
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Tiga hari sudah ibu dan Khansa ada di apartement Samudera dan Biru, semuanya bersikap se normal mungkin tanpa ada yang perlu di khawatirkan.
Sam masih berangkat pagi dan pulang sore seperti biasa meski sudah tak lagi makan siang di rumah.
Begitupun dengan Biru, mengobrol dan melakukan pekerjaan rumah secara bersama-sama dengan ibu dan juga Khansa.
kedua wanita muda itu memang jarang terlihat mengobrol berdua, Biru hanya menjawab apa yang di tanyakan Khansa begitu pula sebaliknya. Mereka layaknya bersikap masih satu rumah saat di kampung dulu.
"Ibu beneran mau pulang sore ini?" tanya Biru memastikan keputusan ibu yang mendadak karna yang ibu katakan sebelumnya ia akan menginap dua minggu.
"Iya, bapakmu sakit, ibu harus pulang" alasan yang sama di lontarkan ibu sampai Biru tak lagi berani merengek.
"Baiklah, tapi tunggu suamiku pulang ya"
Ibu hanya mengangguk paham yang kemudian kembali merapihkan baju dan semua yang di belikan Biru untuk bapak rumah.
.
__ADS_1
.
Jam lima sore, Sam pulang dengan tak lagi memakai jas. Ia bahkan terlihat begitu sedikit berantakan.
Kemeja yang dua kancingnya terbuka tanpa dasi dan juga bagian lengan yang di gulung sampai se siku.
Tapi, seberantakan apapun Sam, ia tetap terlihat tampan apalagi wangi tubuhnya yang mampu membuat wanita manapun seakan ingin menempel padanya.
"Ibu udah rapih?" tanya Sam saat istrinya menyambut di depan pintu, Biru yang sudah memberitahukan hal tersebut sebelummya menjawab dengan anggukan kepala.
"Emang bapak sakit apa?"
"Ya udah aku mandi dulu"
Keduanya beranjak menuju kamar. Selama Sam membersihkan dir, Biru pun menyiapkan baju ganti. Setelah rapih pasangan suami istri beda usia itu turun kembali ke lantai bawah. Sudah ada ibu yang menunggu di ruang tamu dengan dua tas besar di sisi kanan dan kiri kakinya.
"Nak, ibu pulang sekarang ya" pamit Ibu pada Sam lebih dulu.
"Iya, Bu. Hati-hati di jalan, maaf Sam tak bisa mengantar ibu ke kampung karna ini sangat mendadak sekali" balas Samudera, jika ibu benar ingin dua minggu disini padahal ia sudah meluangkan waktu untuk bisa mengantar sekalian bertemu dengan bapak.
__ADS_1
"Tak apa, Ibu bisa pulang sendiri"
Biru yang di rangkul suaminya itu pun kini berhambur memeluk ibu, wanita yang selama sepuluh tahun ini mengurusnya dengan penuh kasih sayang dan keadilan.
"Jaga dirimu, Jaga kandungan mu juga ya" pesan Ibu sambil mengusap kepala anak angkatnya.
"Iya, Bu. Telepon aku jika sudah sampai rumah ya, titipkan salamku juga untuk bapak. Katakan padanya jika anaknya yang nakal ini rindu di marahinya" lirih Biru sambil menahan tangis.
"Iya, ibu janji akan kemari bersama bapak ya" keduanya mengurai pelukan, berganti dengan Sam yang mencium takzim punggung tangan ibu mertuanya itu.
Supir yang sudah menunggu di depan pintu itu pun langsung membawa barang bawaan ibu menuju lobby lebih dulu.
"Tempatkan dirimu disini ya, jangan berulah yang malah bisa membuat ibu dan bapak malu" bisik Ibu saat berpamitan dengan putrinya.
.
.
.
__ADS_1
Aku kesini sesuai dengan niat awalku, tenang saja bu...