
ππππππ
"Sayang, kok lama sih? aku nungguin ih" rengek Biru manja sambil memeluk leher Sam dari belakang dengan satu kecupan lembut di pipinya.
Alyssa yang mendengar ada suara wanita lain tentu langsung mendongakkan wajahnya yang tadi menunduk di atas paha mantan kekasihnya itu.
Sam yang tahu jika Biru datang secara tiba-tiba juga sedikit tersentak kaget.
"Bee, "
"Ya ampun! kamu apa-apa an?" pekik Samudera, ia membelalakkan kedua matanya dengan sempurna saat melihat Biru hanya memakai SARANG TAHU yang menutupi tubuh mungilnya.
Sam dan Alyssa langsung bangun, wanita masa lalu sang direktur utama Rahardian itu sampai menutup mulutnya yang terbuka secara reflek saat tahu begitu banyaknya tanda merah di area leher dan dada Biru.
"Ini apa? dasar perempuan MURAHAN" sentak Alyssa yang benar-benar kesal dan marah.
Tau jika Alyssa sudah berani menyentuh Biru dengan telunjuknya tentu tak membuat Sam diam saat istrinya di perlakuan tak sopan begitu.
"Jaga mulut mu, Al. Biru halal untukku" tegas Sam sambil menarik tubuh sang istri ke belakang Punggungnya.
"Kalian... aku gak percaya kalian udah ngelakuin itu!"
Sam tak lagi perduli dengan apa yang di katakan Alyssa, Pria tampan itu malah membuka kaosnya untuk menutupi tubuh mulus Biru yang hanya terbalut lingerie berwarana hitam yang sangat tipis sampai begitu kontras dengan banyak nya hasil karya Sam semalam.
Sam langsung menggendong istrinya ke lantai dua ala bridal Style dengan menaiki anak tangga satu persatu. Ia tak menghiraukan teriakan dan panggilan dari Alyssa.
.
.
.
...Braakk.....
Biru di baring kan di atas ranjang, seringai senyum jelas terlihat di ujung bibir Sam, Pria mana pun pasti tergoda jika melihat istrinya berpenampilan begitu menggoda.
"Bee... "
Biru meringsek ke ujung ranjang saat suaminya mulai membuka celana pendek rumahan nya. Sam yang terbakar lagi gairahnya mulai mendekat siap menerkam sang istri.
__ADS_1
Satu kali sobekan, gaun tipis itu pun sudah terserak di lantai beserta BrA dan kain tipis yang menutupi Sawah Biru.
Keduanya pun lagi dan lagi mengulangnya tanpa mengenal lelah sampai puncak kenikmatan kembali di rasakan secara bersama.
Biru yang tertidur pulas dalam pelukan suaminya tak lagi perduli saat Sam meraih benda pipih milik Biru yang tergeletak diatas nakas sisi ranjang.
Sam sedikit curiga dengan sikap istrinya yang mendadak begitu agresif sampai harus memakai baju SARANG TAHUnya bukan di waktu dan tempat semestinya.
Ia tak akan mengampuni dirinya sendiri jika saja ada pria lain yang melihat lekuk tubuh istrinya yang cukup ia saja yang tahu.
@PawangRahardian.
*Biru
[ Ada mak kunti π»π» ]
*Onty Chaca
[ Sesiang ini udah gentayangan? π€]
*GrandMommy
*Biru.
[ Nah, iya mantan pacar suamiku yang gantengπ]
*Mimoy
[ Jelas dong ganteng, anak Moy loh itu π€]
*Onty Chaca.
[ Cih, Tutut! π]
*Amma
[ Mau apa Alyssa datang? kamu dimana, Bi?]
*Biru.
__ADS_1
[ Entah, aku dikamar, Amma. Bilangnya sebentar tapi ini udah lima menit ππ]
*Onty NyangNyang.
[ Cup.. cup.. cup.. sini onty peluk]
*Amma.
[ Datangi suamimu, Tapi sebelumnya kamu ke dapur bersih dulu, kali ini Amma mengizinkan untuk kamu ambil salah satu wajan warna warni Amma untuk memukul kepala si Mak kunti itu]
*Mimoy
[ π±π±π±π±π±π±π±]
*GrandMommy
[ πππππππππππ]
*Onty Kahyangan.
[ Mama sadis ih, tapi kali ini aku dukung ah πππ€]
*Biru.
[ Tapi aku takut, kalau di terluka bagaimana? Aku gak pernah pukul orang lain π€§]
*Onty Chaca.
[ Anggap dia tikus πππ π€£π€£π€£]
Sam tertawa sendiri membaca isi chat istrinya dengan para wanita Rahardian yang lain, ia tak menyangka jika mereka juga punya group chat sama seperti pria Rahardian.
.
.
.
Amma, suruh ambil wajan, kenapa kamu malah pake Lingerie, Bee?. Emang dasarnya aja sawah kamu minta aku sembur lagi, kan!
__ADS_1