Samudera Biru

Samudera Biru
Permintaan Sam


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Mam miong..


Biru yang kaget tentu langsung mengambil apa yang kini ada di tangan putranya.


"Ikan?"


Mam miong.


Biru membuang napas kasar, kali ini pasti kerjaan Embun yang memberi si Ireng ikan goreng tapi malah Rain yang memakannya. Biru langsung menggendong anak tampannya untuk bersihkan.


Selesai mengurus sang pewaris Raharadian, Biru kembali dan langsung mendapat pertanyaan dari Sam yang baru datang keruang makan.


"Bee, sate aku mana?" tanya Pria tampan itu dengan wajah sedikit kebingungan.


"Lah, itu di piring" sahut Biru sambil mendudukkan Rain di kursinya. Hujan yang mendengar hal itupun langsung menoleh dan menatap anak dan mantunya secara bergantian.


"Ini apa? ini sih ati, Bee"


"Kan emang emang kamu minta sate ati" sahut Biru lagi.


"Jantung ayam, sayang. Bukan ati"


Biru tentu langsung tercengang, tapi tidak dengan Hujan yang tersenyum kecil.


"Ati, ah!"

__ADS_1


"Jantung, Bee. Aku mana pernah minta sate ati sih"


Biru mengusap tangkuknya sambil menggigit bibir bawah. Apa yang di katakan suaminya tak sama dengan apa yang di sampaikan pada Hujan.


"Maaf, mungkin aku lupa"


Makan siang berlalu seperti biasa, semua oranh menghabiskan makanannya masing-masing hingga piring kosong tak bersisa.


Air dan Hujan yang punya rencana keluar rumah pun langsung bergegas, Embun yang tak pernah mau di tinggal sudah bergelayut manja pada papAynya.


Ntut...


"Sama Mhiu aja, Ok"


Nda Ntut Ntut...


"Hahaha, ini ada juga Tutut Markentut nih" ledek Cahaya, Sam pun langsung mencubit lengan musuh bebuyutannya itu.


"Sakitan hati dede yang di ledekin Oey" sahut Sam.


Rain yang terus merengek sambil mengangkat kedua tangannya akhirnya di gendong oleh Hujan. Jadilah pasangan suami istri itu pergi bersama dua cucu mereka yang menggemaskan.


.


.


Sam dan Biru kembali masuk kedalam kamar mereka, entah apa yang akan keduanya lakukan tanpa si buah hati yang biasanya selalu ramai.

__ADS_1


"Kita ngapain?" keluh Biru yang bersandar di sofa.


"Terserah, tapi yang jelas aku akan menghukummu" sahut Sam yang membuat Biru langsung menoleh.


"Apa salahku?"


"Salahmu? masih berani bertanya apa salahmu, sayang" kata Sam sambil mengangkat dagu istri cantiknya.


Tanpa basa basi lagi, Sam langsung mengangkat tubuh Biru keatas ranjang. Di ciuminya wanita yang kemarin merajuk cemburu padanya. Sebuah masa lalu yang sudah di kubur dalam-dalam hampir saja menghancurkan masa depan Samudera Biru.


Penyatuan tubuh mereka lakukan dengan sangat lembut namun dengan gelora nap Su bi r ahi yang bergejolak. Sam maupun Biru seolah berkata lewat sentuhan jika cinta lagi lagi mengalahkan semua ego yang menggoda.


Lebih dari tiga puluh menit, pelepasan pun mereka rasakan dengan saling memejamkan mata. Tubuh yang berkeringat dan jantung yang berdetak hebat sudah menandakan betapa hebatnya kenikmatan yang mereka rasakan siang ini.


"Capek ya, Bee" bisik Sam yang belum turun dari atas tubuh polos bidadari dunianya.


"Hem, sangat! Terima kasih" balas Biru sambil mengusap punggung Sam.


Sam menjatuhkan diri di sisi Biru, tapi sesaat kemudian ia menarik wanita halalnya itu masuk kedalam dekapannya.


Masih dengan napas tersengal, keduanya saling menatap penuh kelembutan. Tak ada yang lebih nyaman selain dekapan sang pemilik hati.


"Bee, boleh aku mengatakan sesuatu"


"Silahkan, Apa?" tanya Biru.


.

__ADS_1


.


Jika nanti di pertengahan jalan kamu mulai ragu, tolong ingat bahwa sebelum aku meyakinkan diri untuk bersamamu aku sudah melepas semua bayangan masa laluku. Jika nanti kamu bosan denganku, kamu harus tau jika disini aku selalu berusaha menjadi pasangan yang menyenangkan untukmu. Dan jika justru Kamulah yang berpaling dariku, satu yang harus kamu pahami bahwa aku sudah rela mematahkan banyak hati hanya demi dirimu.


__ADS_2