Samudera Biru

Samudera Biru
Pulang.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hari ini tepat satu minggu pernikahan Samudera dan Biru, tak ada yang berubah karna nyatanya Sam tak lagi pulang ke apartemen setelah membawakan pisang bakar dari rumah utama. Hanya lewat pesan keduanya saling bertukar kabar itupun di saat saat tertentu semisal jam makan siang ataupun saat malam sebelum Biru tertidur.


Gadis malang itu hanya melewati hari harinya sendirian tanpa teman, ponsel dan siaran TV adalah cara ia membuang rasa bosan. Biru tak di izinkan keluar dari apartemen karna Samudera tak ingin hal buruk terjadi pada istru kecilnya yang tak tahu jalan di ibu kota sama sekali, alasan yang bisa di terima Biru sampai akhirnya ia menurut pada perintah sang suami.


"Aku harus apa? kangen ibu, bapak dan kak Wildan" lirih Biru di tengah ranjang yang berantakan karna sudah lebih dari dua jam ia hanya berguling tanpa melakukan apapun.


"Apa aku izin pulang saja padanya. Tapi aku takut"


Biru bangun dari baringnya untuk meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas sisi tempat tidur, ia mencoba memberanikan diri menghubungi suaminya yang entah berada dimana.


Biru


[ Bee, aku boleh minta sesuatu? ]


Satu pesan telah di kirim Biru pada Samudera, ia menunggu balasan dengan perasaan harap harap cemas bahkan tangannya kini sudah mulai mengeluarkan keringat dingin saking tak sabarnya. Namun, hampir dua puluh menit berlalu balasan tak kunjung Biru terima dari pria tampan yang berstatus kan suaminya itu.


"Sibuk kerja atau sibuk pacaran sih!" rutuknya kesal yang kemudian bergegas hendak keluar kamar.

__ADS_1


Drrtt... drrtt.. drrtt...


Belum juga Biru membuka pintu, ponsel miliknya malah bergetar sampai membuatnya balik badan menuju tempat tidur lagi, tubuh kecilnya Langsung duduk di tepi ranjang untuk mengangkat telepon dari Samudera.


"Hallo, Bee" sapa Biru.


"Kamu mau minta apa? biar ku kirimkan sekarang juga" jawab Sam tanpa basa basi lagi, ia bahkan tak menjawab sapaan Biru yang kini sedang menautkan kedua alisnya karna sedang menebak keberadaan Sam yang terdengar begitu bising di telinganya.


"Kamu dimana?" bukan menjawab, Biru justru balik bertanya karna penasaran.


"Aku di pabrik, kamu mau apa, Bee?"


"Aku ingin pulang ke kampung, apa bisa kamu mengizinkanku pergi?" pinta Biru, Usianya memang terbilang muda dan polos tapi ia cukup tahu apa saja kewajiban seorang istri yang harus ia patuhi termasuk pantang keluar rumah jika tanpa izin suami, itulah yang sering ibu katakan saat kakak angkatnya bertengkar dengan pasangannya.


"Pulang kemana?" tanya Sam bingung.


"Pulang rumah orang tua angkatku, aku merindukannya, Bee" lirih Biru sedih agar lebih meyakinkan dan segera mendapatkan izin.


"Mau apa ke sana? mereka saja yang suruh kemari!"

__ADS_1


"Tapi aku... "


"Diam dirumah dan tunggu aku pulang!"


Biru melihat layar ponselnya yang ternyata sudah di matikan secara sepihak oleh Samudera, entah dimana salahnya sampai membuat pria itu seakan jengkel saat berbicara dengannya tadi. Biru yang ikut kesal akhirnya menaruh benda pipih itu lagi keatas nakas dan berlalu menuju dapur sambil menggerutu kesal.


.


.


.


Bukankah aku yang ingin pulang?


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Nambah lagi tersangka wanita Rahardian ðŸĪŠðŸĪŠ


Mulai di kerangkeng dan di jepit di ketek sama si Tutut ðŸĪŦ

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan


__ADS_2