Samudera Biru

Samudera Biru
Capek ih...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Apa Piyuuuuh?


Rain bangun dengan wajah menggemaskan, suaranya begitu lantang dengan sorot mata fokus pada Samudera.


"Bum gak bobo?"


Nda, miong galuk galuk


Biru menggigit bibit bawahnya, ia tak lagi bisa menahan tawa apalagi saat Rain bangun dan menghampiri Sam.


Didong.


Sam pun meraih tubuh mungil putranya yang sudah merentangkan tangan. Pria itu mencium dua pipi Rain yang gembil dan mulus.


"Udah siang, bobo ya. Udah makan belum?"


Dah, Ta Buy mam.


"Anak pinter, habis gak makannya? Kalau makan nasinya habisin ya" pesan Sam masih menggendong Rain.


Ntal anis ya?


"Ntar nangis ya?" jelas Biru saat Sam menoleh padanya.


"Ah, iya. Makanya harus habis. Sekarang Bum-Bum bobo ya. Phiu temenin ok"

__ADS_1


Miong bobo?


"Miong bobo di kandang aja, Bum bobo sama Mhiu juga Phiu di kasur"


Sam berjalan menuju ranjang, dengan tangan kiri menggendong Rain sedang tangan kanannya menggandeng Biru.


Ketiganya berada di atas ranjang dengan Rain berbaring di tengah. Bocah tampan itu terus berceloteh bahkan bernyanyi. Biru sengaja menutup matanya lebih dulu agar Rain tak meminta di susul karna Sesekali anak itu masih merengek jika ingat.


Dua puluh menit berlalu, Rain terlelep terbuai mimpi karna lelah berguling, ia bahkan sampai naik keatas tubuh Sam dan Biru secara bergantian.


.


.


"Bee, ayo" ucap Sam pelan.


"Kemana?" Biru bertanya nyaris tak mengeluarkan suara.


Biru membulatkan kedua matanya, ia tahu apa yang dapat maksud suaminya barusan adalah meminta untuk di layani.


"Dimana?" tanya Biru lagi.


"Bathup, kita berendem sekalian. Aku gerah."


Biru menggeleng kan kepala, jika di tempat itu Sam pasti akan bermain lebih dari satu jam, ia akan lama menjelajah sebelum membajak sawahnya yang rindang.


Tak menungu persetujuan, Sam malah menggendong Biru menuju kamar mandi sambil berciuman agar wanita halalnya itu tak banyak protes dengan yang ia inginkan.

__ADS_1


"Nanti baru tengah jalan, pasti Rain bangun" kata Biru saat ia sudah di turunkan bahkan pakaiannya sudah di buka satu persatu hingga polos tanpa apapun. Dan kini giliran ia sendiri yang menanggalkan seluruh benang yang melekat di tubuhnya. Sam tersenyum senang, keduanya kini bagai bayi yang baru lahir kedunia.


Biru yang di dudukan di tepi Bathup mulai melakukan ritual iyup iyup yang sangat di sukai oleh Sam. Ia akan bagai terbang melayang dan lupa mendarat jika bibir istrinya sedang memanjakan si Tutut.


"Terus, Bee. Lebih cepat Sayang" ucap Sam dengan suara berat.


Sam yang tak lagi kuat langsung menarik tangan Biru, ia hadapkan tubuh Langsing istrinya agar menghadap ke tembok.


"Siap ya, cantik"


Aaaarrgh.


Keduannya melenguh bersama, Sam menerobos dengan satu hentakan seakan milik Biru terasa begitu sesak. Keduanya melakukan hal yang menyenangkan dengan gelora nap su Bi ra HI yang menggebu gebu. Desa ahan saling bersahutan apalagi saat tangan Sam menekan pinggul Biru agar permainannya lebih dalam.


Pasangan suami istri itu terus saja meracau sambil terus mengatakan cinta dan kenikmatan sampai keduanya tak sadar bahkan mungkin tak ingat ada bocah cilik yang sedang kebingungan dal kamar mencari keberadaan mereka.


.


.


.


Miyuuuuuuh.


Piyuuuuuh..


Upet ana ya? Bum tung tung keh

__ADS_1


Atu uwa uwa tida mpat apek ih



__ADS_2