"Bum-Bum mau main sama Miong?"


Iyyaaaah..


"Ya udah, main ya. Mhiu beresin tempat tidur dulu"


Biru mengelus kepala Rain dan Si kucing secara bergantian. Dirasa aman ia pun beranjak menuju ranjang yang berantakan.


Wanita cantik itu sesekali menoleh kearah Rain yang duduk bersebelahan dengan si ireng. Terdengarlah sedikit celoteh Rain yang membuat Biru tak kuasa menahan tawa.


.


.


.


Miong, anan akal ya. Anan didit Nyeh Bubum,,Keh..


__ADS_1


__ADS_2